<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125</id><updated>2011-11-08T23:19:47.300-08:00</updated><category term='Pengcemaran dan Pengolahan Limbah'/><category term='Sumberdaya Pesisir'/><category term='Lamun'/><category term='Nekton'/><category term='Terumbu Karang'/><category term='Konservasi Laut'/><category term='Penangkapan Ikan'/><category term='Budidaya'/><category term='Ekosistem Pesisir'/><category term='Laut Dalam'/><category term='Ikan Pelagis'/><category term='Osenografi'/><category term='Biologi Ikan'/><category term='Benthos'/><category term='Profil Pesisir'/><category term='Plankton dan Zooplankton'/><category term='Alat Tangkap'/><category term='SIG'/><category term='Mangrove'/><category term='Ikan Damersal'/><category term='Kerjasama dan Pertemuan'/><category term='Inderaja'/><category term='Kesuburan Perairan'/><category term='Ekologi Ikan'/><category term='Masyarakat Pesisir'/><title type='text'>Seputar Informasi Perikanan dan Kelautan</title><subtitle type='html'>Blog ini memuat informasi seputar perikanan dan kelautan. Selamat membaca....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>99</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-3748097473969629572</id><published>2009-10-24T18:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T18:48:53.926-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SIG'/><title type='text'>Citra Google Earth</title><content type='html'>Google Earth merupakan program peta bola bumi virtual dan informasi geografis yang awalnya disebut Earth Viewer. Program ini dikembangkan oleh Keyhole, Inc., namun perusahaannya diambil alih oleh Google. Citra Google Earth didapat dari satelit pencitraan, fotografi aerial, dan Global Information System (GIS). Google Earth menyediakan rangkaian foto-foto di berbagai belahan bumi dengan resolusi yang berbeda dan menyusunnya menjadi satu bola dunia (Anonimus, 2009). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi yang tersedia pada program ini didasarkan pada area yang populer, dimana area yang sedikit populer memiliki resolusi 15 meter, sedangkan beberapa area yang sangat populer memiliki resolusi 15 cm (6 inci). Sistem koordinat internal Google Earth merupakan koordinat geografi dalam bentuk Sistem Geodetik Dunia tahun 1984 (WGS84). Google Earth dapat dijalankan pada Windows XP atau Windows 2000, Linux, dan Mac OS X dengan konfigurasi sebagai berikut:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;• Pentium 3 atau 4, 500 MHz &lt;br /&gt;• 128 MB RAM &lt;br /&gt;• Ruang kosong 400 MB &lt;br /&gt;• Kecepatan internet: 128 kb/detik &lt;br /&gt;• Kartu grafis 3D 16MB &lt;br /&gt;• Resolusi 1024 x 768, Warna 16-bit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Google Earth tersedia dalam tiga lisensi berbeda. Versi Google Earth adalah sebuah versi gratis dengan kemampuan terbatas. Versi Google Earth Plus yang memiliki fitur tambahan dan dijual dengan harga $ 20. Sedangkan Google Earth Pro yang digunakan untuk penggunaan komersial dijual dengan harga $ 400 per tahun (Anonimus, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-3748097473969629572?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3748097473969629572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3748097473969629572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/citra-google-earth.html' title='Citra Google Earth'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-3643874501064907590</id><published>2009-10-24T18:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T18:47:36.576-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Landsat ETM+</title><content type='html'>Landsat Enhanced Thematic Mapper Plus (ETM+) adalah sensor yang terdapat pada satelit Landsat 7. Landsat 7 diluncurkan pada April 1999 yang datanya dikumpulkan dan didistribusikan oleh United States Geological Survey (USGS). Landsat 7 memiliki kapasitas untuk mengumpulkan dan mentrasmisikan hingga 532 citra setiap harinya. Satelit ini memiliki polar orbit yang sinkron terhadap matahari dengan ketinggian 705 km dari permukaan bumi. Luasan cakupan perekaman Landsat 7 yaitu 183 km selatan-utara dan 183 km timur-barat. Landsat 7 memiliki kemampuan meliput scenes yang sama (revisit oppotunity) setiap 16 hari (NOAA, 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensor Landsat ETM+ yang terpasang pada satelit Landsat 7 memiliki delapan spektral kanal, dimana kanal 1-5 dan kanal 7 memiliki resolusi 30 meter, kanal 6 (thermal infrared) memiliki resolusi 60 meter serta resolusi 15 meter pada kanal 8 (pankromatik). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensor Landsat ETM+ multispektral mampu merekam panjang gelombang 0,450 – 2,35 µm, sedangkan pankromatik 0,52-0,90 µm. Sensor ini adalah sensor pasif yang mengukur radiasi matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Sensor ini memiliki kalibrasi yang sangat baik yaitu 5 persen, yang membuat ETM+ lebih akurat dibandingkan dengan sensor Landsat TM (Anonimus, 2008). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-3643874501064907590?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3643874501064907590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3643874501064907590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/landsat-etm.html' title='Landsat ETM+'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-9139627213652834763</id><published>2009-10-24T18:44:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T18:46:11.493-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SIG'/><title type='text'>Sistem Infomasi Geografis</title><content type='html'>Sistem informasi geografis (SIG) merupakan sistem berbasis komputer yang didesain untuk mengumpulkan, mengelola, memanipulasi, dan menampilkan informasi spasial (keruangan) berupa informasi yang mempunyai hubungan geometrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIG merupakan suatu sistem hasil pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak untuk tujuan pemetaan, sehingga fakta wilayah dapat disajikan dalam sistem berbasis komputer. SIG terdiri dari beberapa komponen yaitu brainware, aplikasi, hardware, software, dan data. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subsistem informasi geografis terdiri dari data masukan (input data), data keluaran (output data), manajemen data serta manipulasi dan analisis data (Sawaki, 2008). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-9139627213652834763?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/9139627213652834763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/9139627213652834763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/sistem-infomasi-geografis.html' title='Sistem Infomasi Geografis'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-2970524432623458057</id><published>2009-10-24T18:43:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T18:44:10.280-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><title type='text'>Penginderaan Jauh dan Pemetaan Terumbu Karang</title><content type='html'>Penginderaan jauh terumbu karang memanfaatkan sifat radiansi elektromagnetik pada daerah spektrum sinar tampak. Spektrum ini dapat menembus air sehingga dapat mendeteksi terumbu karang yang berada di bawah permukaan air. Pada prinsipnya sensor-sensor satelit yang mempunyai kanal pada spektrum sinar biru dan hijau dapat dipergunakan untuk mendeteksi terumbu karang (Susilo, 1997). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin banyaknya sensor penginderaan jauh saat ini, pemetaan sebaran terumbu karang dimungkinkan dapat dilakukan dengan mudah. Keunggulan dalam hal resolusi spasial, resolusi spektral, dan resolusi temporal juga menjadi alasan utama digunakannya data penginderaan jauh. Beberapa data penginderaan jauh yang digunakan dalam pemetaan terumbu karang diantaranya yaitu citra Quickbird, SPOT, Aster, Landsat, Ikonos dan lain sebagainya (Mastra, 2001).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemetaan terumbu karang dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Beberapa metode yang sudah lazim digunakan yaitu algoritma Lyzenga, Standard Exponential, dan SWIM (Shalow Water Image Mapping). Metode yang umum digunakan dalam pemetaan terumbu karang yaitu algortima Lyzenga. Lyzenga menerapkan algoritma pemetaan pada citra Landsat MSS dengan mempertimbangkan efek pantulan dasar dan atenuasi air. Penerapan algoritma ini dimaksudkan untuk mendapatkan citra baru dengan cara menggabungkan dua kanal tampak yang mampu penetrasi ke dalam tubuh air hingga kedalaman tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi obyek material penutup dasar perairan laut dangkal (Priyono, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-2970524432623458057?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2970524432623458057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2970524432623458057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/penginderaan-jauh-dan-pemetaan-terumbu.html' title='Penginderaan Jauh dan Pemetaan Terumbu Karang'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-2992028102363932465</id><published>2009-10-24T18:42:00.001-07:00</published><updated>2009-10-24T18:42:54.294-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Respon Spektrum Tampak Terhadap Tubuh Air</title><content type='html'>Menurut Susilo (1997) pantulan tubuh air dapat terjadi dari interaksi dengan permukaan air, material terlarut di air, atau dasar tubuh air. Sifat penyerapan tenaga oleh air jernih dan air keruh juga berbeda. Pada panjang gelombang kurang dari 0,6 μm, air jernih lebih banyak mentransmisikan tenaga yang datang dan mencapai puncaknya pada saluran biru hingga hijau. Air menyerap radiasi dengan panjang gelombang tampak dan infra merah dekat lebih banyak dari pada radiasi tampak dan panjang gelombang pendek (biru). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saluran tampak yang berada pada panjang gelombang 0,4 μm sampai dengan 0,7 μm terdiri dari saluran biru (0,4 μm s/d 0,5 μm), saluran hijau (0,5 μm s/d 0,6 μm), dan saluran merah (0,6 μm s/d 0,7 μm). Ketiga saluran tersebut mempunyai kemampuan merambat dan respon spektral yang berbeda-beda di dalam tubuh air. Gelombang tampak berwarna biru mempunyai kemampuan merambat yang sangat tinggi, dimana gelombang ini dapat menembus lapisan air sampai kedalaman 100 m (Nybakken, 1992).&lt;span class="fullpost"&gt; Gelombang tampak hijau mempunyai kemampuan rambat yang lebih pendek di dalam tubuh air dibandingkan dengan gelombang tampak biru. Sedangkan gelombang tampak merah merupakan gelombang yang terpendek dalam menembus lapisan kolom air.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di dalam kolom air, gelombang tampak akan mengalami absorbsi maupun transmisi. Apabila gelombang ini berinteraksi dengan materi yang berada di dalam kolom air, maka akan terjadi refleksi yang nilainya akan direkam oleh sensor satelit (Sutrisno, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-2992028102363932465?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2992028102363932465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2992028102363932465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/respon-spektrum-tampak-terhadap-tubuh.html' title='Respon Spektrum Tampak Terhadap Tubuh Air'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4925063055358354332</id><published>2009-10-24T18:40:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T18:45:09.896-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Teknologi Penginderaan Jauh</title><content type='html'>Penginderaan jauh adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala, dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat, tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau gejala yang akan dikaji (Sawaki, 2008). Data penginderaan jauh dapat berupa data digital atau data numerik untuk dianalisis dengan menggunakan komputer. Dalam penginderaan jauh diperoleh data hasil observasi yang disebut citra. Menurut  Sutanto   (1994),   ada  empat  komponen penting  dalam  sistem penginderaan jauh yaitu sumber tenaga elektromagnetik, atmosfir, objek, dan sensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber energi yang digunakan dalam sistem penginderaan jauh adalah matahari dalam bentuk gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang terdiri dari medan listrik dan medan magnet, yang bergerak tegak lurus dengan arah rambat gelombang (Hunt, 1980 dalam Sawaki, 2008).  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang yang sering digunakan dalam sistem penginderaan jauh yaitu spektrum tampak (0,4 - 0,7 µm), infra merah-pantul, infra-merah termal, dan gelombang mikro (Sawaki, 2008). Spektrum yang digunakan merupakan spektrum elektromagnetik yang dapat menembus atmosfir dan mencapai permukaan bumi (Sutanto, 1990).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atmosfir adalah media lintasan gelombang elektomagnetik. Atmosfir mempunyai pengaruh dalam jalannya gelombang elektromagnetik. Pengaruh atmosfir yaitu bersifat selektif terhadap panjang gelombang tertentu sehingga timbul jendela atmosfir. Jendela atmosfir adalah bagian spektrum elektomagnetik yang dapat mencapai bumi (Sutanto, 1992 dalam Sawaki, 2008). Atmosfir sebagai media lintasan gelombang elektomagnetik dapat mempengaruhi hasil perekaman dari sensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensor adalah alat optik yang diletakkan di wahana dan dapat merekam energi matahari yang dipantulkan oleh objek-objek di permukaan bumi. Tiap sensor memiliki kepekaan tersendiri terhadap bagian spektrum elektromagnetik (Sutanto, 1994). Kemampuan sensor untuk merekam gambar terkecil disebut resolusi spasial. Semakin jelas objek yang dapat direkam oleh sensor semakin baik resolusi spasial pada citra. Wahana sebagai kendaraan pembawa sensor dapat berupa pesawat terbang, satelit, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4925063055358354332?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4925063055358354332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4925063055358354332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/penginderaan-jauh-adalah-ilmu-atau-seni.html' title='Teknologi Penginderaan Jauh'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6410587703683596043</id><published>2009-10-24T18:38:00.001-07:00</published><updated>2009-10-24T18:39:53.388-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><title type='text'>Habitat Biotis Laut Dangkal</title><content type='html'>Ada beberapa tipe habitat biotis yang terdapat di sekitar laut dangkal. Tipe habitat laut dangkal memiliki asosiasi biota yang berbeda satu dengan yang lain. Tipe habitat dapat dibedakan ke dalam beberapa kelas-kelas dari hasil interpretasi visual pada citra. Beberapa tipe habitat biotis laut dangkal diuraikan sebagai berikut (NOAA, 2002 dalam Hutauruk dan Sinuraya, 2007) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karang hidup: Substrat ditempati oleh karang hidup pembentuk terumbu dan organisme lain. Habitat pada kategori ini setidaknya memiliki 10% tutupan karang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lamun: Habitat dengan persentase tutupan lamun lebih dari 10 %. Misalnya seperti Halophila sp.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Makro alga: Substrat dengan tutupan spesies alga hijau, merah dan coklat 10% atau lebih. Biasanya terdapat pada zona back reef atau perairan yang lebih dalam pada zona bank/shelf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Alga pembentuk karang (coralline algae): Area dengan tutupan spesies alga dan karang berkerak. Terdapat di sepanjang zona reef crest, perairan dangkal di zona back reef, dan perairan yang agak dangkal di zona bank/shelf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hamparan alga (turf algae): Didiami oleh berbagai jenis alga laut yang didominasi oleh alga berfilamen dan makroalga yang mempunyai thalus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6410587703683596043?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6410587703683596043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6410587703683596043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/habitat-biotis-laut-dangkal.html' title='Habitat Biotis Laut Dangkal'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6974775837869441475</id><published>2009-10-24T18:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T18:39:43.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><title type='text'></title><content type='html'>Ada beberapa tipe habitat biotis yang terdapat di sekitar laut dangkal. Tipe habitat laut dangkal memiliki asosiasi biota yang berbeda satu dengan yang lain. Tipe habitat dapat dibedakan ke dalam beberapa kelas-kelas dari hasil interpretasi visual pada citra. Beberapa tipe habitat biotis laut dangkal diuraikan sebagai berikut (NOAA, 2002 dalam Hutauruk dan Sinuraya, 2007) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karang hidup: Substrat ditempati oleh karang hidup pembentuk terumbu dan organisme lain. Habitat pada kategori ini setidaknya memiliki 10% tutupan karang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lamun: Habitat dengan persentase tutupan lamun lebih dari 10 %. Misalnya seperti Halophila sp.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Makro alga: Substrat dengan tutupan spesies alga hijau, merah dan coklat 10% atau lebih. Biasanya terdapat pada zona back reef atau perairan yang lebih dalam pada zona bank/shelf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Alga pembentuk karang (coralline algae): Area dengan tutupan spesies alga dan karang berkerak. Terdapat di sepanjang zona reef crest, perairan dangkal di zona back reef, dan perairan yang agak dangkal di zona bank/shelf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hamparan alga (turf algae): Didiami oleh berbagai jenis alga laut yang didominasi oleh alga berfilamen dan makroalga yang mempunyai thalus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6974775837869441475?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6974775837869441475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6974775837869441475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/ada-beberapa-tipe-habitat-biotis-yang.html' title=''/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-595434391818335492</id><published>2009-10-24T18:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T18:38:45.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><title type='text'></title><content type='html'>Berdasarkan jarak dari pantai dan keterpaparannya terhadap arus dan gelombang beberapa komunitas dalam ekosistem terumbu karang menempati habitatnya tersendiri. Penggolongan zona secara geomorfologi diuraikan sebagai berikut (Hutauruk dan Sinuraya, 2007):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shoreline intertidal, merupakan wilayah antara rata-rata garis ketinggian air (atau batas antara daratan bila terdapat vegetasi di atas permukaan) dan level surut terendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Reef flat (rataan terumbu), merupakan daerah dangkal paparan terumbu yang rentan terhadap surut. Terletak antara zona intertidal dengan reef crest pada tipe terumbu karang tepi. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Reef crest, merupakan daerah yang rata, yang terdapat antara flat reef dan fore reef. Gelombang pecah (berwarna putih) akan selalu terlihat pada citra pada batas tepi ke arah laut dari zona ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Fore reef, merupakan area lereng dengan kemiringan menuju perairan yang lebih dalam sampai batas bank/shelf ke arah darat. Mempunyai kemiringan yang sangat nyata bila dibandingkan dengan zona bank/shelf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bank/Shelf, merupakan daerah perairan dalam ke arah laut lepas mulai dari batas zona fore reef dengan permukaannya yang cenderung datar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Band/shelf escarpment, merupakan batas dari bank/shelf dimana kedalaman meningkat secara cepat ke arah perairan yang lebih dalam. Zona ini dimulai kira-kira pada kedalaman 20-30 m, mendekati batas kenampakan yang bisa terlihat dari citra secara visual. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-595434391818335492?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/595434391818335492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/595434391818335492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/berdasarkan-jarak-dari-pantai-dan.html' title=''/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6180737837824018840</id><published>2009-10-24T18:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T18:37:18.499-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><title type='text'>Formasi Terumbu Karang</title><content type='html'>Pemahaman mengenai formasi terumbu karang memberikan informasi kecenderungan bentuk pertumbuhan yang mendominasi suatu zona dengan memperhatikan faktor jarak ekosistem terhadap daratan (pulau) ataupun terhadap laut lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari proses geologis terbentuknya terumbu karang dan hubungannya dengan daratan, maka terumbu karang dibagi kedalam empat tipe berdasarkan Subsidence Theory oleh Charles Darwin, yaitu terumbu karang cincin (atol), terumbu karang penghalang (barrier reefs), terumbu karang tepi (fringing reefs) dan terumbu karang pelataran (platform reef). Masing-masing bentuk formasi terumbu karang dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Terumbu karang tepi (Fringing Reef), yaitu terumbu karang yang terdapat di sepanjang pantai dan dalamnya tidak lebih dari 40 meter. Terumbu karang ini tumbuh ke permukaan dan ke arah laut terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Terumbu karang penghalang (Barrier Reefs), berada jauh dari pantai yang dipisahkan oleh goba (lagoon) dengan kedalaman 40 – 70 meter. Umumnya terumbu karang ini memanjang menyusuri pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Atol (atolls), yang merupakan karang berbentuk melingkar seperti cincin yang muncul dari perairan yang dalam, jauh dari daratan dan melingkari gobah yang memiliki terumbu gobah atau terumbu petak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Terumbu pelataran (platform reef), yaitu terumbu yang berbentuk bulat dan atau lonjong, berukuran lebih dari 1 mil. Jika terumbu tersebut berukuran kurang dari 1 mil disebut terumbu paparan (shelf reef, patch reef, hummock reef, bank reef, table reef). Terumbu ini terdapat pada kedalaman antara 20 – 40 meter di paparan benua, terletak merata, dan lebih sering berada pada garis tepi laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6180737837824018840?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6180737837824018840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6180737837824018840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/formasi-terumbu-karang.html' title='Formasi Terumbu Karang'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6572828346382886082</id><published>2009-10-24T18:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T18:36:20.771-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><title type='text'>Kerusakan Terumbu Karang</title><content type='html'>Fenomena alam dan berbagai tindakan destruktif masyarakat dapat mengancam kesehatan maupun keberadaan terumbu karang. Ancaman terhadap terumbu karang dibagi menjadi dua kategori yaitu ancaman bencana alam dan ancaman yang ditimbulkan oleh manusia (Mahmudi, 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan terumbu karang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan perikanan yang bersifat destruktif, seperti penggunaan bahan-bahan peledak, bahan beracun sianida, dan juga aktivitas penambangan karang untuk bahan bangunan, pembuangan jangkar perahu, sedimentasi tanah akibat meningkatnya erosi dari lahan atas, pencemaran perairan yang disebabkan oleh berbagai jenis limbah, tumpahan minyak kapal dan lain sebagainya (Susilo, 1997). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan alam yang menyebabkan kerusakan terumbu karang termasuk diantaranya adalah badai, letusan gunung berapi, sedimentasi, peristiwa El Nino, dan ledakan populasi Acanthaster planci (Mahmudi, 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6572828346382886082?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6572828346382886082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6572828346382886082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/kerusakan-terumbu-karang.html' title='Kerusakan Terumbu Karang'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4588923483190093379</id><published>2009-10-24T18:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T18:35:16.886-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><title type='text'>Pembentukan Terumbu Karang</title><content type='html'>Pembentukan terumbu karang merupakan proses yang lama dan kompleks. Berkaitan dengan pembentukan terumbu karang maka terdapat dua kelompok karang, yaitu karang yang membentuk terumbu (karang hermatipik) dan karang yang tidak dapat membentuk terumbu (karang ahermatipik).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karang hermatifik memiliki kemampuan menghasilkan terumbu dalam volume yang lebih besar karena adanya sel-sel tumbuhan yang bersimbiosis di dalam jaringan karang hermatifik. Karang hermatifik dalam prosesnya bersimbiosis dengan zooxanthellae dan membutuhkan sinar matahari untuk membentuk bangunan dari kapur yang kemudian dikenal reef building coral. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan karang ahermatifik tidak dapat membentuk bangunan kapur sehingga dikenal dengan non–reef building corals yang secara normal hidupnya tidak tergantung pada sinar matahari (Mastra, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan terumbu karang hermatipik dimulai dengan adanya individu karang (polip) yang dapat hidup berkelompok (koloni) ataupun menyendiri (soliter). Karang yang hidup berkoloni dapat membangun rangka kapur dengan berbagai bentuk, sedangkan karang yang hidup sendiri hanya membangun satu bentuk rangka kapur. Gabungan beberapa bentuk rangka kapur tersebut disebut terumbu. Karang hermatifik hanya dapat kita jumpai di daerah tropis, sedangkan karang ahermatifik tersebar di seluruh dunia (COREMAP, 2006).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4588923483190093379?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4588923483190093379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4588923483190093379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/pembentukan-terumbu-karang.html' title='Pembentukan Terumbu Karang'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-575610949547757395</id><published>2009-10-24T18:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T18:33:58.824-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><title type='text'>Definisi Terumbu Karang</title><content type='html'>Terumbu karang merupakan ekosistem yang khas terdapat di daerah tropis yang hidup di dasar perairan.  Pada dasarnya karang merupakan endapan massive kalsium karbonat (kapur) yang diproduksi oleh binatang karang dengan sedikit tambahan dari alga berkapur dan organisme-organisme lain penghasil kalsium karbonat (Sukmara dkk, 2001). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karang adalah hewan tidak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Coelenterata atau lebih khusus lagi ordo Scleractina yang mampu membangun struktur terumbu dari kapur. Organisme yang berperan dalam membentuk terumbu dalam ekosistem terumbu karang adalah alga pembentuk terumbu (coralline algae) moluska, bryozoa, foraminifera, echinodermata, brachiopoda, binatang spons, halimeda dan lain-lain (Susilo, 1997). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kerangkanya binatang karang dibedakan menjadi karang lunak, akar bahar (Gorgonian) dan karang batu. Karang lunak mempunyai struktur tubuh yang lunak, akar bahar memiliki struktur tubuh yang bercabang-cabang seperti pohon, sedangkan karang batu memiliki struktur tubuh besar dan keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-575610949547757395?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/575610949547757395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/575610949547757395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/10/definisi-terumbu-karang.html' title='Definisi Terumbu Karang'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8851013387227286604</id><published>2009-06-16T19:20:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T11:32:30.101-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><title type='text'>Struktur Kolam air deras</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Kolam air deras (raceway) adalah kolam yang didesain untuk memungkinkan terjadinya&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;aliran air (flowthrough) dalam pemeliharaan ikan dengan padat penebaran yang tinggi. Aliran air yang melimpah dan relatif deras serta kaya oksigen ini penting untuk suplai oksigen dalam respirasi ikan dan membuang(flushing out) limbah metabolisme terutama ammonia. Debit air di kolam air deras dapat ditentukan dengan patokan setiap 10 menit seluruh air kolam sudah berganti semua. Sebagai contoh bila ukuran kolam air deras (volume air) adalah 30 m3 maka dengan patokan tersebut debit air yang dibutuhkan kolam tersebut adalah 30 m3/10 menit atau 50 l/detik. Bila dibandingkan dengan kolam air tenang yang berdebit air hanya 0,5-5,1 l/detik maka debit kolam air deras bisa 10-100 kali kolam air tenang.  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen kolam air deras sama dengan kolam air tenang, yakni meliputi pematang/dinding kolam, dasar pintu, pintu air masuk, pintu air keluar, saluran pembuangan, dan saluran pemasukan. Fungsi setiap komponen tersebut sama dengan kolam air tenang. Demikian pula sistem distribusi dan drainase airnya. Mengingat sifat aliran yang relatif deras tersebut maka desain kolam air deras umumnya memanjang seperti saluran , dengan panjang 5-10 mm, lebar 2-4 m dan kedalaman 1-2 m. Dengan sifat aliran demikian maka dinding dan dasar kolam air deras biasanya terbuat dari beton. Kolam air deras bisa juga terbuat dari tanah, tetapi dinding atau pematang dan dasar kolam harus dilapisi plastik untuk mencegaj tergerusnya dinding tersebut oleh aliran air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memungkinkan terjadinya aliran air secara gravitasi di dalam badan koalm, harus terdapat perbedaan ketinggian antara sumber air dan dasar kolam atau dasar saluran pembuangan setinggi ketinggian air di dalam kolam (biasanya sekitar 1-1,5 m) oleh karena itu kolam air deras umumnya dibangun di daerah yang mempunyai sungai jeram atau sungai di dataran tinggi. Sungai tersebut umumnya memiliki perbedaan ketinggian muka air yang relatif besar antara titik pada jarak tertentu di dalam badan sungai. Kolam air deras bisa juga dibangun di dekat sungai di dataran rendah sebagai sumber airnya. Untuk menciptakan ketinggian maka sungai tersebut dibendung dengan dam. Aliran air yang deras di kolam air deras bisa juga diciptakan dengan bantuan pompa. Air diangkat dengan menggunakan pompa, kemudian digelontorkan di dalam kolam sehingga tercipta aliran yang relatif deras. Kolam air deras dengan cara demikian tentunya membutuhkan biaya oprasional yang tinggi sehiungga harus disesuaikan dengan nilai komoditas yang diusahakan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8851013387227286604?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8851013387227286604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/struktur-kolam-air-deras.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8851013387227286604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8851013387227286604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/struktur-kolam-air-deras.html' title='Struktur Kolam air deras'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-1486491466925212965</id><published>2009-06-16T19:13:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T11:36:32.898-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alat Tangkap'/><title type='text'>Selektivitas, Ukuran Mata jaring, Keuntungan, Serta Bahan dan Ketegangan Rentang Jaring Insang</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selektivitas Jaring Insang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gillnet atau Jaring insang bersifat selektif terhadap ikan-ikan berukuran besar (tidak menangkap ikan yang berukuran terlalu kecil atau terlalu besar). Gill net memiliki ukuran mata jaring yang sama atau seragam. Ada beberapa cara dimana ikan tertangkap oleh gill net. Misalnya ikan terjerat tepat di belakang mata, terjerat di belakang tutup insang, terjerat pada bagian di dekat sirip punggung serta terbelit atau terpuntal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ukuran mata jaring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdapat kecenderungan bahwa suatu mesh size mempunyai sifat untuk menjerat ikan hanya pada ikan-ikan yang besarnya tertentu batas-batasnya. Dengan perkataan lain, gill net akan bersikap selektif terhadap besar ukuran dari catch yang diperoleh. Oleh sebab itu untuk mendapatkan catch yang besar jumlahnya pada pada suatu fishing ground, hendaklah mesh size disesuaikan besarnya dengan besar badan ikan yang jumlahnya terbanyak pada fishing ground tersebut. Berdasarkan SK. Menteri Pertanian No. 607/KPB/UM/9/1976 butir 3, menyatakan bahwa mata jaring di bawah 25 mm dengan toleransi 5% dilarang untuk dioperasikan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prospektif dan Keuntungan Penggunaan Gillnet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prospektif gill net di Indonesia sangat baik, hal ini dikarenakan secara kuantitatif, jumlahnya cukup besar di Indonesia. Hal-hal yang mempengaruhi besarnya bottom gill net secara kuantitatif di Indonesia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Bahan dasar (material) pembuatan bottom gill net mudah diperoleh.&lt;br /&gt; 2. Proses pembuatan bottom gill net mudah.&lt;br /&gt; 3. Harganya relatif murah.&lt;br /&gt; 4. Fishing method dari bottom gill net mudah.&lt;br /&gt; 5. Biaya relatif murah sehingga dapat dimilliki oleh siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahan Jaring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Supaya ikan mudah dapat terjerat pada mata jaring, maka bahan jaring harus dibuat sebaik mungkin. Bahan atau twine yang paling banyak digunakan adalah yang terbuat dari syntetis. Twine yang dipergunakan hendaklah “lembut tidak kaku, pliancy, suppleness”. Dengan demikian maka twine yang digunakan adalah cotton, hennep, linen, amylan, nylon, kremona, dan lain-lain sebagainya, dimana twine ini mempunyai fibres yang lembut. Bahan-bahan dari manila hennep, sisal, jerami dan lain-lain yang fibres-nya keras tidak digunakan. Untuk mendapatkan twine yang lembut, ditempuh cara yang antara lain dengan memperkecil diameter twine ataupun jumlah pilin per-satuan panjang dikurangi, ataupun bahan-bahan celup pemberi warna ditiadakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketegangan rentangan tubuh jaring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud rentangan disini ialah baik rentangan ke arah lebar demikian pula rentangan ke arah panjang. Ketegangan rentangan ini, akan mengakibatkan terjadinya tension baik pada float line ataupun pada tubuh jaring. Dengan perkataan lain, jika jaring direntang terlalu tegang maka ikan akan sukar terjerat, dan ikan yang telah terjeratpun akan mudah lepas. Ketegangan rentangan tubuh jaring akan ditentukan terutama oleh bouyancy dari float, berat tubuh jaring, tali temali, sinking force dari sinker dan juga shortening yang digunakan. Supaya ikan-ikan mudah terjerat (gilled) pada mata jaring dan juga supaya ikan-ikan tersebut setelah sekali terjerat pada jaring tidak akan mudah terlepas, maka pada jaring perlulah diberikan shortening yang cukup.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-1486491466925212965?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/1486491466925212965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/selektivitas-ukuran-mata-jaring.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1486491466925212965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1486491466925212965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/selektivitas-ukuran-mata-jaring.html' title='Selektivitas, Ukuran Mata jaring, Keuntungan, Serta Bahan dan Ketegangan Rentang Jaring Insang'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6158332952113831025</id><published>2009-06-16T19:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T11:38:15.609-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alat Tangkap'/><title type='text'>Komponen dan Pengoperasian Jaring Insang (Gill net)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komponen jaring insang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jaring insang merupakan alat penangkap ikan berbentuk lembaran jaring empat persegi dengan panjang yang mempunyai ukuran mata jaring merata. Lembaran jaring dilengkapi dengan sejumlah pelampung yang dipasang pada bagian atas dan sejumlah pemberat yang dipasang pada bagian bawah jaring. Komponen jaring insang terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Tali pelampung (float line). Seutas tali yang dipergunakan untuk menempatkan dan mengikatkan pelampung.&lt;br /&gt; 2. Pelampung (float). Sesuatu benda yang mempunyai daya apung dan dipasang pada jaring bagian atas berfungsi sebagai pengapung jaring.&lt;br /&gt; 3. Tali penguat atas (upper selvadge line). Seutas tali yang terletak di antara tali pelampung dengan tali ris atas berfungsi sebagai penguat tali jaring bagian atas.&lt;br /&gt; 4. Tali ris atas (head rope). Seutas tali yang dipergunakan untuk menggantungkan tubuh jaring.&lt;br /&gt; 5. Serampat atas (upper selvadge). Serampat atas adalah lembaran jaring yang terpasang di atas tubuh jaring berfungsi sebagai penguat tubuh jaring bagian atas.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; 6. Tubuh jaring (net body). Lembaran jaring yang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran mata jaring (mesh size) yang merata atau sama/seragam.&lt;br /&gt; 7. Serampat bawah (lower selvadge). Lembaran jaring yang terpasang di bawah tubuh jaring berfungsi sebagai penguat tubuh jaring bagian bawah.&lt;br /&gt; 8. Tali ris samping (side line). Seutas tali yang dipasang pada sisi-sisi tubuh jaring berfungsi sebagai pembatas tinggi jaring insang.&lt;br /&gt; 9. Tali ris bawah (ground rope). Seutas tali yang dipergunakan untuk membatasi gerakan jaring ke arah samping.&lt;br /&gt;10. Tali penguat bawah (lower selvadge line). Seutas tali yang terletak di antara tali ris bawah dengan tali pemberat berfungsi sebagai penguat tali jaring bagian bawah.&lt;br /&gt;11. Tali pemberat (sinker line). Seutas tali yang dipergunakan untuk menempatkan dan mengikatkan pemberat.&lt;br /&gt;12. Pemberat (sinker). Benda yang mempunyai daya tenggelam dan dipasang pada jaring bagian bawah, berfungsi sebagai penenggelam jaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengoperasian Jaring Insang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengoperasian jaring insang dilakukan secara pasif. Setelah diturunkan ke perairan, alat dibiarkan, umumnya berlangsung selama 2-3 jam. Jaring biasanya dipasang berlawanan dengan arah arus sehingga ikan ikan terjerat ketika mengikuti arah arus. Kadang digunakan kayu untuk memukul pemukaan air sehingga ikan di permukaan bergerak ke arah jaring (dilakukan pada jaring permukaan). Selanjutnya dilakukan pengangkat jaring sambil melepaskan ikan hasil tangkapan ke perahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengoperasian jaring insang di suatu kawasan pada siang hari, dilengkapi dengan pelampung tanda sedangkan untuk yang diperasikan pada malam hari, maka pelampung tanda dilengkapi dengan cahaya (light bouy) atau pelampung cahaya yang bertujuan agar kapal atau perahu yang akan lewat bisa menghindari alat tangkap yang dipasang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6158332952113831025?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/6158332952113831025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/komponen-dan-pengoperasian-jaring.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6158332952113831025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6158332952113831025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/komponen-dan-pengoperasian-jaring.html' title='Komponen dan Pengoperasian Jaring Insang (Gill net)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8687257861344540482</id><published>2009-06-16T19:05:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T11:57:30.613-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Jenis Ikan Pelagis, Potensinya dan Penangkapannya di Indonesia</title><content type='html'>Di Indonesia sumberdaya ikan pelagis diduga merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang paling melimpah (Merta, dkk, 1998) dan paling banyak ditangkap untuk dijadikan konsumsi masyarakat Indonesia. Ikan pelagis umumnya hidup di daerah neritik dan membentuk schooling juga berfungsi sebagai konsumen antara dalam food chain (antara produsen dengan ikan-ikan besar) sehingga perlu upaya pelestarian&lt;br /&gt;Sumberdaya ikan pelagis dibagi berdasarkan ukuran, yaitu Ikan Pelagis Besar seperti kelompok Tuna (Thunidae) dan Cakalang (Katsuwonus pelamis), kelompok Marlin (Makaira sp), kelompok Tongkol (Euthynnus spp) dan Tenggiri, sedangkan ikan pelagis kecil terdiri dari (Scomberomorus spp), Selar (Selaroides leptolepis) dan Sunglir (Elagastis bipinnulatus), kelompok Kluped seperti Teri (Stolephorus indicus), Japuh (Dussumieria spp), Tembang (Sadinella fimbriata), Lemuru (Sardinella Longiceps) dan Siro (Amblygaster sirm), dan kelompok Skrombroid seperti Kembung (Rastrellinger spp) (aziz et al. 1988).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Pelagis umumnya merupakan filter feeder, yaitu jenis ikan pemakan plankton dengan jalan menyaring plankton yang masuk untuk memilih jenis plankton yang disukainya ditandai oleh adana tapis insang yang banyak dan halus. Lain halnya denga selar yang termasuk ikan buas, makanannya ikan-ikan kecil dan krustasea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada siang hari ikan pelagis kecil berada di dasar perairan membentuk gerombolan yang padat dan kompak (shoal), sedangkan pada malam hari naik ke permukaan membentuk gerombolan yang menyebar (scatted). Ikan juga dapat muncul ke permukaan pada siang hari, apabila cuaca mncung disertai hujan gerimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran ikan pelagis di Indonesia merata di seluruh perairan, namun ada beberapa yang dijadikan sentra daerah penyebaran seperti Lemuru (Sardinella Longiceps) banyak tertangkap di Selat Bali, Layang (Decapterus spp) di Selat Bali, Makassar, Ambon dan Laut Jawa, Kembung Lelaki (Rastrelinger kanagurta) di Selat Malaka dan Kalimantan, Kembung Perempuan (Rastrelinger neglectus) di Sumatera Barat, Tapanuli dan Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan pelagis dapat ditangkap dengan berbagai alat penangkap ikan seperti puese seine atau pukat cincin, jaring insang, payang, bagan dan sero. Potensi ikan pelagis di perairan Indonesia adalah 3,2 juta ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan 46,59 % sehingga peluang untuk pengembangannya masih 43,41% namun pemanfaatannya harus diperhatikan lokasi penangkapannya karena penangkapan ikan pelagis di Indonesia sebagian besartelah memperlihatkan tingkat penguasaan yang berlebih seperti di Laut Jawa dab Selat Malaka kecuali untuk Laut Arafura dan Laut Sulawesi serta Samudera Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8687257861344540482?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8687257861344540482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/jenis-ikan-pelagis-potensinya-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8687257861344540482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8687257861344540482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/jenis-ikan-pelagis-potensinya-dan.html' title='Jenis Ikan Pelagis, Potensinya dan Penangkapannya di Indonesia'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-316311477399350100</id><published>2009-06-16T19:05:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T12:01:01.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Damersal'/><title type='text'>Jenis Ikan Damersal dan Potensinya di Indonesia</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Ikan demersal adalah jenis-jenis ikan yang sebagian besar dari siklus kehidupannya berada di dekat dasar perairan. Jenis-jenisnya di perairan Paparan Sunda sekitar 50 famili atau lebih dari 100-an spesies, sehingga perikanan demersal di wilayah tropis bersifat multispesies. Ikan demersal biasanya ditangkap dengan alat tangkap seperti, trawl, rawai dasar, jaring insang dasar, jaring klitik/trammel, dan bubu.&lt;p&gt;Ikan Demersal adalah ikan yang umumnya hidup di daerah dekat dasar perairan, ikan demersal umumnya berenang tidak berkelompok (soliter). Sumberdaya ikan demersal terbagi dua berdasarkan ukuran yaitu Ikan Demersal Besar seperti kelompok kerapu (Grouper) dan kakap (Snaper). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan demersal ekonomis penting yang paling umum antara lain adalah kakap merah, bawal putih, manyung, kuniran, gulamah, layur dan peperek. Ikan demersal ekonomis seperti layur mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi. Walaupun tidak seperti kakap yang mahal, tetapi ikan layur cukup banyak dijumpai di tempat – tempat pelelangan ikan maupun di pasar – pasar tradisional. Secara ekologis udang merupakan sumber daya demersal. Karena posisinya sebagai komoditas ekspor perikanan yang penting upaya pengkajian stoknya biasanya dilakukan secara terpisah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Potensi ikan damersal adalah 1,79 juta ton. Potensi penangkapan ikan demersal di perairan ZEE sebelah selatan Jawa adalah sekitar 42.562 ton per tahun dan di perairan ZEE barat Sumatera sekitar 8293 ton per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran ikan demersal laut dalam lebih tinggi pada perairan yang lebih dalam (antara 750 - 1000 m) dibandingkan dengan perairan yang lebih dangkal (antara 200 - 500 m). Tim Ekspedisi Ikan Laut Dalam 2005 dari Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) menemukan 529 spesies baru ikan demersal, yang hidup di lautan dalam. Spesies baru yang ditemukan terdiri dari 415 jenis ikan, 68 jenis udang dan kepiting serta 46 jenis cumi dan binatang laut lainnya. Eksploitasi ikan demersal yang sudah berlangsung lama di Indonesia, membuat indeks kelimpahan stok terus menurun dari tahun ke tahun. Tanpa upaya pengendalian dan perbaikan, ikan demersal bisa punah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-316311477399350100?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/316311477399350100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/jenis-ikan-damersal-dan-potensinya-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/316311477399350100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/316311477399350100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/jenis-ikan-damersal-dan-potensinya-di.html' title='Jenis Ikan Damersal dan Potensinya di Indonesia'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-595591608735057497</id><published>2009-06-16T19:02:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T11:59:40.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangrove'/><title type='text'>Luas Hutan, Jenis Spesies dan Kerusakan Mangrove di Indonesia</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Luas Hutan Mangrove di Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan luas mangrove di seluruh dunia sangat beragam. Beberapa peneliti seperti Lanly (dalam Ogino &amp;amp; Chihara, 1988) menyebutkan bahwa luas mangrove di seluruh dunia adalah sekitar 15 juta hektar, sedangkan Spalding, dkk (1997) menyebutkan 18,1 juta hektar, bahkan Groombridge (1992) menyebutkan 19,9 juta hektar. Untuk kawasan Asia, luas mangrove diperkirakan antara 32 % (Thurairaja, 1994) sampai 41.5% (Spalding, dkk, 1997) mangrove dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia perkiraan luas mangrove juga sangat beragam. Giesen (1993) menyebutkan luas mangrove Indonesia 2,5 juta hektar, Dit. Bina Program INTAG (1996) menyebutkan 3.5 juta hektar dan Spalding, dkk (1997) menyebutkan seluas 4,5 juta hektar. &lt;span class="fullpost"&gt;Dengan areal seluas 3,5 juta hektar (dalam buku panduan ini), Indonesia merupakan tempat mangrove terluas di dunia (18 - 23%) melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 juta ha) (Spalding, dkk, 1997). Umumnya mangrove dapat ditemukan di seluruh kepulauan Indonesia. Mangrove terluas terdapat di Irian Jaya sekitar 1.350.600 ha (38%), Kalimantan 978.200 ha (28 %) dan Sumatera 673.300 ha (19%) (Dit. Bina Program INTAG, 1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Spesies Mangrove di Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari 50 jenis mangrove sejati yang ada di dunia, setidaknya tercatat 40 jenis berada di Indonesia, sedangkan 162 jenis adalah mangrove ikutan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman jenis mangrove yang paling tinggi di dunia. Vegetasi hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi dengan jumlah jenis tercatat sebanyak 202 jenis yang terdiri atas 89 jenis pohon, 5 jenis palem, 19 jenis liana, 44 jenis epifit, dan 1 jenis sikas (Bengen, 2002). Di Indonesia sendiri, terdapat perbedaan dalam hal keragaman jenis mangrove antara satu pulau dengan pulau lainnya. Dari 202 jenis mangrove yang telah diketahui, 166 jenis terdapat di Jawa, 157 jenis di Sumatera, 150 jenis di Kalimantan, 142 jenis di Irian Jaya, 135 jenis di Sulawesi, 133 jenis di Maluku dan 120 jenis di Kepulauan Sunda Kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kerusakan Hutan Mangrove&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa pembangunan yang mengakibatkan kerusakan dan peralihan peruntukan lahan mangrove telah terjadi di mana-mana. Kegiatan pembangunan utama yang memberikan sumbangan terbesar terhadap menurunnya luas areal mangrove di Indonesia adalah pengambilan kayu untuk keperluan komersial serta peralihan peruntukan untuk tambak dan areal pertanian serta eksploatasi berlebihan oleh masyarakat.Disadari bahwa kerusakan mangrove telah terjadi diberbagai daerah di Indonesia akibat aktivitas manusia. Untuk itu telah dibuat 22 buah peraturan yang berkaitan dengan pengelolaan mangrove di Indonesia. Peraturan-peraturan tersebut umumnya menyoroti hubungan antara sektor kehutanan dan sektor perikanan serta mengenai jalur hijau. Berkaitan dengan konservasi, peraturan yang paling relevan nampaknya adalah Kepres No. 32 Tahun 1990 mengenai areal lindung, Undang-undang No. 5 Tahun 1990 mengenai perlindungan sumber daya hayati dan ekosistemnya dan Undang-undang No. 22 Tahun 1999 mengenai pemerintahan daerah. UU yang terakhir ini memberikan wewenang yang besar kepada daerah untuk melakukan pengelolaan dan pelestarian mangrove.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-595591608735057497?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/595591608735057497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/luas-hutan-jenis-spesies-dan-kerusakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/595591608735057497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/595591608735057497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/luas-hutan-jenis-spesies-dan-kerusakan.html' title='Luas Hutan, Jenis Spesies dan Kerusakan Mangrove di Indonesia'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-5826960177191015482</id><published>2009-06-16T18:57:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T17:46:29.558-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><title type='text'>Siklus Hidup, Larva, Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Siklus Hidup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Periode pertumbuhan ikan baramundi adalah 2 hingga 3 tahun dalam air payau seperti di sungai dan danau yang bermuara pada lautan (FAO, 2007). Hal ini dapat menghasilkan tingkat pertumbuhan yang cepat, dimana sering mencapai bobot 3-5 kg dalam 2-3 tahun. Ikan dewasa (3 hingga 4 tahun) bermigrasi ke muara sungai dari aliran hulu hingga ke lautan dimana salinitas berkisar antara 30–32 ppt untuk pematangan gonad dan bertelur (spawning). Ikan baramundi bertelur menurut siklus lunar (biasanya pada awal bulan baru atau bulan penuh) atau 1800–2000 jam dan biasanya selaras dengan gelombang yang datang. Hal ini menyebabkan telur-telur dan penetasan (hatchlings) dialirkan ke air payau. Disini perkembangan larva berlangsung, dan setelah itu mereka bermigrasi lebih lanjut ke aliran hulu untuk pertumbuhan lebih lanjut. Saat ini belum diketahui apakah ikan bermigrasi ke hulu atau menghabiskan waktunya di lingkungan perairan laut (Gambar 2).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smith (1965) dalam FAO (2007) mencatat bahwa beberapa ikan baramundi meluangkan seluruh waktu hidupnya pada lingkungan air payau dimana ikan-ikan berkembang hingga panjang 65 cm dan berat tubuh 19,8 kg. Gonad dari jenis ikan-ikan ini biasanya tidak berkembang. Pada perairan laut, ikan baramundi yang mencapai panjang 1,7 m tercatat di wilayah Australia-Indonesia. (Weber dan Beaufort 1936 dalam Anonimous, 2007).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Larva&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Larva yang baru ditetasi memiliki panjang total 1,21 hingga 1,65 mm dengan rata-rata 1,49 mm (FAO, 2007). Rata-rata panjang kantong kuning telur 0,86 mm. Pigmentasi awal tidak seragam, mata, saluran pencernaan, kloaka dan sirip kaudal transparant. Tiga hari setelah menetas, sebagian besar kuning telur diserap dan butir minyak berkurang hingga ukuran yang tidak signifikan. Pada tahap ini, mulut terbuka dan rahang mulai bergerak saat larva mulai makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat kurang lebih 2 tahap pigmentasi pada larva ikan baramundi (FAO, 2007). Pada umur 10-12 sesudah penetasan, pigmentasi larva tampak abu-abu gelap atau hitam. Tahap kedua terjadi antara umur 25-30 hari dimana larva berkembang menjadi anakan. Pada tahap ini, pigmentasi berubah menjadi warna perak. Diamati bahwa hanya anakan yang sehat pada tahap ini berenag secara aktif. Mereka selalu berwarna terang. Larva yang tidak sehat berwarna gelap atau berwarna tubuh hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertumbuhan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tingkat pertumbuhan ikan baramundi mengikuti kurva normal sigmoid, yaitu lambat pada tahap awal namun menjadi lebih cepat saat ikan mencapai bobot 20-30 gr, dan kemudian menjadi lebih lambat kembali saat ikan berbobot 4 kg (FAO, 2007).&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Perkembangan embrio&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pembelahan sel awal terjadi 35 menit sesudah fertilisasi (FAO, 2007). Pembelahan sel berlanjut setiap 15 hingga 25 menit dan perkembangan telur hingga tahap multi sel berlangsung dalam 3 jam. Perkembangannya melewati tahap blastula, gastrula, neurola and embryonic. Perkembangan embryonik mulai berlangsung sekitar 15 jam dan penetasan berlangsung sekitar 18 jam sesudah fertilisasi pada suhu 28–30°C dan salinitas 30–32 ppt. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-5826960177191015482?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/5826960177191015482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/siklus-hidup-larva-pertumbuhan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5826960177191015482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5826960177191015482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/siklus-hidup-larva-pertumbuhan-dan.html' title='Siklus Hidup, Larva, Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-9169264584878309333</id><published>2009-06-16T18:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T17:47:47.189-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><title type='text'>Penentuan Kelamin, Kematangan Seksual serta Fekunditas dan Pemijahan Ikan Kakap Putih</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Penentuan Kelamin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Identifikasi jenis kelamin ikan sulit kecuali saat musim bertelur. Terdapat beberapa karakter dimorfis yang menunjukkan karakter kelamin&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Moncong dari ikan baramundi jantan berbentuk agak membengkok sedangkan betina lurus. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jantan memiliki tubuh lebih langsing disbanding betina. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berat ikan betina lebih besar dari pada ikan jantan dengan ukuran yang sama. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sisik dekat anus dari ikan jantan lebih tebal daripada ikan betina selama musim bertelur. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam musim bertelur, perut betina agak lebih buncit dari pada jantan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kematangan Seksual&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap kehidupan awal (1,5 –2,5 kg bobot badan) sebagian besar ikan baramundi terlihat berkelamin jantan, namun saat bobot tubuh menjadi 4 – 6 kg ikan baramundi berubah menjadi betina (FAO, 2007). Sesudah bertumbuh selama 3 – 4 tahun pada kelompok umur ikan baramundi yang sama, maka kedua kelamin jantan dan betina dapat dijumpai dan dapat diidentifikasi seperti di atas. Pada ikan betina yang dewasa, diameter oocyst biasanya berkisar antara 0,4 – 0,5 mm.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fekunditas dan Pemijahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fekunditas ikan baramundi berkaitan dengan ukuran dan bobot ikan (FAO, 2007). Contoh gonad yang diperoleh dari 18 betina, bobot tubuh bervariasi antara 5,5 – 11 kg menghasilkan 2,1 kg ikan yang memiliki 7,5 juta telur ikan; 19 kg ikan memiliki 8,5 juta telur ikan; dan 22 kg ikan memiliki 17 juta telur. Ikan baramundi bertelur sepanjang tahun (Kungvankij, 1984) dan musim puncaknya terjadi pada bulan April – Agustus dan sejumlah besar anakan (ukuran 1 cm) dapat dikumpul dalam bulan Mei – Agustus (Bhatia and Kungvankij 1971).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan pada aktifitas pemijahan dalam kontainer, ikan jantan dan betina dewasa terpisah dari kelompok dan berhenti makan kurang lebih seminggu sebelum memijah. Saat betina mencapai kematangan penuh, terdapat peningkatan dalam aktifitas bermain pada ikan jantan. Ikan jantan dan betina yang dewasa kemudian lebih sering berenang bersama dekat permukaan air saat waktu mendekati musim pemijahan. Ikan secara terus menerus bertelur di kontainer selama 7 hari. Spawning terjadi pada petang hari dari jam 18.00-22.00.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-9169264584878309333?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/9169264584878309333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/penentuan-kelamin-kematangan-seksual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/9169264584878309333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/9169264584878309333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/penentuan-kelamin-kematangan-seksual.html' title='Penentuan Kelamin, Kematangan Seksual serta Fekunditas dan Pemijahan Ikan Kakap Putih'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-1887220516045866065</id><published>2009-06-16T18:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T17:49:19.253-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Ikan'/><title type='text'>Taksonomi,  Morfologi, Distribusi Geografi dan Ekologi Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Taksonomi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ikan baramundi dikelompokkan dalam klasifikasi taksonomi berikut ini (FAO, 2007):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filum : Chordota&lt;br /&gt;Sub-filum : Vertebrata&lt;br /&gt;Kelas : Pisces&lt;br /&gt;Sub-kelas : Teleostomi&lt;br /&gt;Ordo : Percomorphi&lt;br /&gt;Famili : Centropomidae&lt;br /&gt;Genus : Lates&lt;br /&gt;Spesies : Lates calcarifer (Bloch)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karakter Morfologi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Badan ikan baramundi memiliki tubuh memanjang dan padat (FAO, 2007). Kepala menjorong, dengan profil dorsal yang cekung menjadi cembung di depan sayap dorsal. Mulut besar, rahang atas panjang hingga mencapai belakang mata; gigi villiform, tidak dijumpai gigi canine. Tulang keras pada tepi bawah dari preoperculum; operculum dengan tulang kecil dan dengan sirip bergerigi di atas garis lateral. &lt;span class="fullpost"&gt;Sirip dorsal dengan 7 hingga 9 tulang dan 10 hingga 11 sirip lunak; duri tulang sangat dalam yang terbagi penuh dari bagian sirip lunak; sirip pectoral pendek dan bulat; bergerigi keras dio atas dasarnya; sirip dorsal dan anal memiliki lembaran yang bersisik. Sirip anal bulat, dengan 3 tulang duri dan 7–8 sisik lunak; Sirip caudal bulat. Sisik besar ctenoid (kasar bila disentuh). Warna dasar tubuh coklat olive di atas dengan sisi samping. Di lingkungan perairan laut dan air payau perutnya berwarna keperakan dan berwarna coklat emas (biasanya saat masih muda), sedangkan saat dewasa berwarna biru-hijau atau abu-abu di atas dan keperakan di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Distribusi Geografi dan Ekologi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ikan baramundi secara luas tersebar di wilayah tropika dan sub tropika Pasifik Barat dan Lautan Hindia, di antara 50°E - 160°W, 24°N – 25°S. Ikan ini terdapat khusunya pada bagian Utara Asia, Utara Australia, Barat hingga Timur Africa (FAO 1974 dalam FAO, 2007). Ikan baramundi merupakan spesies ikan euryhaline dan katadromous. Ikan dewasa ditemukan di muara sungai, danau atau laguna dimana salinitas dan kedalaman berkisar antara 30–32 ppt dan 10–15m, berturut-turut. Larva yang baru menetas (umur 15–20 hari atau 0.4–0.7cm) tersebar antara garis pantai hingga payau, sedangkan larva ukuran 1-cm dijumpai di badan air payau seperti ladang padi/sawah, danau, dll. (Bhatia and Kungvankij 1971 dalam FAO 2007). Di bawah kondsi alam, ikan baramundi tumbuh dalam air payau dan bermigrasi ke air laut untuk memijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-1887220516045866065?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/1887220516045866065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/taksonomi-morfologi-distribusi-geografi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1887220516045866065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1887220516045866065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/taksonomi-morfologi-distribusi-geografi.html' title='Taksonomi,  Morfologi, Distribusi Geografi dan Ekologi Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-7593420917545399671</id><published>2009-06-16T18:40:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T17:52:36.931-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi Laut'/><title type='text'>Sasi Laut Sebagai Bentuk Kearifan Lokal</title><content type='html'>Sasi yang dilakukan oleh masyarakat memuat prinsip-prinsip kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi ideologi, ekonomi, politik, budaya, dan sosial. Menurut Tuhumuri (2004) keberagaman sistem-sistem lokal yang ada di Indonesia seperti sasi secara umum bisa dibagi dalam beberapa prinsip-prinsip kearifan lokal yang dipraktekan oleh komunitas-komunitas masyarakat adat, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Ketergantungan manusia dengan alam yang mengharuskan keselarasan hubungan dimana manusia merupakan bagian dari alam sehingga perlu dijaga keseimbangannya.&lt;br /&gt;  * Pengusaaan atas wilayah adat tertentu bersifat eksklusif sebagai hak penguasaan dan /atau kepemilikan bersama komunitas atau kolektif yang dikenal sebagai wilayah adat sehingga mengikat semua warga dalam menjaga dan mengelola wilayahnya untuk keadilan dan kesejahteraan bersama serta mengamankannya dari eksploitasi pihak luar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  * Sistem pengetahuan dan struktur pengaturan (pemerintahan) adat memberikan kemampuan untuk mencari solusi terhadap masalah-masalah yang mereka hadapi dalam pemanfaatan sumberdaya.&lt;br /&gt;  * Sistem alokasi dan penegakan hukum adat untuk mengamankan sumberdaya milik bersama dari ekploitasi yang berlebihan, baik oleh masyarakat itu sendiri maupun oleh orang luar komunitas&lt;br /&gt;  * Mekanisme pemerataan distribusi hasil panen sumberdaya alam milik bersama yang mampu mengatasi kecemburuan sosial dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip ini berkembang secara evolusioner sebagai akumulasi dari temuan-temuan pengalaman masyarakat adat selama ratusan tahun. Karenanya, prinsip-prinsip ini pun bersifat multi-dimensional dan terintegrasi dalam sistem religi, struktur sosial, hukum dan pranata atau institusi masayarakat adat yang bersangkutan (Panjaitan, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasi memuat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat yang terkandung dalam kelembagaan sasi. Kearifan lokal tersebut dapat dilihat dari penentuan waktu sasi, peraturan penangkapan berdasarkan spesies, pengaturan berdasarkan alat tangkap serta sanksi apabila sasi dilanggar. Menurut Zulhaeni (2006) nilai kearifan dalam masyarakat tanpa disadari muncul dalam kehati-hatian mereka memanfaatkan apa yang ada di alam untuk menunjang kelangsungan hidup, dan generasi masa depan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-7593420917545399671?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/7593420917545399671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/sasi-laut-sebagai-bentuk-kearifan-lokal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7593420917545399671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7593420917545399671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/sasi-laut-sebagai-bentuk-kearifan-lokal.html' title='Sasi Laut Sebagai Bentuk Kearifan Lokal'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-3739257784574200179</id><published>2009-06-16T18:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T17:54:20.027-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi Laut'/><title type='text'>Sasi Sebagai Model Hak Ulayat Laut</title><content type='html'>Sasi laut merupakan model pengelolaan yang tergolong teritorial use rights atau hak ulayat. Adanya hak kepemilikan laut oleh masyarakat tradisional, menuntut mereka untuk bertanggung jawab terhadap pengelolaan laut. Hak ulayat laut merupakan tatanan sosial yang mengatur pemanfaatan sumberdaya laut yang lebih arif sehingga terhindar dari eksploitasi yang berlebihan. Hal ini disebabkan karena hak ulayat laut mengatur jenis alat tangkap dan musim tangkap. Hak ulayat laut merupakan sistem manajemen sumberdaya laut secara tradisional yang telah dikembangkan oleh masyarakat pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasi memberikan arti bahwa adanya hak pengelolaan tertentu terhadap suatu sumberdaya oleh suatu komunitas di sekitar wilayah perairan, sementara komunitas di luar wilayah tersebut dilarang melakukan kegiatan perikanan di wilayah pemberlakuan sasi. Meski demikian aturan main yang ditetapkan tidak serta merta melarang nelayan luar masuk ke wilayah perairan sasi. Adakalanya larangan berlaku bagi komunitas pemegang sasi untuk beroperasi. &lt;span class="fullpost"&gt;Selama ini hak ulayat laut seperti sasi banyak dikaitkan dengan aspek ekologi, namun sebenarnya hal tersebut juga berkaitan dengan proses dalam dimensi sosial, politik, budaya ekonomi dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pengelolaan sumberdaya laut secara tradisional seperti sasi banyak ditemukan di kawasan Timur Indonesia, dimana terdapat praktik-praktik penguasaan ulayat laut serta adanya variasi pola-pola penguasaan laut. Studi mengenai hak ulayat laut di Indonesia masih sangat jarang dilakukan, meskipun studi-studi serupa telah banyak dilakukan di negara lain (Akimichi dan Ruddle, 1984).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-3739257784574200179?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/3739257784574200179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/sasi-sebagai-model-hak-ulayat-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3739257784574200179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3739257784574200179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/sasi-sebagai-model-hak-ulayat-laut.html' title='Sasi Sebagai Model Hak Ulayat Laut'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-3474821580326396062</id><published>2009-06-16T02:26:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T17:56:36.472-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penangkapan Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Wilayah dan Musim Tangkapan Ikan Ekor Kuning di Indonesia</title><content type='html'>Di kawasan timur Indonesia, puncak musim penangkapan ikan ekor kuning pada umumnya berkisar pada musim peralihan I (April, Mei, dan Juni) hingga awal musim timur. Perairan Laut Banda yang kedalamannya mencapai 10.000 m merupakan salah satu daerah penangkapan ikan ekor kuning di kawasan timur Indonesia. Musim penangkapan di perairan Laut Banda mencapai puncaknya pada bulan November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran ikan ekor kuning di kawasan barat Indonesia terutama terdapat di Samudera Hindia. Di perairan ini terjadi percampuran antara perikanan tuna lapisan dalam yang dieksploitasi dengan alat rawai tuna dengan perikanan tuna permukaan yang dieksploitasi menggunakan alat tangkap pukat cincin, gillnet, tonda, dan payang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bulan Tangkapan Ikan Ekor Kuning Di Perairan Indonesia&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;Perairan Selat Makassar (Maret-Juli)&lt;br /&gt;Laut Flores (September-Maret)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Laut Banda (September- Maret)&lt;br /&gt;Perairan Aru (September-Maret)&lt;br /&gt;Laut Arafura(Agustus-Mei)&lt;br /&gt;Laut Seram (Agustus-Maret)&lt;br /&gt;Laut Maluku (Agustus-Maret)&lt;br /&gt;Teluk Tomini (Oktober-April)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan ikan ekor kuning secara umum dilakukan dengan menggunakan alat tangkap pancing tonda di Sumatera. Musim penangkapan ikan pelagis besar dengan menggunakan alat tangkap tonda di perairan barat Sumatera terjadi pada bulan Oktober. Di Bali, alat tangkap utama yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis besar yang berpangkalan di Benoa adalah rawai tuna. Namun, masih ada alat lain yang digunakan dalam pemanfataan sumberdaya ikan pelagis besar yaitu pancing tonda yang dioperasikan dengan perahu jukung dan diberi motor tempel dengan kekuatan 12 PK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan ekor kuning adalah jenis ikan tuna yang punya nilai paling tinggi. Perairan Samudera Hindia di sebelah selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara merupakan daerah pemijahan dari jenis tuna ini. Ikan biasanya bermigrasi ke perairan selatan Jawa dan Bali, dan umumnya nelayan menangkap ketika berada dalam kondisi memijah pada November dan Januari. Tingginya nilai ekor kuning menyebabkan ikan ini menjadi target penangkapan terutama oleh armada Jepang,Taiwan, Korea, dan Australia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-3474821580326396062?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/3474821580326396062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/wilayah-dan-musim-tangkapan-ikan-ekor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3474821580326396062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3474821580326396062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/wilayah-dan-musim-tangkapan-ikan-ekor.html' title='Wilayah dan Musim Tangkapan Ikan Ekor Kuning di Indonesia'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-7077134359873796848</id><published>2009-06-16T02:23:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T17:57:41.319-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Biologi Reproduksi Ikan Ekor Kuning  (Thunnus albacore)</title><content type='html'>Ukuran ikan ekor kuning setelah dewasa bervariasi sesuai daerah, dan bervariasi diantara masing-masing individu yang ditemukan dekat dan jauh dari pantai. Ikan ekor kuning mencapai status dewasa pada saat panjang mereka mencapai 120 cm dalam panjang cagak pada umur sekitar 2-3 tahun. Namun ada beberapa pengecualian dimana ikan ekor kuning diduga telah dewasa pada ukuran 50-60 cm panjang cagak pada umur 12-15 bulan. Perbandingan jenis kelamin adalah 1:1 pada ikan juvenil dan dewasa yang berukuran mencapai 140 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan ekor kuning diklasifikasi sebagai dewasa jika ovary terisi penuh dengan kuning telur. Panjang minimum dari ikan ekor kuning betina yang dewasa adalah 73 cm dengan penuh kuning telur. Kematangan sex meningkat perlahan sampai ukuran 104,6 dimana 50% dari sampel ikan diklasifikasi telah matang sex. Ikan tuna dengan ukuran ini berkaitan dengan umur ikan yang dicapai yaitu adalah 2 tahun dan berat ikan 50 pounds.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan ekor kuning seperti halnya anggota tuna lainnya adalah pemijah berseries, maksudnya mereka melepaskan beberapa butir telur sepanjang tahun, berbeda dengan ikan di perairan temperate yang melepaskan sekumpulan butir telur selama musim pemijahan yang singkat. Penelitian melaporkan bahwa ikan ekor kuning betina di sekitar Hawaii menghasilkan 0,43-10,61 juta telur dalam 1 tahun. Ikan ekor kuning dapat memijah sekali setiap 1,18 hari pada musim pemijahan. Ikan ini tidak dapat memijah setiap saat tetapi hanya disaat musim pemijahan. Ikan ekor kuning memelihara aktifitas pemijahan harian untuk lama periode dari beberapa minggu hingga beberapa bulan pada waktu tertentu. Ikan ini sering ditemukan memijah hanya pada musim panas di belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Dipercayai bahwa 260C adalah suhu minimum untuk memijah. Studi reproduktif biologi dari ikan ekor kuning menyimpulkan bahwa mereka terutama memijah pada malam hari sampai pagi hari dan diperikirakan pemijahan berlangsung dekat atau disekitar permukaan air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telur berukuran sekitar 1 mm dari diameter dan dilumuri oleh butiran minyak pada permukaannya untuk mengapung pada permukaan air sampai waktu pemetasan tiba. Telur mengamali fertilisasi eksternal ketika dilepaskan di perairan. Perkambangan larva dan kecepatan pertumbuhan juvenil ikan ekor kuning sangat cepat. Diantara spesies tuna, larva dari ikan ekor kuning dapat diidentifikasi dengan melihat pigmen yang kurang pada ekornya dan nampaknya titik hitam tunggal dibawah kepalanya. Pertumbuhan juvenil ikan ekor kuning sangat cepat, mencapai berat 3,4 kg setelah 18 bulan dan 63,5 kg pada usia 4 tahun.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-7077134359873796848?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/7077134359873796848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/biologi-reproduksi-ikan-ekor-kuning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7077134359873796848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7077134359873796848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/biologi-reproduksi-ikan-ekor-kuning.html' title='Biologi Reproduksi Ikan Ekor Kuning  (Thunnus albacore)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-14355585585747830</id><published>2009-06-16T02:21:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T17:59:38.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Penyebaran Ikan ekor kuning (Thunnus albacares) di Perairan</title><content type='html'>Ikan ekor kuning (Thunnus albacares) biasanya melakukan perjalanan yang sangat jauh. Tanda migrasi mereka menunjukan jarak yang dicapai mereka dari Pantai Pasifik Amerika sampai ke Jepang. Mereka dapat bermigrasi bebrapa ribu mil hanya dalam beberapa minggu. Mereka adalah ikan pelagis yang ditemukan pada kedalaman 1-250 meter. Mereka ditemukan tersebar di dunia baik di perairan tropis dan subtropis kecuali Laut Mediterania. Ikan ekor kuning adalah spesies oceanik yang ditemui dibawah dan diatas termokline, pada suhu 180C-310C. Distribusi vertikal mereka nampak dipengaruhi oleh struktur panas dari kolom air, seperti yang ditunjukan pada korelasi antara mudah tertangkapnya ikan oleh purse siene, kedalaman dari mixed layer, dan kekuatan dari gradien suhu pada termokline Banyak dari mereka umumnya ditemui di bagian atas dari kedalaman 100 meter pada kolom air di area dimana cukup oksigen. &lt;span class="fullpost"&gt;Dibawah termokline kandungan oksigen sangat rendah biasanya dibawah 2 ml/l sehingga ikan perenang cepat ini jarang ditemukan. Mereka biasanya bergerombol sesuai ukuran baik bersama spesies sejenis maupun dengan spesies lain. Spesies ekor kuning yang berukuran besar biasanya bergerombol dengan lumba-lumba. Ikan ini mendiami perairan yang hangat di Atlantik, Pasifik, dan Laut Indian. Di Atantik Barat spesies ini ditemukan dari Massechusetts sampai Brazil, termasuk Teluk Meksiko dan Caribean. Migrasi distribusi dari ikan ekor kuning di Pasifik hampir terjadi terus menerus antara Pasifik Timur dan Barat maupun Pasifik Utara dan Selatan. Di Indonesia penyebaran ikan ekor kuning terdapat di laut Banda, Laut Flores, Laut Sulawesi, Samudra Indonesia, Papua (Samudra Pasifik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan migrasi kelompok ikan ekor kuning di wilayah perairan Indonesia mencakup wilayah perairan pantai, teritorial dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. Keberadaan mereka di suatu perairan sangat bergantung pada beberapa hal yaitu kondisi hidro-oseanografi perairan. Pada wilayah perairan ZEE Indonesia, migrasi jenis ikan ekor kuning di perairan Indonesia merupakan bagian dari jalur migrasi tuna dunia karena wilayah Indonesia terletak pada lintasan perbatasan perairan antara samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Migrasi ikan ekor kuning yang melintasi wilayah perairan pantai dan teritorial terjadi karena perairan tersebut berhubungan langsung dengan pengaruh perairan kedua samudera tersebut sehingga beberapa wilayah perairan pantai dan teritorial memiliki sumberdaya perikanan tuna yang besar. Ikan ekor kuning menyebar tidak merata di seluruh wilayah perairan Indonesia demikian juga dengan tingkat pemanfaatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran ikan ekor kuning sering mengikuti penyebaran atau sirkulasi arus garis konvergensi diantara arus dingin dan arus panas merupakan daerah yang kaya akan organisme dan diduga daerah tersebut merupakan fishing ground yang sangat baik. Dalam perikanan tuna pengetahuan tentang sirkulasi arus sangat diperlukan, karena kepadatan populasi pada suatu perairan sangat berhubungan dengan arus-arus tersebut (Nakamura, 1969).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perairan di sekitar Pasisik merupakan tempat berkembang biaknya ikan ekor kuning. Mereka bersama dengan ikan tuna lainnya biasanya melepaskan telur dan mengasuh anak-anaknya di Samudra Pasifik yang berbatasan dengan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia. Setelah itu mereka akan bermigrasi ke Laut Jepang hingga dewasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-14355585585747830?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/14355585585747830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/penyebaran-ikan-ekor-kuning-thunnus.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/14355585585747830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/14355585585747830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/penyebaran-ikan-ekor-kuning-thunnus.html' title='Penyebaran Ikan ekor kuning (Thunnus albacares) di Perairan'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4937764518246763580</id><published>2009-06-16T02:17:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:00:47.149-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penangkapan Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Produksi Ikan Cakalang di Indonesia</title><content type='html'>Jumlah nelayan pada periode tahun 1990 – 2000 meningkat rata-rata 4,55% yaitu dari 1.995.290 orang pada tahun 1990 menjadi 3.104.861 orang pada tahun 2000. Ini diikuti dengan meningkatnya jumlah unit penangkapan perikanan laut yang rata-rata meningkat sekitar 4,19% per tahun. Pada periode ini jumlah nelayan perikanan laut meningkat yaitu mencapai 5,06% per tahun. Sebagian besar nelayan perikanan laut adalah nelayan penuh yang seluruh waktu kerjanya digunakan untuk melakukan penangkapan ikan. Dari produksi perikanan laut tahun 2000 tersebut, sebanyak 7,28 % diperoleh dari perairan Selatan Jawa, 15,05% dari perairan Selat Malaka, 8,68% dari perairan Timur Sumatera, 18,13 % dari perairan Utara Jawa, 5,86% dari perairan Bali-Nusa Tenggara, 3,01% dari perairan Selatan-Barat Kalimantan, 4,46% dari perairan Timur Kalimantan, 11,93% dari perairan Selatan Sulawesi, 7,36% dari perairan Utara Sulawesi, dan 14,82% dari perairan Maluku-Papua.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2004 jumlah alat tangkap yang terdaftar adalah 1.354.516. Tipe alat tangkap ini dalam beberapa tahun mengalami peningkat yaitu perangkap, guiding barrier, pukat pantai, perahu angkat, jaring insang, jaring insang melingkar, troll lines and skipjack, dan pole and line. Jumlah perahu tangkap pada tahun ini sekitar 729.682; 15.76% di Utara Jawa, 13.76% di Maluku-Papua, 12.49% di Selatan Sulawesi, 11.83% di Sulawesi Utara, 11.62% di Bali-Nusa tenggara, 9.37% in Sumatra Timur, dan 25.17% untuk sisanya, termasuk Sumatra Barat, Kalimantan Selatan-Barat, Kalimatan Timur dan Selatan Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan cakalang merupakan salah satu sumberdaya perikanan laut yang dikategorikan sebagai ikan pelagis besar. Beberapa kapal asing telah meningkat drastis di beberapa tahun belakangan dan ada sekitar 1378 armada pada tahun 1992. Perlu dicatat bahwa ada kenaikan yang besar pada penggunaan purse siene di Lautan Pasifik, dan ini berarti kenaikan pada usaha penangkapan cakalang. Sementara itu, volume ikan cakalang pada tahun 1990 mencapai 114.168 ton. Tahun-tahun berikutnya, volume produksi terus meningkat, dan pada tahun 1997 mencapai 187.206 ton. Walaupun terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997 yang dialami Indonesia, dimana harga-harga barang yang terkait langsung dengan investasi meningkat sampai 3 kali lipat dari harga sebelum krisis ekonomi. Hal ini tidak mengakibatkan produksi ikan cakalang di tahun 2008 menurun namun meningkat dari 187.206 ton pada tahun 1997 menjadi 227.068 pada tahun 1998. Pada tahun 1999 produksinya terus mengalami peningkatan menjadi 244.747 ton, lalu tahun 2001 sebanyak 253.050 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi perikanan tangkap tahun 2006 merosot 4,16 persen. Salah satu kontribusi penurunan disebabkan mahalnya solar, sehingga banyak kapal nelayan yang tidak mampu melaut. Penurunan juga akibat kebijakan pembatasan pemerintah untuk membatasi armada kapal perikanan dibeberapa daerah yang telah mengalami overfishing. Padahal, tahun sebelumnya, tingkat produksi mencapai 4,38 juta ton. Adanya bencana tsunami memberi kontribusi turunnya tangkapan. Banyak armada kapal tangkap baik di perairan Aceh, Yogyakarta, dan wilayah Pangandaran yang hancur. Kalaupun selamat, para nelayan enggan melaut karena trauma. Data DKP mengenai jumlah kapal perikanan menyebutkan, penurunan terbesar dari perahu motor tempel yang semula 148 ribu unit pada 2005 menjadi 141 ribu unit 2006. Sementara, kapal tanpa motor turun dari 262 ribu menjadi 260 ribu unit. Hal sama juga terjadi pada kapal motor menjadi 513 ribu dari sebelumnya 524 ribu unit. Sementara itu industri pengalengan ikan di Indonesia tinggal 16 unit dari semula 30 unit. Sebagian industri terpaksa ditutup, sebab mengala- mi krisis bahan baku menyusul maraknya pengoperasian kapal ikan asing secara ilegal yang ja-rang ditertibkan dan dihukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stok ikan cakalang di Indonesia pada tahun 2002 diperkirakan sekitar 1.028.590. Namun sangat keliru apabila dikatakan potensi ikan cakalang di Indonesia masih luar biasa. Karena fakta membuktikan, volume dan berat ikan cakalang yang ditangkap terus merosot tajam hingga tahun 2002. Berat ikan cakalang yang 15 kg pada tahun 1970 kini telah menurun pada tahun 1995 menjadi 12 kg. Lima tahun kemudian menurun lagi menjadi 8 kg per ekor.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4937764518246763580?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/4937764518246763580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/produksi-ikan-cakalang-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4937764518246763580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4937764518246763580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/produksi-ikan-cakalang-di-indonesia.html' title='Produksi Ikan Cakalang di Indonesia'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-1289824730733336423</id><published>2009-06-16T02:15:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:02:32.681-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat Pesisir'/><title type='text'>Sistem Kepercayaan Masyarakat Kofiau</title><content type='html'>Sebelum masyarakat Beser atau masyarakat Kofiau mengenal injil, mereka masih berpegang pada agama tradisional yakni kepercayaan kepada kekuasaan tertinggi yang disebut “Mansren Nanggi” berarti “Tuhan Langit”. Menurut kepercayaan itu bahwa sesungguhnya Mansren Nanggi itulah yang dipercayai memberikan matahari, bulan, bintang, hujan, panas, dan kemungkinan hidup lainnya dia atas bumi ini. Selain itu mereka juga menganut kepercayaan berlambang yang disebut “Tamtom Taprop”, artinya pemujaan kepada tanah. Menurut kepercayaan tersebut, alam merupakan pusat kegiatan yang mempengaruhi kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Beser mencari pengalaman kepada suku-suku lain di Raja Ampat dan mengenal apa yang dinamakan “Mon”. Mon ini lebih banyak kegiatannya yang diperlihatkan saat seseorang jatuh sakit dan perlu mendapat pengobatan. &lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang Bezer yang berhasil berguru dengan ahli-ahli Mon dari suku Teoin (Rengkri) di Salawati Utara berhak melakukan kegiatan Mon di kalangan masyarakat, misalnya seperti menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat. Tokoh-tokoh Mon ini di kalangan orang Beser dikenal dengan nama “Snon Mon”. Snon artinya laki-laki sedangkan Mon artinya nama ilmu gaib tersebut. Jadi Snon Mon adalah laki-laki pemilik ilmu gaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kalangan orang Beser terdapat pula praktek-praktek penggunaan Magi Hitam dan Magi Putih. Magi Hitam merupakan ilmu gaib yang digunakan untuk mengganggu dan membahayakan lawan, sedangkan Magi Putih biasanya digunakan untuk menolong atau membantu dalam pekerjaan mereka. Penggunaan Magi Hitam dan Magi Putih dipelajari oleh orang Beser dari orang-orang Seram, Halmahera, dan suku-suku lain di Raja Ampat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak penduduk Kofiau mengenal Injil pada tahun 1935 oleh seorang Guru Injil yang bernama Julius Fenanlaber dari Maluku Tenggara, maka semua kepercayaan tersebut tidak digunakan lagi. Sekarang ini mayoritas penduduk di Kofiau beragama Kristen Protestan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-1289824730733336423?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/1289824730733336423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/sistem-kepercayaan-masyarakat-kofiau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1289824730733336423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1289824730733336423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/sistem-kepercayaan-masyarakat-kofiau.html' title='Sistem Kepercayaan Masyarakat Kofiau'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8563627940850754308</id><published>2009-06-16T02:14:00.003-07:00</published><updated>2009-09-23T18:03:42.465-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat Pesisir'/><title type='text'>Kearifan Tradisional Masyarakat dan Potensi Kepulauan Kofiau</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Kearifan Tradisional Masyarakat Kofiau Terhadap Alam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Kehidupan penduduk Kofiau sejak dahulu sangat bergantung sepenuhnya kepada hasil alam. Kondisi ini berlangsung hingga saat ini, dimana penduduk Kofiau masih menggantungkan kehidupan mereka pada sumberdaya alam yang tersedia dan yang bisa dimanfaatkan oleh mereka baik untuk dikonsumsi maupun dijual. Potensi sumberdaya alam yang tersedia menjadi begitu penting perannya bagi kelangsungan hidup penduduk Kofiau. Dari hasil pemanfaatan dan penjualan sumberdaya alam mereka baik di darat maupun di laut, penduduk Kofiau bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar mereka. Karena hubungan itulah yang membuat penduduk Kofiau sangat menghargai keberadaan sumberdaya alam di wilayah mereka yang diwujudkan melalui sikap dan tindakan sehari-hari bahkan melalui aturan-aturan yang tidak tertulis yang akhirnya telah menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh penduduk Kofiau, misalnya penduduk Kofiau tidak boleh menggunakan jaring untuk menangkap ikan dengan bom, racun, bahkan tidak boleh menggunakan jaring untuk menangkap ikan di lokasi-lokasi sekitar kampung, namun hanya diperbolehkan menggunakan kail.&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut masyarakat setempat, apabila menggunakan jaring, ikan akan menjadi takut dan semakin jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di darat ada tradisi sasi atau larangan untuk mengambil hasil-hasil tertentu dalam jangka waktu tertentu. Misalnya sasi kelapa, dimana setiap orang dilarang untuk mengambil buah kelapa baik yang kering ataupun yang masih muda hingga jangka waktu tertentu. Apabila waktu sasi sudah berakhir maka yang mempunyai kebun kelapa akan membuka sasi itu dengan cara membawa persembahan syukur ke Gereja berupa uang atau buah kelapa yang menandakan bahwa sasi telah dibuka. Setelah itu kelapa yang tadinya disasi dapat dimanfaatkan oleh pemiliknya maupun orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sasi ini berasal dari Kepulauan Maluku, tetapi telah diadopsi oleh warga di Kepulauan Kofiau untuk mengelola potensi sumberdaya alam baik di laut maupun di darat. Setiap daerah atau kampung di Kofiau mempunyai ciri khas tersendiri dalam menerapkan kearifan tradisional mereka sesuai dengan adat dan budaya masing-masing kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Potensi Kepulauan Kofiau&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keanekaragaman hayati laut dan darat yang terdapat di Kofiau sangat beragam dan beberapa diantaranya merupakan spesies endemik. Dengan luas wilayah yang cukup besar menjadikan Kepulauan Kofiau sebagai tempat berkembangbiaknya berbagai satwa laut dan darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kofiau sebagai salah satu kepulauan di Kabupaten Raja Ampat memiliki keragaman sumberdaya laut yang tinggi. Para ahli kelautan dunia yang telah melakukan penelitian diwilayah Kofiau telah berhasil mencatat sebanyak 284 jenis ikan karang yang hidup di perairan Teluk Wambong Distik Kofiau. Dari hasil penelitian ini telah menunjukan bahwa pusat keragaman ikan karang dunia berada di perairan Kofiau. Selain jenis ikan karang juga terdapat 174 jenis karang keras di perairan Kofiau yang sekaligus menjadi rumah bagi jenis-jenis ikan karang yang terdapat di Kofiau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perairan Kofiau juga menjadi tempat melintasnya mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba, diantaranya killer whale, false killer whale, pilot whale, bottlenose dolphin, spinner dolphin dan spotted dolphin. Sedangkan di darat terdapat jenis 2 satwa endemik Kofiau yaitu burung Monarch (Black-backed Monarch) dan Kofiau Paradise-kingfisher.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8563627940850754308?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8563627940850754308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/kearifan-tradisional-masyarakat-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8563627940850754308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8563627940850754308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/kearifan-tradisional-masyarakat-dan.html' title='Kearifan Tradisional Masyarakat dan Potensi Kepulauan Kofiau'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4095003720647005864</id><published>2009-06-16T02:07:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:06:07.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><title type='text'>Mengapa Daging Ikan Berwarna Putih?</title><content type='html'>Histamin adalah senyawa yang terdapat pada daging ikan dari famili Scombroidae, subfamili Scombroidae, atau ikan lain yang telah membusuk yang di dalam dagingnya terdapat kadar histamin yang tinggi. Histamin di dalam daging diproduksi oleh hasil karya enzim yang menyebabkan pemecahan histidin yaitu enzim histidine dekarboksilase. Melalui proses dekarboksilase (potongan gugus karboksil) dihasilkan histamin. Satuan kadar histamin dalam daging tuna dapat dinyatakan ppm (Hadiwiyoto, 1993).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 jenis bakteri yang mampu memproduksi histamin dari histidine dalam jumlah tinggi yaitu: Proteus marganii (bigeye, skipjack), Enterobacteri aerogenes (skipjack), Clostridium pefringens (skipjack) Hampir semua mikroba pembentuk histamin bersifat garam negatif dan berbentuk batang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enzim lebih stabil dibandingkan bakteri pada suhu beku dan dapat reaktif dan sangat cepat setelah thawing (FDA, 1998). &lt;span class="fullpost"&gt;Histamin dapat terakumulasi di dalam daging ikan karena adanya kesalahan penanganan bahan baku sebelum dan sesudah pembekuan. Salah satu enzim yang masih terdapat sebelum pembekuan pada ikan, hal ini dapat meneruskan pembentukan histamin di dalam daging ikan tanpa memperhatikan sel bakteri yang injury selama penyimpangan beku (Baranowski et al, 1998)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4095003720647005864?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/4095003720647005864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/mengapa-daging-ikan-berwarna-putih.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4095003720647005864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4095003720647005864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/mengapa-daging-ikan-berwarna-putih.html' title='Mengapa Daging Ikan Berwarna Putih?'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-9032025631156880819</id><published>2009-06-14T22:22:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:08:38.143-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SIG'/><title type='text'>Cara Registrasi Peta atau Gambar pada ArcView</title><content type='html'>Mungkin ada bertanya bagaimana membuat sebuah peta atau citra yang anda uduh dari Google Earth memiliki sistem koordinat. Dalam hal ini saya menggunakan software ArcView GIS 3.3 dan ekstensi register &amp; tranform. Buka software Arcview dan buat view baru, setelah itu aktifkan ekstensi ekstensi register tranform dan JPEG (JIFF) image support. Add theme pada layar misalnya peta yang belum teregistrasi koordinatnya pada drive anda. Setelah itu tampilkan image anda dengan menklik atau mencontreng pada box. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memasukan koordinat klik view lalu klik register and transform. Biarkan type pada Affline dan Mode pada fill. Kemudian klik source point dan pilih titik koordinat yang anda ketahui. Setidaknya anda harus memiliki minimal 4 titik koordinat. Masukan koodinat anda pada "destination", dimana x adalah bujur timur (E) sedangkan y adalah lintang selatan (S). Apabila semua titik koordinat telah dimasukkan. Maka akan muncul RMS Error yang berarti tingkat kesalahan penempatan titik koordinat. &lt;span class="fullpost"&gt;Jika RMS error masih diatas 0,03 maka anda perlu menguranginya dengan memindahkan mode pada "edit". Klik titik koordinat mana yang anda ingin ubah. Perbesar image dan ubah beberapa titik koordinat hingga RMS Eroor mengecil. Kemudian kembalikan mode ke fill. Selanjutnya simpan image tersebut dengan menklik pada Write World File. Maka secara otomatis gambar pada screen akan hilang. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/SjXhbw0qJAI/AAAAAAAAALk/KqtWZf927gQ/s1600-h/Picture1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/SjXhbw0qJAI/AAAAAAAAALk/KqtWZf927gQ/s320/Picture1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347427999650817026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tampilkan gambar tersebut pada view dengan mengaktifkan ektensi image analysis. Pilih citra tersebut dan aktifkan gambarnya. Pada sisi kanan atas anda akan melihat gambar tersebut telah memiliki sistem koordinat. Setelah itu simpan gambar dan sistem koordinat bersama dalam sebuah gambar dengan mengubah format image ke dalam TIFF.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-9032025631156880819?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/9032025631156880819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/cara-registrasi-peta-atau-gambar-pada.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/9032025631156880819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/9032025631156880819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/cara-registrasi-peta-atau-gambar-pada.html' title='Cara Registrasi Peta atau Gambar pada ArcView'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/SjXhbw0qJAI/AAAAAAAAALk/KqtWZf927gQ/s72-c/Picture1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8710348476423593864</id><published>2009-06-14T21:34:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:11:53.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SIG'/><title type='text'>Membuat Mosaic (Menggabungkan) Citra Google Earth</title><content type='html'>Untuk membuat mosaic dari citra hasil uduh dari Google Earth cukup sederhana. Yang pertama anda perlu menguduh beberapa potongan citra dari Google Earth. Geser citra ke sisi kiri atau kanan maupun atas dan bawah kemudian save image citra tersebut. Untuk menggabungkan citra tersebut anda dapat menggunakan software Adobe Photoshop. Dalam hal ini saya menggunakan software Adobe Photoshop 7. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah salah satu gambar citra anda pada photoshop. Kemudian lihat ukuran citra tersebut dengan mengklik "Canvas size". Anda akan memperoleh informasi mengenai lebar dan panjang dari ukuran image tersebut yang perlu anda catat. Amati ukuran unit image yang anda gunakan baik itu dalam cm, inchi, pixel dan lain sebagainya. Setelah itu klik pada menu file --new dimana anda akan membuat layar baru. Sesuaikan ukuran layar baru anda dengan ukuran gambar hasil uduh dan jumlah potongan gambar hasil uduh ke sisi kiri maupun bawah.Nah misalnya ukuran image anda memiliki panjang 3 cm dan lebar 2 cm, sedangkan jumlah potongan hasil uduh kesisi kiri yaitu 2 potongan gambar sedangkan ke sisi kanan 4 potongan gambar. &lt;span class="fullpost"&gt;Dalam hal ini layar baru yang anda pelu buat yaitu= panjang= 3x2 = 6cm sedangkan lebar=2x4= 8cm. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/SjXX-TSmL0I/AAAAAAAAALc/rhSHSe4FSEs/s1600-h/Picture1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/SjXX-TSmL0I/AAAAAAAAALc/rhSHSe4FSEs/s320/Picture1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347417597902466882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu bukalah potongan gambar anda. Klik pada move tool dan pindahkan atau drag image anda ke layar baru. Kemudian drag lagi image lainnya satu persatu ke layar baru tersebut. Sesuaikan kedua gambar berdasarkan kenampakan yang sama dengan melihat objek di sekitarnya. Setelah semua image menyatu save image anda dengan mengubah format ke dalam JPEG. Cukup simpel bukan!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8710348476423593864?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8710348476423593864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/membuat-mosaic-menggabungkan-citra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8710348476423593864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8710348476423593864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/06/membuat-mosaic-menggabungkan-citra.html' title='Membuat Mosaic (Menggabungkan) Citra Google Earth'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/SjXX-TSmL0I/AAAAAAAAALc/rhSHSe4FSEs/s72-c/Picture1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-1970727841289634172</id><published>2009-05-26T06:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:13:27.191-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerjasama dan Pertemuan'/><title type='text'>World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Manado</title><content type='html'>Penyelenggaraan Konferensi Kelautan Dunia (WOC) dan Coral Triangle Initiative/CTI di Manado, Sulawesi Utara telah menghabiskan dana sekitar Rp 380 miliar. Sebagian besar dana dicurahkan untuk pembangunan infrastruktur, sedang biaya penyelenggaraan hanya sekitar Rp 41 miliar. World Ocean Conference (WOC) di Manado dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)di Grand Kawanua Convention Centre (GKCC), Manado. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya menekankan bahwa negara-negara harus menghentikan penyebaran dan cepatnya kehancuran sumber daya laut dan pantai dunia, khususnya karena eksploitasi manusia yang berlebihan dan imbas perubahan iklim. Berbagai hal mulai dari overfishing, over-exploitation, punahnya biota laut, polusi, kenaikan permukaan laut, memanasnya suhu lautan, hancurnya terumbu karang dan perubahan iklim, merupakan sebagian dari penyebab terus menurunnya kondisi lautan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen berbagai negara akan diartikulasi pada Manado Ocean Declaration (MOD) yang  dibahas pada Senior Official Meeting WOC pada tanggal 11-12 Mei 2009. Draf Deklarasi Kelautan Manado (Manado Ocean Declaration/MOD) disahkan oleh menteri atau pejabat dari perwakilan 76 negara. MOD akan didiskusikan pada Conference of the Parties Meeting UNFCCC yang berlangsung di Copenhagen Desember 2009. MOD berisi kesepakatan sepanjang 25 paragraf deklarasi. Draf itu terdiri atas 14 paragraf pembukaan dan 11 paragraf operasional. Selain itu, ada rekomendasi yang membahas pandangan terkait tentang isu hubungan dinamis antara kelautan dan perubahan iklim serta mekanisme pendanaan, riset, dan nelayan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain pertemuan WOC, pada Jumat (15/5) diselenggarkaan pertemuan Coral Triangle Initiative Summiy (CTI Summit). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, Filipina, Solomon Islands and Timor Leste. Dalam pertemuan tersebut dibahaskan mengenai langkah-langkah untuk melindungi keanekaragaman laut di wilayah Coral Reef Triangle/CTR (Segitiga Trumbu Karang). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sidang CTI di Manado tanggal 15 Mei 2009,  diadopsi Leaders’ Declaration yang di dalamnya antara lain mencakup adopsi terhadap CTI Regional Plan of Action (RPoA). Dalam RPoA akan ditetapkan program bentang laut (seascape), melaksanakan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem, menetapkan marine protected area, mengantisipasi dampak perubahan iklim (climate change adaptation), dan mengurangi daftar jenis-jenis biota laut yang terancam punah dari daftar International Union for the Conservation of Nature (IUCN).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-1970727841289634172?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/1970727841289634172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/world-ocean-conference-woc-dan-coral.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1970727841289634172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1970727841289634172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/world-ocean-conference-woc-dan-coral.html' title='World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Manado'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4029528208041502121</id><published>2009-05-24T00:53:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:13:41.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Distribusi Informasi Zona Potensial Penangkapan Ikan</title><content type='html'>Penyebaran informasi ZPPI hasil penginderaan jauh oleh satelit Terra dan Aqua MODIS diterima oleh pusat informasi perikanan yang menyimpan data base perikanan. Informasi yang dibutuhkan disampaikan ke pengguna melalui internet, radio dan transmisi gelombang mikro. Nelayan dapat menanyakan informasi melalui radio komunikasi dan akan diberikan koordinat fishing ground. Dalam hal menentukan lokasi fishing ground bukan nelayan yang mengolah data penginderaan jauh MODIS, namun based station (stasiun utama) pengolah citra satelit yang memberikan informasi fishing ground kepada nelayan di pangkalan pendaratan ikan (PPI) pada tiap daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi harian mengenai daerah fishing ground dapat diterima nelayan yang akan melaut. Berbekal informasi fishing ground, maka nelayan tidak perlu perlu bersusah payah mencari lokasi penangkapan ikan yang efektif. Peta fishing ground dari penginderaan jauh MODIS memberikan informasi daerah potensial penangkapan ikan yang berada dalam suatu posisi koordinat. Maka diperlukan alat navigasi berupa GPS untuk membantu navigasi dalam pelayaran sekaligus dan membantu menemukan daerah fishing ground hasil analisis citra satelit MODIS. &lt;span class="fullpost"&gt;Teknologi GPS digunakan sebagai penunjukan posisi dari fishing ground yang menjadi target penangkapan. Setiap kapal perlu dilengkapi dengan alat navigasi GPS (Global Positioning System) untuk menentukan posisi lokasi kapal pada saat melakukan operasi penangkapan ikan di laut. Untuk kapal berukuran di atas 30 grosston (GT) atau kapal besar biasanya dilengkapi dengan Vessel Monitoring System (VMS) berupa penggunaan data satelit untuk penentuan posisi (positioning) dan komunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kapal penangkapan moderen milik Jepang memiliki antenna faksimili yang dapat menerima peta lokasi penangkapan ikan dari satelit (Saitoh et al., 2005).  Kapal tersebut juga dilengkapi dengan receiver dan laptop untuk digunakan nelayan dalam mengidentifikasi daerah potensial penangkapan ikan, lokasi kapal dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan dari pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk perikanan ini juga tergantung kepada improvisasi para nahkoda atau nelayan yang secara naluri dengan pengalamannya dapat membaca variasi dan kondisi medan pada saat proses penangkapan berlangsung di sekitar zona potensial penangkapan ikan dari data yang digunakan. Kapal ikan juga perlu dilengkapi dengan echosounder untuk mendeteksi besarnya gerombolan ikan pada lokasi yang ditunjukan dari hasil analisis citra MODIS.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4029528208041502121?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/4029528208041502121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/distribusi-informasi-zona-potensial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4029528208041502121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4029528208041502121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/distribusi-informasi-zona-potensial.html' title='Distribusi Informasi Zona Potensial Penangkapan Ikan'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-493894302321126398</id><published>2009-05-24T00:50:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:13:48.179-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Osenografi'/><title type='text'>Suhu Permukaan Laut</title><content type='html'>Tinggi rendahnya suhu yang ada di suatu perairan terutama pada lapisan permukaan dipengaruhi oleh radiasi matahari dan kondisi lingkungan di sekitar perairan. Perubahan intensitas cahaya matahari serta faktor-faktor lain seperti arus, keadaan awan, kenaikan massa air, penguapan, curah hujan, suhu udara, kelembapan dan kecepatan angin menyebabkan perubahan suhu air laut secara harian, musiman dan tahunan (Pitaloka, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu di laut sangat penting bagi kehidupan organisme karena dapat mempengaruhi metabolisme maupun perkembangbiakannya (Hutabarat dan Evans, 1984 dalam Pitaloka, 2004). Suhu dapat mempengaruhi fotosintesa di laut baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh secara langsung yakni suhu berperan untuk mengontrol reaksi kimia enzimatik dalam proses fotosintesa. &lt;span class="fullpost"&gt;Kenaikan suhu dapat meningkatan laju maksimum fotosintesis, sedangkan pengaruh secara tidak langsung yakni dalam merubah struktur hidrologi kolom perairan yang dapat mempengaruhi distribusi fitoplankton (Tomascik et al., 1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laju fotosintesis umumnya akan meningkat apabila suhu di perairan juga ikut meningkat, namun akan menurun secara drastis apabila mencapai suhu tertentu. Hal ini disebabkan karena setiap spesies fitoplankton selalu beradaptasi terhadap suatu kisaran suhu tertentu (Hasyim, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu air di permukaan umumnya lebih hangat dibandingkan dengan suhu di dasar perairan. Suhu permukaan juga umumnya bersifat homogen karena terjadinya percampuran dan pengadukan massa air akibat angin yang berhembus. Suhu permukaan air di perairan Indonesia berkisar antara 28 – 31 0C. Suhu pada daerah upwelling umumnya dapat menurun hingga 25 0C. Hal ini disebabkan karena air dingin dari lapisan bawah terangkat ke permukaan (Darmawan,  2007).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-493894302321126398?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/493894302321126398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/suhu-permukaan-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/493894302321126398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/493894302321126398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/suhu-permukaan-laut.html' title='Suhu Permukaan Laut'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-3437331531435168702</id><published>2009-05-24T00:49:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:14:05.401-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Osenografi'/><title type='text'>Upwelliing dan Front</title><content type='html'>Upwelling yaitu proses naiknya massa air yang suhunya lebih dingin dan kaya akan zat hara dari kedalaman tertentu ke permukaan air. Gerakan naik ini membawa air yang suhunya lebih dingin dan salinitas yang tinggi, (Nontji, 1993 dalam Maulana, 2004). Sebaran suhu permukaan laut merupakan salah satu parameter yang dapat dipergunakan untuk mengetahui terjadinya proses upwelling di suatu perairan (Birowo dan Arief, 1983). Dalam proses upwelling ini terjadi penurunan suhu permukaan laut dan meningkatnya kandungan zat hara lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya kadar zat hara tersebut merangsang perkembangan fitoplankton di permukaan. Karena perkembangan fitoplankton sangat erat kaitannya dengan tingkat kesuburan perairan, maka proses air naik selalu dihubungkan dengan meningkatnya produktivitas primer di suatu perairan dan selalu diikuti dengan meningkatnya populasi ikan di perairan tersebut. (Pariwono et al., 1988 dalam Presetiahadi, 1994). &lt;span class="fullpost"&gt;Meningkatnya kepadatan ikan pelagis pada perairan upwelling disebabkan oleh ketersediaan makanan yang cukup bagi ikan-ikan kecil dan besar, termasuk ikan pelagis pemangsa seperti cakalang, tuna, dan layar yang bermigrasi dekat lokasi upwelling (Hasyim, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upwelling umumnya banyak terjadi di perairan dekat pantai yang diakibatkan oleh angin sejajar pantai yang membentuk sudut kurang lebih 21,50 ke arah lepas pantai (Mihardja, 1992 dalam Maulana, 2004). Upwelling juga dapat terjadi di lepas pantai (laut dalam), yaitu pada daerah dimana terbentuknya divergensi atau percabangan arus yang kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Front merupakan daerah pertemuan dua massa air yang mempunyai karakteristik berbeda, misalnya pertemuan antara massa air dari laut Jawa yang agak panas dengan massa air samudera Hindia yang lebih dingin. Front cenderung membawa air yang dingin dan kaya akan nutrien. Kombinasi dari suhu dan peningkatan kandungan hara yang timbul dari percampuran ini akan meningkatkan produktivitas plankton di laut. Hal ini akan ditunjukkan dengan meningkatnya stok ikan di daerah tersebut. Selain itu front atau pertemuan dua massa air merupakan penghalang bagi migrasi ikan, karena pergerakan air yang cepat dan ombak yang besar. Karakteristik dari zona potensial penangkapan ikan dapat dilihat pada daerah termal front pada citra dimana gradien horisontal suhu kurang dari atau sama dengan  1,0 °C  pada radius 6 km (Darmawan, 2007).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-3437331531435168702?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/3437331531435168702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/upwelliing-dan-front.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3437331531435168702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3437331531435168702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/upwelliing-dan-front.html' title='Upwelliing dan Front'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-2844584605188990837</id><published>2009-05-24T00:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:14:17.004-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesuburan Perairan'/><title type='text'>Klorofil-a dan Produktivitas Primer Perairan</title><content type='html'>Klorofil-a pada fitoplankton merupakan parameter yang sangat penting dalam menentukan produktivitas primer di laut. Sebaran dan tingkat konsentrasi klorofil-a berhubungan dengan kondisi oseanografis suatu perairan. Sebaran klorofil-a di laut bervariasi secara geografis maupun berdasarkan kedalaman perairan. Intensitas cahaya matahari, nutrien (terutama nitrat, fosfat dan silikat), dan arus merupakan parameter-parameter fisik kimia yang mengatur dan mempengaruhi sebaran klorofil-a di suatu perairan. Perbedaan parameter fisika-kimia merupakan penyebab bervariasinya produktivitas primer di laut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya sebaran konsentrasi klorofil-a tinggi di perairan pantai sebagai akibat dari tingginya suplai nutrien yang berasal dari daratan melalui aliran air sungai dan run off bahan organik secara langsung. Selain itu di beberapa tempat ditemukan bahwa konsentrasi klorofil-a cukup tinggi walaupun jauh dari daratan. &lt;span class="fullpost"&gt;Kondisi demikian  terjadi karena proses sirkulasi massa air yang memungkinkan terangkutnya sejumlah nutrien dari lapisan laut dalam ke lapisan permukaan seperti yang terjadi pada daerah upwelling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitoplankton mengandung pigmen klorofil yang berfungsi untuk menyerap cahaya matahari sebagai sumber energi untuk fotosintesis. Terdapat 3 macam klorofil pada fitoplankton yaitu klorofil a, b dan c. Klorofil-a merupakan pigmen yang sangat penting dalam proses fotosintesis fitoplankton di laut (Strickland, 1960 dalam Prasasti et al., 1987). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari fisiologis tumbuhan, spektrum cahaya yang diserap oleh fitoplankton berada pada kisaran gelombang 400 - 720 nm atau dikenal sebagai PAR (Photosyntetically Active Radiation) atau Radiasi Aktif Fotosintesis. Spektrum tersebut hampir sama dengan spektrum pada sinar tampak yaitu 360-780 nm. Pigmen klorofil-a memiliki sifat absorbansi yang tinggi pada kanal berwarna biru dan merah. Sedangkan klorofil-a akan memantulkan kanal berwarna hijau dan infra merah dekat karena tidak menyerap radiasi gelombang elektromagnetik pada kanal ini. Fitoplankton menyerap energi cahaya pada panjang gelombang pendek sehingga terlihat adanya penurunan besarnya energi yang dipantulkan pada panjang gelombang tersebut (Suwargana, 2006).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-2844584605188990837?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/2844584605188990837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/klorofil-dan-produktivitas-primer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2844584605188990837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2844584605188990837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/klorofil-dan-produktivitas-primer.html' title='Klorofil-a dan Produktivitas Primer Perairan'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-1817438740750700530</id><published>2009-05-24T00:29:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:20:25.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Satelit Altimeter</title><content type='html'>Altimeter adalah alat untuk mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan laut. Biasanya digunakan untuk navigasi dalam penerbangan, pendakian, dan kegiatan yang berhubungan dengan ketinggian. Altimeter bekerja dengan beberapa prinsip, yaitu tekanan udara (yang paling umum digunakan), mangnet bumi (dengan sudut inklinasi), dan gelombang (ultra sonik maupun infra merah) (anonimousa, 2000).&lt;br /&gt;Sistem satelit altimeter berkembang sejak tahun 1975, ketika diluncurkannya sistem satelit Geos-3. Pada saat ini secara umum sistem satelit altimeter mempunyai tiga tujuan ilmiah jangka panjang, yaitu mengamati sirkulasi lautan global, memantau volume dari lempengan es kutub, dan mengamati perubahan muka laut rata-rata (mean sea level = MSL) global.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks geodesi, oseanografi fisik, dan pemantauan dampak perubahan iklim global, tujuan terakhir dari misi satelit altimeter tersebut yang menjadi perhatian utama. Dengan kemampuannya untuk mengamati topografi dan dinamika dari permukaan laut secara kontinyu, maka satelit altimeter tidak hanya bermanfaat untuk pemantauan perubahan MSL global, tetapi juga akan bermanfaat untuk beberapa aplikasi geodetik dan oseanografi seperti yang diungkapkan oleh SRSRA (2001) dan Seeber (1993) diantaranya adalah penentuan topografi permukaan laut (sea surface topograhy = SST), penentuan topografi permukaan es, penentuan geoid di wilayah lautan, penentuan karakteristik arus dan eddies, penentuan tinggi (signifikan) dan panjang (dominan) gelombang laut, studi pasang surut di lepas pantai, penentuan kecepatan angin di atas permukaan laut, penentuan batas wilayah laut, studi fenomena El-Nino manajemen sumber daya laut, unifikasi datum tinggi antar pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satelit altimeter diperlengkapi dengan pemancar pulsa radar (transmiter), penerima pulsa radar yang sensitif (receiver), serta jam berakurasi tinggi. Sistem satelit altimeter terdiri dari radar altimeter yang digunakan untuk mengamati tinggi satelit di atas permukaan laut sesaat (instantaneous sea surface height) di atas bidang elipsoid tertentu. Pada sistem ini, altimeter radar yang dibawa oleh satelit memancarkan sinyal gelombang elektromagnetik (radar) kepermukaan laut. Sinyal tersebut dipantulkan balik oleh permukaan laut dan diterima kembali oleh satelit (Hasannudin Abidin, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi utama yang ingin ditentukan dengan satelit altimeter adalah topografi dari muka laut. Untuk mengeliminasi efek dari gelombang serta gerakan muka laut berfrekuensi tinggi lainnya, maka jarak ukuran yang digunakan adalah jarak rata-rata yang hanya berada dalam daerah footprint.  Dari data rekaman waktu tempuh sinyal kita dapat menentukan posisi vertikal permukaan laut. Dari data amplitudo gelombang pantul kita dapat memperoleh informasi mengenai kecepatan angin, batas laut, dan es sepanjang permukaan groundtrack satelit. Sementara itu, dari data bentuk dan struktur muka gelombang pantul dapat dipelajari tinggi gelombang, panjang gelombang dominan, informasi termoklin, dan kemiringan lapisan es.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-1817438740750700530?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/1817438740750700530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/satelit-altimeter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1817438740750700530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1817438740750700530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/05/satelit-altimeter.html' title='Satelit Altimeter'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-7762986012922260808</id><published>2009-04-22T22:03:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:20:37.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumberdaya Pesisir'/><title type='text'>Sumberdaya Pesisir dan Laut di Sekitar Teluk Doreri Manokwari</title><content type='html'>Menurut hasil pengamatan yang dilakukan pada tanggal 21 September 2008 yang di mulai dari Tanjung Lampu Bakaro, Pantai Abasi, Arowi, Pasirido, Pasir Putih, Kwawi, Rodi, Angrem, Borobudur, Wirsi, Sanggeng, Wosi, Rendani, Sowi, Arfai, Andai hingga ke Pantai Maripi yaitu termasuk dalam wilayah Teluk Doreri, maka sumberdaya pesisir dan laut terdiri dari berbagai jenis ikan laut, terumbu karang, hutan mangrove, kelapa, alga, lamun, pasir dan lain sebagainya. Ketika mewawancarai seorang nelayan, Aurius Woreri 25 tahun, ia mengatakan bahwa di daerah Abasi Pantai ditemukan berbagai jenis ikan yang dominan seperti ikan karang, ikan kaka tua, udang lobster, samandar, bobara, serta oci. Ikan-ikan tersebut biasa ditangkap dengan menggunakan pancing biasa serta menyelam dan dijual disekitar Abasi Pantai sampai dengan Pasirido.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pohon kelapa yang ditanam oleh masyarakat di sekitar Pantai Abasi sampai dengan Kwawi. Kelapa ini biasanya dijual ke pengunjung atau wisatawan lokal, serta dijual ke penada yang datang secara langsung untuk membeli dalam jumlah yang banyak. Di daerah Tanjung Lampu sampai dengan Rodi masih terlihat terumbu karang. &lt;span class="fullpost"&gt;Terumbu karang ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk bahan bangunan dan membuat kapur sirih untuk dijual. Beberapa rumah warga setempat masih menggunakan terumbu karang sebagai fondasi rumah. Terumbu karang di daerah ini telah mengalami kerusakan yang cukup parah yang disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, seperti membuang bom, sampah yang berserakan, run off dari lahan atas, jangkar perahu maupun keramba, perumahan di sekitar pantai dan lain sebagainya. Padahal ekosistem terumbu karang ini sangat penting untuk dijaga karena fungsi dan manfaat baik secara ekologi maupun ekonomi. Secara ekologi terumbu karang merupakan habitat dari berbagai jenis ikan karang baik sebagai tempat pembesaran, pemijahan, berlindung serta mencari makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Angrem, Borobudur, Wirsi dan Sanggeng dulunya merupakan daerah yang ditumbuhi oleh ekosistem mangrove. Namun karena aktivitas pemanfaatan lahan untuk pembangunan maka ekosistem mangrove telah musnah. Selain itu terumbu karang di sekitarnya pun telah hilang. Hal ini juga dipengaruhi oleh ketidaksadaran masyarakat membuang sampah secara langsung ke laut. Bukan hanya sampah bahan kimia bercun pun dibuang ke laut seperti oli, minyak tanah, kaleng dan lain sebagainya. Hal ini tentunya membuat perairan menjadi keruh sehingga ikan tidak dapat hidup di daerah tersebut. Padahal dulunya sebelum daerah ini ditempati oleh nelayan dari Makassar ikan masih banyak hidup di tempat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekosistem mangrove yang ada di daerah wosi kini telah rusak akibat daerah ini diperuntukan menjadi pasar. Hanya terlihat beberapa kumpulan jenis tumbuhan mangrove sejati dengan luasan yang terbatas. Ke arah rendani terlihat bahwa daerah ini dilengkapi dengan beberapa sumberdaya pesisir seperti terumbu karang, alga, lamun dan mangrove. Terumbu karang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bangunan untuk membuat fondasi rumah dan untuk membuat kapur sirih. Mangrove yang ada kadang dimanfaatkan oleh warga untuk membuat kayu bakar. Sedangkan alga dan lamun yang banyak ditemukan di Telaga Rendani belum dimanfaatkan. Beberapa jenis biota terdiri dari duri babi, bintang laut, kuda laut, ikan karang, teripang dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumberdaya laut dan pesisir di daerah sowi dan arfai terdiri dari terumbu karang dan beberapa jenis ikan. Hutan mangrove yang terletak di Telaga Wasti yang termasuk dalam daerah Sowi 4. Di daerah Sowi dan Arfai beberapa jenis ikan diantaranya ikan samandar, ikan sako, oci, momar, bubara, ikan gete-gete adalah yang dominan menurut Bapak Y. Waroy yang bekerja sebagai nelayan. Menurutnya mangrove di daerah Telaga Wasti kadang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan maupun kayu bakar. Telaga ini pun menjadi sumber makanan bagi penduduk setempat. Biji mangrove biasanya ditanam warga untuk dijual bersama kokerannya seharga 3000 rupiah per koker. Sedangkan di daerah Andai dan Maripi sumberdaya laut dan pesisirnya terdiri dari hutan mangrove sejati, pasir, ikan, dan bia. Ikan di daerah ini yang sering ditangkap nelayan adalah ikan tengiri, momar, oci, samandar, sako, dan ikan puri menurut Beni Rumadas, nelayan di kampung Wamesa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan puri biasanya berlimpah saat musimnya yaitu pada bulan Mei-Juni. Katanya ketika musim ikan puri banyak orang yang datang baik dari kelurahan Maripi maupun dari luar untuk mengambil dengan ikan tersebut sebanyak-banyaknya. Menurutnya ikan tengiri banyak ditangkap di daerah ini sampai dengan Mupi, dan banyak nelayan luar yang datang untuk mencarinya. Mangrove di daerah ini bisanya dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai kayu bakar, bahan bangunan, bahan kerajianan tangan, minuman dan lain sebagainya. Selain itu daerah ini juga memiliki pasir yang dimanfaatkan untuk bahan bangunan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-7762986012922260808?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/7762986012922260808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/sumberdaya-pesisir-dan-laut-di-sekitar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7762986012922260808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7762986012922260808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/sumberdaya-pesisir-dan-laut-di-sekitar.html' title='Sumberdaya Pesisir dan Laut di Sekitar Teluk Doreri Manokwari'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8431294384666551879</id><published>2009-04-22T22:00:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:20:53.830-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat Pesisir'/><title type='text'>Konflik yang Terjadi di Pesisir Teluk Doreri Manokwari</title><content type='html'>Penggunaan bom di Abasi Pantai sampai dengan Pasirido oleh nelayan setempat pada tahun 2004 dan 2005 telah mengakibatkan konflik antar warga, menurut Aurius Woreri. Namun kini penggunaannya telah dilarang karena menurut warga setempat bom dapat merusak terumbu karang dan akhirnya ikan menjadi berkurang. Kini masyarakat setempat tidak lagi menggunakan bom sesuai dengan kesepakatan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putusnya jaring milik masyarakat karena terkena perahu motor. Masyarakat kadang menempatkan jaring pada posisi atau tempat yang salah. Misalnya masyarakat menempatkannya jaring terlalu jauh ke arah laut. Ketika jaring rusak maka masyarakat akan menuntut pertanggungjawaban sehingga menimbulkan pertengkaran. Terkadang untuk menyelesaikannya nelayan yang bertanggung jawab menawarkan dua pilihan, yaitu diganti dengan uang atau dengan barang. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penempatan posisi keramba jaring apung yang tidak sesuai dan menggangu aktivitas pelayaran kadang menimbulkan konflik. Nelayan yang menambrak keramba menuntut rugi kepada orang yang mempunyai keramba sehingga menimbulkan pertikaian. Pengrusakan rumpon yang ada dilaut, dimana nelayan merasa iri sehingga rumpon yang ada dipotong-potong dan dirusak. Sehingga nelayan yang mempunyai rumpon menuntut untuk diganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan atau penangkapan ikan oleh nelayan moderen dengan kapal besar yang memasuki teluk Doreri. Hal ini dikeluhkan oleh nelayan tradisional yang merasa dirugikan karena hasil penangkapannya berkurang, dimana mereka tidak dapat bersaing. Kapal besar menurut Abu Rumkel, berasal dari perusahaan Mina di Sulawesi. Pada tahun 2008, kapal ini beroperasi di perairan Teluk Doreri dan manangkap ikan tuna. Akibatnya nelayan tradisional menghentikan pengoperasian kapal tersebut dan melakukan perundingan. Perundingan berakhir bulan Agustus 2008, dimana pengoperasian kapal di sekitar teluk Doreri di hentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun konflik yang terjadi diantara nelayan, dimana mereka menangkap ikan di lokasi yang sama sehingga timbul kecemburuan. Konflik terkadang terjadi ketika nelayan dari tempat lain mengambil ikan di daerah lain sehingga nelayan berusaha melindungi tempat dari orang luar. Konflik lain yang terjadi adalah antar penada di laut. Mereka kadang ada yang menawarkan dengan harga tinggi dan ada juga yang menawarkan dengan harga rendah sehingga menimbulkan pertengkaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambangan pasir di Pantai Maripi menimbulkan konflik antar masyarakat setempat. Truk-truk pengangkut pasir sering mengambil pasir di pantai atas ijin pemegang hak tanah. Sedangkan masyarakat di kampung lain merasa dirugikan karena mereka melihat bahwa terjadi abrasi di pantai yang mengakibatkan pantai menjadi sempit (Menurut Beni Rumadas. Selain itu menurutnya di sekitar Pantai Maripi, Andai dan Arfai masyarakat masih ada yang menggunakan bom untuk memperoleh ikan dengan cara yang mudah. Hal ini menimbulkan konflik atau pertikaian karena masyarakat merasa tidak senang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8431294384666551879?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8431294384666551879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/konflik-yang-terjadi-di-pesisir-teluk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8431294384666551879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8431294384666551879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/konflik-yang-terjadi-di-pesisir-teluk.html' title='Konflik yang Terjadi di Pesisir Teluk Doreri Manokwari'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4042415915969578160</id><published>2009-04-22T21:55:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:21:19.088-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengcemaran dan Pengolahan Limbah'/><title type='text'>Tujuan dan Cara Pengolahan Air Limbah Secara Sederhana</title><content type='html'>Tujuan umum pengolahan air limbah adalah melindungi kesehatan manusia dalam aktivitasnya sebagai pengguna air dan serta menghindari gangguan terhadap lingkungan. Selain itu  untuk menghindari kerusakan dan musnahnya kehidupan badan air penerima, serta melindungi air baku yang akan digunakan manusia dan makhluk hidup lain. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk menghilangkan material tersuspensi, bahan organic biodegrable, organic pathogen, kontaminan lain, seperti organic sukar larut, organic terlarut, serta mereduksi kandungan H, P, dan komponen organic toksik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan air limbah dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup terhadap pencemaran air limbah tersebut. Secara ilmiah sebenarnya lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar terhadap gangguan yang timbul karena pencemaran air limbah tersebut. Namun demikian, alam tersebut mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya sehingga air limbah perlu diolah sebelum dibuang. Beberapa cara sederhana pengolahan air buangan antara lain :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengenceran (Dilution)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah kemudian baru dibuang ke badan-badan air. Tetapi dengan makin bertambahnya penduduk, yang berarti makin meningkatnya kegiatan manusia maka jumlah air limbah yang harus dibuang terlalu banyak dan diperlukan air pengenceran terlalu banyak pula maka cara ini tidak dapat dipertahankan lagi. Disamping itu cara ini menimbulkan kerugian lain, diantaranya bahaya kontaminasi terhadap badan-badan air masih tetap ada, pengendapan yang akhirnya menimbulkan pendangkalan terhadap badan-badan air, seperti selokan, sungai, dananu, dan sebagainya. Selanjutnya dapat menimbulkan banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kolam Oksidasi (Oxidation Ponds)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya cara pengolahan ini adalah pemanfaatan sinar matahari, ganggang (algae), bakteri dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah. Air limbah dialirkan ke dalam kolam besar berbentuk segi empat dengan kedalaman antara 1-2 meter. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman dan di daerah yang terbuka sehingga memungkinkan sirkulasi angin dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Irigasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Air limbah dialirkan ke dalam parit-parit terbuka yang digali dan air akan merembes masuk ke dalam tanah melalui dasar dan dinding parit-parit tersebut. Dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan untuk pengairan ladang pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk pemupukan. Hal ini terutama dapat dilakukan untuk air limbah dari rumah tangga, perusahaan susu sapi, rumah potong hewan, dan lain-lainnya dimana kandungan zat-zat organik dan protein cukup tinggi yang diperlukan oleh tanam-tanaman.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4042415915969578160?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/4042415915969578160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/tujuan-dan-cara-pengolahan-air-limbah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4042415915969578160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4042415915969578160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/tujuan-dan-cara-pengolahan-air-limbah.html' title='Tujuan dan Cara Pengolahan Air Limbah Secara Sederhana'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8012093305991836131</id><published>2009-04-22T21:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:23:30.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengcemaran dan Pengolahan Limbah'/><title type='text'>Karakteristik Air Limbah</title><content type='html'>Karakteristik air limbah perlu dikenal karena hal ini akan menentukan cara pengolahan yang tepat sehingga tidak mencemari lingkungan hidup. Secara garis besar karakteristik air limbah ini digolongkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karakteristik Fisik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar terdiri dari air dan sebagian kecil terdiri dari bahan-bahan padat dan suspensi. Terutama air limbah rumah tangga, biasanya berwarna suram seperti larutan sabun, sedikit berbau. Bau tersebut berasal dari hasil pembusukan zat organik oleh bakteri anaerobic. Mikroorganisme dapat merubah sulfat menjadi sulfite dan gas hydrogen yang berbau busuk. Bau juga diakibatkan oleh zat kimia lain selama proses pengolahan air limbah. Kadang-kadang air limbah mengandung sisa-sisa kertas, berwarna bekas cucian beras dan sayur, bagian-bagian tinja, dan sebagainya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karakteristik Kimiawi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biasanya air buangan ini mengandung campuran zat-zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih serta bermacam-macam zat organik berasal dari penguraian tinja, urine dan sampah-sampah lainnya. Oleh sebab itu pada umumnya bersifat basa pada waktu masih baru dan cenderung ke asam apabila sudah mulai membusuk. Substansi organik dalam air buangan terdiri dari 2 gabungan, yakni :&lt;br /&gt;-Gabungan yang mengandung nitrogen, misalnya urea, protein, amine dan asam amino.&lt;br /&gt;-Gabungan yang tak mengandung nitrogen, misalnya lemak, sabun dan karbohidrat, termasuk selulosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karakteristik Bakteriologis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kandungan bakteri patogen serta organisme terdapat juga dalam air limbah tergantung darimana sumbernya namun keduanya tidak berperan dalam proses pengolahan air buangan. Mikroorganisme dan bakteri pada air limbah dapat berupa eucaryotes (tanaman biji, spora, lumut), eubacteria, dan archaebacteria. Yang paling berbahaya adalah bakteri colli (E-colli dan Streptococci). Baktericolli berasal dari usus manusia dan makluk hidup lain (ayam, sapi, itik, babi). Selain itu pada air limbah juga ditemukan ganggang (fitoplankton) yang hidup dengan memanfaatkan nutrien serta jamur yang bermanfaat dalam menguraikan senyawa karbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan zat-zat yang terkandung didalam air limbah ini maka air limbah yang tidak diolah terlebih dahulu akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup antara lain :&lt;br /&gt;-Menjadi transmisi atau media penyebaran berbagai penyakit, terutama kolera, typhus abdominalis, disentri baciler.&lt;br /&gt;-Menjadi media berkembangbiaknya mikroorganisme patogen.&lt;br /&gt;-Menjadi tempat-tempat berkembangbiaknya nyamuk atau tempat hidup larva nyamuk.&lt;br /&gt;-Menimbulkan bau yang tidak enak serta pandangan yang tidak sedap.&lt;br /&gt;-Merupakan sumber pencemaran air permukaan, tanah dan lingkungan hidup lainnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8012093305991836131?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8012093305991836131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/karakteristik-air-limbah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8012093305991836131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8012093305991836131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/karakteristik-air-limbah.html' title='Karakteristik Air Limbah'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-2560572360203796221</id><published>2009-04-22T21:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:21:41.811-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi Laut'/><title type='text'>CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora)</title><content type='html'>CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam adalah perjanjian internasional antarnegara yang disusun berdasarkan resolusi sidang anggota World Conservation Union (IUCN) tahun 1963. Konvensi bertujuan melindungi tumbuhan dan satwa liar terhadap perdagangan internasional spesimen tumbuhan dan satwa liar yang mengakibatkan kelestarian spesies tersebut terancam. Selain itu, CITES menetapkan berbagai tingkatan proteksi untuk lebih dari 33.000 spesies terancam. CITES merupakan satu-satunya perjanjian global dengan fokus perlindungan spesies tumbuhan dan satwa liar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CITES merupakan kerjasama antar negara anggota untuk menjamin perdagangan tumbuhan dan satwa liar dilaksanakan sejalan dengan perjanjian CITES. Ekspor, impor, reekspor, dan introduksi spesies yang terdaftar dalam apendiks CITES harus mendapat izin otoritas pengelola dan rekomendasi otoritas keilmuan CITES di negara tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CITES terdiri dari tiga apendiks:&lt;br /&gt;Apendiks I: daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apendiks II: daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apendiks III: daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi di negara tertentu dalam batas-batas kawasan habitatnya, dan suatu saat peringkatnya bisa dinaikkan ke dalam Apendiks II atau Apendiks I.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-2560572360203796221?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/2560572360203796221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/cites-convention-on-international-trade.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2560572360203796221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2560572360203796221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/cites-convention-on-international-trade.html' title='CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4053073274065351023</id><published>2009-04-22T21:43:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:26:25.711-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumberdaya Pesisir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Pesisir'/><title type='text'>Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.</title><content type='html'>Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah obyek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu, Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk Biduk, Berau. Pulau-pulau yang ada di Kepulauan Derawan berjumlah sekitar 31 pulau dan beberapa gosong dan atol.Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban yang ditinggali satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis, terletak di semenanjung utara perairan laut Kabupaten Berau yang terdiri dari beberapa pulau yaitu Pulau Panjang, Pulau Raburabu, Pulau Samama, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Nabuko, Pulau Maratua dan Pulau Derawan serta beberapa gosong karang seperti gosong Muaras, gosong Pinaka, gosong Buliulin, gosong Masimbung, dan gosong Tababinga.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kepulauan Derawan terdapat beberapa ekosistem pesisir dan pulau kecil yang sangat penting yaitu terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau (hutan mangrove). Selain itu banyak spesies yang dilindungi berada di Kepulauan Derawan seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, ikan barakuda dan beberapa spesies lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan lahan pulau tersebut oleh masyarakat setempat hanya sebatas untuk perkampungan. Selain itu, lahan pulau di Kepulauan Derawan masih dalam bentuk hutan mangrove, belukar, hutan kapur di Pulau Maratua dan vegetasi kelapa.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4053073274065351023?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/4053073274065351023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/kepulauan-derawan-di-kabupaten-berau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4053073274065351023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4053073274065351023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/kepulauan-derawan-di-kabupaten-berau.html' title='Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4903065041057327000</id><published>2009-04-22T21:38:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:26:18.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi Laut'/><title type='text'>Deskripsi Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih</title><content type='html'>Visi dari Balai Taman Nasional Teluk Cendrawasih yaitu “Terwujudnya kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang lestari berdasarkan kearifan lokal guna peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan”. Misinya terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memantapkan kawasan guna menjamin pengelolaan konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem kawasan TNTC. &lt;br /&gt;2. Memantapkan perlindungan, penegakan hukum pengawetan dan upaya rehabilitasi sumberdaya keanekaragaman hayati dan ekosistem TNTC. &lt;br /&gt;3. Mengembangkan secara optimal pemanfaatan Sumberdaya Hayati dan Ekosistem bagi pengembangan pendidikan, penelitian, ilmu pengetahuan, pariwisata alam dan budidaya untuk mendukung pemanfaatan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan. &lt;br /&gt;4. Mengembangkan sistem kelembagaan dan kemitraan konservasi dalam rangka pengelolaan TNTC.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih diketuai oleh Kepala Balai Besar TNTC. Terdapat bagian Tata Usaha yang langsung berhubungan dengan Kepala Balai BTNTC. Dibawahnya terdiri dari 3 sub bagian yaitu sub bagian umum, perencanaan dan kerjasama serta data evlap dan humas. Terdapat 4 Bidang yang berhubungan langsung dengan Kepala Balai TNTC yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bidang Teknis Konservasi Taman Nasional yang terdiri dari 2 seksi yaitu Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan serta Seksi Perlindungan, Pengawetan dan Perpetaan.&lt;br /&gt;2. Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Nabire yang terdiri dari 2 seksi yaitu Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kwatisore serta Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Teluk Umar.&lt;br /&gt;3. Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Wasior yaitu Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Aisandami serta Seksi PTN IV Room.&lt;br /&gt;4. Bidang PTN Wilayah III Yembekiri yaitu Seksi PTN Wilayah V Rumberpon serta PTN Wilayah VI Windesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor 58/Kpts-II/1990 menetapkan Teluk Cendrawasih sebagai salah satu Cagar Alam Laut di Indonesia. Kemudian Teluk Cendrawasih Kemudian ditunjuk sebagai Taman Nasional melalui surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 472/Kpts-II/1993 tanggal 2 September 1993 dengan luas 1.453.500 hektar. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 185/Kpts-II/1997 tanggal 31 Maret 1997 tentang organisasi dan tata kerja Balai Taman Nasional dan unit Taman Nasional, yang kemudian diperbaharui dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 6186/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002. Dalam organisasi pengelolaannya dibagi menjadi tiga wilayah kerja seksi konservasi wilayah dan Subbagian Tata Usaha. Kemudian ditahun 2007 ditetapkannya Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih (BBTNTC) berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan nomor P03/Menhut-II/2007.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4903065041057327000?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/4903065041057327000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/deskripsi-balai-besar-taman-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4903065041057327000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4903065041057327000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/deskripsi-balai-besar-taman-nasional.html' title='Deskripsi Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-2061612006102660076</id><published>2009-04-22T21:36:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:32:17.594-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi Laut'/><title type='text'>Deskripsi Kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih</title><content type='html'>Kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih terletak pada posisi 134006’ – 135010’ Bujur Timur dan 01043’ – 03022’ Lintang Selatan, mencakup dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Nabire (Distrik Yaur dan Teluk Umar) Propinsi Papua dan Kabupaten Teluk Wondama (Distrik Rumberpon, Wamesa, Windesi, Wasior Barat, Wasior Utara, Wasior Selatan dan Wasior) Propinsi Papua Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu kawasan pelestarian alam di Papua, Teluk Cendrawasih Kemudian ditunjuk sebagai Taman Nasional melalui surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 472/Kpts-II/1993 tanggal 2 September 1993 dengan luas 1.453.500 hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Teluk Cendrawasih merupakan perwakilan ekosistem terumbu karang, pantai, mangrove dan hutan tropika daratan pulau di Papua/Irian Jaya. Taman Nasional Teluk Cendrawasih merupakan taman nasional perairan laut terluas di Indonesia, terdiri dari daratan dan pesisir pantai (0,9%), daratan pulau-pulau (3,8%), terumbu karang (5,5%), dan perairan lautan (89,8%).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi karang Taman Nasional Teluk Cendrawasih tercatat 150 jenis dari 15 famili, dan tersebar di tepian 18 pulau besar dan kecil. Persentase penutupan karang hidup bervariasi antara 30,40% sampai dengan 65,64%. Tercatat kurang lebih 209 jenis ikan penghuni kawasan ini diantaranya butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis moluska antara lain keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas). Terdapat empat jenis penyu yang sering mendarat di taman nasional ini yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan hiu sering terlihat di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi. Taman Nasional dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. Taman Nasional Teluk Cendrawasih.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-2061612006102660076?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/2061612006102660076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/deskripsi-kawasan-taman-nasional-teluk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2061612006102660076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2061612006102660076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/deskripsi-kawasan-taman-nasional-teluk.html' title='Deskripsi Kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4233069807797145191</id><published>2009-04-22T21:29:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:27:21.958-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><title type='text'>Konsep Daya Dukung Budidaya Rumput Laut</title><content type='html'>Dewasa ini pemakaian daya dukung lingkungan dalam perencanaan suatu design budidaya laut terus berkembang. Melihat perkembangan sektor budidaya laut saat ini dan yang akan datang maka dalam mengembangkan suatu kawasan perairan sebagai lahan untuk budidaya perlu membuat model-model estimasi yang disesuaikan dengan kondisi wilayah. Pengukuran daya dukung didasarkan pada pemikiran bahwa perairan pesisir memiliki kapasitas maksimum untuk mendukung suatu pertumbuhan organisme. Konsep daya dukung yang digunakan dalam pengembangan budidaya rumput laut adalah konsep daya dukung ekologis. Daya dukung ekologis yaitu tingkat maksimum (baik jumlah maupun volume) pemanfaatan sumberdaya atau ekosistem yang dapat diakomodasi oleh suatu kawasan atau wilayah sebelum terjadi penurunan kualitas ekologis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Turner, (1988) dalam Rustam, (2005) bahwa daya dukung lingkungan adalah jumlah populasi organisme akuatik yang dapat didukung oleh suatu kawasan/areal atau volume perairan tanpa mengalami penurunan kualitas lingkungan perairan tersebut. &lt;span class="fullpost"&gt;Definisi lain menyebutkan bahwa daya dukung adalah batasan untuk banyaknya organisme hidup dalam jumlah atau massa yang dapat didukung oleh suatu habitat. Jadi daya dukung adalah ultimate constraint yang diperhadapkan pada biota oleh adanya keterbatasan lingkungan seperti ketersediaan makanan, ruang, siklus predator, temperatur, cahaya matahari atau salinitas (Rachmansyah, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep daya dukung perairan telah lama dikenal dan dikembangkan dalam lingkungan budidaya perikanan, seiring dengan peningkatan pemahaman akan pentingnya pengelolaan lingkungan budidaya untuk menunjang kontinuitas produksi. Dalam perencanaan atau desain suatu sistem produksi budidaya rumput laut maka nilai daya dukung merupakan faktor penting dalam menjamin siklus produksi dalam jangka waktu yang lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estimasi daya dukung lingkungan perairan untuk menunjang kegiatan budidaya rumput laut merupakan ukuran kuantitatif yang akan memperlihatkan berapa berapa unit rakit yang boleh ditanam dalam luasan area yang telah ditentukan tanpa menimbulkan degredasi lingkungan dan ekosistem sekitarnya (Piper et al, 1982 dalam Ali, 2003). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pengembangan budidaya rumput laut di masa mendatang haruslah terus memperhatikan daya dukung lingkungan bukan sekedar mengejar nilai ekonomi semata, yang akhirnya malah menjauhkan dari tujuan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4233069807797145191?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/4233069807797145191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/konsep-daya-dukung-budidaya-rumput-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4233069807797145191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4233069807797145191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/konsep-daya-dukung-budidaya-rumput-laut.html' title='Konsep Daya Dukung Budidaya Rumput Laut'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-669701973126147545</id><published>2009-04-22T21:23:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:27:53.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><title type='text'>Daya Dukung Lingkungan Untuk Budidaya Rumput Laut</title><content type='html'>Keberhasilan budidaya rumput laut dengan pemilihan lokasi yang tepat merupakan salah satu faktor penentu. Gambaran tentang biofisik air laut yang diperlukan untuk budidaya rumput laut penting diketahui agar tidak timbul masalah terhadap budidaya rumput laut. Daya dukung lingkungan untuk budidaya rumput laut dipengaruhi oleh beberapa parameter/kondisi lingkungan perairan antara lain adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kondisi Lingkungan Fisika&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daya dukung lingkungan yang baik untuk pertumbuhan rumput laut harus ditempatkan pada daerah yang terlindung dari pengaruh ombak dan gelombang yang kuat dimana biasanya terletak di teluk dan terlindung oleh karang penghalang atau pulau di depannya (Puslitbangkan, 1991). Gerakan arus yang ideal untuk pertumbuhan rumput laut yaitu 20-40 cm/detik. Jika kecepatan arus melebihi 40  cm/detik atau kurang dari 20 cm/detik maka pertumbuhan rumput laut akan lambat. Arus yang lemah dapat mengurangi pasokan nutrien yang dibutuhkan oleh rumput laut sehingga menghambat pertumbuhannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar perairan yang paling baik untuk pertumbuhan Eucheuma cottonii adalah substrat stabil yang terdiri dari patahan karang mati (pecahan karang) dan pasir kasar serta bebas dari lumpur (Ditjenkan Budidaya, 2005). Eucheuma cottoni membutuhkan perairan yang jernih sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung dengan baik. Apabila kecerahan perairan berkurang akibat sedimentasi dari daratan maupun sekitarnya maka akan menghambat pertumbuhan rumput laut. Tingkat kecerahan yang tinggi diperlukan dalam budidaya rumput laut. Hal ini dimaksudkan agar penetrasi cahaya matahari dapat masuk ke dalam air. Intensitas sinar yang diterima secara sempurna oleh thallus merupakan faktor utama dalam proses fotosintesis. Kondisi air yang jernih dengan tingkat transparansi tidak kurang dari 5 meter cukup baik untuk pertumbuhan rumput laut (Puslitbangkan, 1991). Kecerahan perairan yang ideal untuk pertumbuhan rumput laut yaitu 30 meter sedangkan nilai kekeruhan adalah 0,3 NTU (Nephelometric Turbidity Unit). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedalaman air yang baik untuk pertumbuhan Eucheuma cottonii adalah antara 2-15 m pada saat surut terendah untuk metode apung. Hal ini akan menghindari rumput laut mengalami kekeringan karena terkena sinar matahari secara langsung pada waktu surut terendah dan memperoleh (mengoptimalkan) penetrasi sinar matahari secara langsung pada waktu air pasang (Ditjenkan Budidaya, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan temperatur yang tinggi mengakibatkan thallus rumput laut menjadi pucat kekuning-kuningan yang menjadikan rumput laut tidak dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu suhu perairan yang baik untuk budidaya rumput laut adalah 20-28°C dengan fluktuasi harian maksimum 4°C (Puslitbangkan, 1991).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intensitas hujan yang cukup tinggi dapat membuat pertumbuhan rumput laut menjadi terganggu. Akibatnya hasil panen menjadi tidak optimal dan merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kondisi Lingkungan Biologi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan perairan yang mendukung pertumbuhan rumput laut harus terhindar dari hewan air yang bersifat herbivora terutama ikan baronang/lingkis (siganus. spp), penyu laut (Chelonia midos} dan bulu babi yang dapat memakan tanaman budidaya rumput laut (Puslitbangkan, 1991).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kondisi Lingkungan Kimia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rumput laut tumbuh dengan baik pada salinitas yang tinggi. Penurunan salinitas akibat air tawar yang masuk akan menyebabkan pertumbuhan rumput laut menjadi tidak normal. Salinitas yang dianjurkan untuk budidaya rumput laut sebaiknya jauh dari mulut muara sungai. Salinitas yang dianjurkan untuk budidaya rumput laut Eucheuma cottonii adalah 28- 35 ppt (Ditjenkan Budidaya, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perairan yang baik untuk pertumbuhan rumput laut harus mengandung cukup makanan berupa makro dan mikro nutrien. Menurut Joshimura dalam Wardoyo (1978) bahwa kandungan fosfat sangat baik bila berada pada kisaran 0,10-0,20 mg/1 sedangkan nitrat dalam kondisi berkecukupan biasanya berada pada kisaran antara 0,01- 0,7 mg/1. Dengan demikian dapat dikatakan perairan tersebut mempunyai tingkat kesuburan yang baik dan dapat digunakan untuk kegiatan budidaya rumput laut. Apabila kandungan fosfat &gt;0,20 mg/l dan nitrat &gt;0,7 mg/l maka dapat mengakibatkan blooming mikro alga diperairan sehingga membuat kualitas perairan menurun, misalnya berkurangnya intensitas cahaya matahari, persaingan dalam perebutan makanan (nutrient) dan lain-lain. Sedangkan apabila kandungan fosfat &lt;0,20 mg/l dan nitrat &lt;0,7 mg/l maka perairan menjadi tidak subur sehingga pertumbuhan rumput laut menjadi lebih lambat. Fosfat dan nitrat harus berada pada rasio 1:3 untuk pertumbuhan rumput laut yang baik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput laut cenderung membutuhkan pH yang basa untuk pertumbuhannya. pH yang ideal untuk pertumbuhan rumput laut yaitu 8-9. Apabila perairan terlalu asam maupun basa kuat maka akan menghambat pertumbuhan rumput laut.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-669701973126147545?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/669701973126147545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/daya-dukung-lingkungan-untuk-budidaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/669701973126147545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/669701973126147545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/04/daya-dukung-lingkungan-untuk-budidaya.html' title='Daya Dukung Lingkungan Untuk Budidaya Rumput Laut'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8377073614537407804</id><published>2009-03-04T17:23:00.000-08:00</published><updated>2009-09-23T18:28:31.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Pesisir'/><title type='text'>Panjang Garis Pantai Indonesia Terbaru</title><content type='html'>Seperti yang diumumkan PBB pada tahun 2008, bahwa kini tercatat panjang garis pantai Indonesia yaitu 95.181 km. Tentunya hal tersebut menempatkan Indonesia pada urutan keempat di dunia setelah Amerika pada urutan pertama, Canada kedua dan Rusia ketiga dengan garis pantai terpanjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Kanada menduduki urutan pertama dengan panjang garis pantai 243.792 km dengan 52.455 pulau. Adanya koreksi mengenai panjang garis pantai Indonesia dari 81.000 km menjadi 95.181 km dipengaruhi oleh jumlah pulau yang sangat banyak yaitu kurang lebih ada 17.480 pulau.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8377073614537407804?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8377073614537407804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/panjang-garis-pantai-indonesia-terbaru.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8377073614537407804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8377073614537407804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/panjang-garis-pantai-indonesia-terbaru.html' title='Panjang Garis Pantai Indonesia Terbaru'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-1500091772141888566</id><published>2009-03-01T22:31:00.000-08:00</published><updated>2009-09-23T18:31:45.646-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Kelemahan MODIS Dalam Menentukan ZPPI</title><content type='html'>Data MODIS memiliki kelemahan dalam menentukan zona potensial penangkapan ikan yang akurat. Peran data penginderan jauh citra MODIS dalam mendapatkan data distribusi potensi fitoplankton belum maksimal, karena data citra sering mengalami gangguan oleh awan, garis-garis (striped) dan pancaran sinar matahari (sunglint) sehingga informasi yang diperoleh kurang akurat atau  kurang sesuai dengan kondisi lapangan, dengan demikian mengakibatkan kehilangan informasi di dalamnya. Kesalahan dalam penentuan radiometrik terdiri dari sunglint (kanal 20,22 dan 23), absorpsi uap air atmosfir (kanal 31 dan 32), gas-gas minor di atmosfir (semua kanal), dan tiupan debu di laut (semua kanal).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunglint tampak sebagai garis putih bercahaya pada citra level 1. Ini merupakan pantulan spektrum dari permukaan air laut. Sinyal yang dipantulkan lebih besar dari yang dipantulkan sinar matahari di permukaan bumi yang mengembalikan informasi tentang parameter laut. &lt;span class="fullpost"&gt;Sunglint merusak sinyal warna laut yang membawa informasi yang penting (Putra, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek sunglint lebih berdampak pada MODIS dibandingkan SeaWIFS karena sensor MODIS tidak dapat memiringkan penyiaman untuk menghindari bagian sunglint. Pada citra Aqua MODIS, cahaya mempengaruhi bagian barat dari penyinaran. Ini karena Aqua melintasi garis ekuator pada siang hari ketika matahari sedikit condong ke arah barat dari sensor. Sedangkan pada Terra MODIS, bagian yang terkena pancaran (glint) berada di bagian Timur dari garis tengah karena Terra melintasi ekuator pada pagi hari ketika matahari sedikit condong ke arah bagian Timur dari sensor (Putra, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan dalam menentukan ZPPI dikarenakan tingginya liputan awan di wilayah tropis, sehingga jumlah informasi yang diproduksi tidak dapat mencapai target yang diharapkan yaitu informasi harian. Untuk menghitung atau mengolah data suhu permukaan laut dan klorofil dilakukan hanya pada piksel yang bebas dari awan. Proses pengambilan data oleh sensor penginderaan jauh MODIS tidak akan mungkin terlepas dari pengaruh awan. Semakin banyak kandungan awan maka akan semakin kecil wilayah yang dapat dideteksi kandungan klorofil serta sebaran suhunya, sebaliknya semakin sedikit kandungan awan yang dimiliki oleh citra satelit maka akan semakin luas wilayah yang dapat dideteksi kandungan klorofil serta sebaran suhunya. Ini kemudian menimbulkan permasalahan baru dalam penentuan zona tangkapan ikan, yaitu bagaimana melakukan ekstraksi klorofil dan suhu permukaan laut yang bersih dari pengaruh awan. Terutama untuk sensor pasif seperti MODIS awan dapat menutupi benda-benda yang ada di atau di dekatnya sehingga interpretasi tidak memungkinkan. Masalah ini dapat diatasi dengan mengkombinasikan citra MODIS dengan citra dari sensor aktif (misalnya Radarsat) untuk keduanya saling melengkapi (Susilo,  1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi adalah hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan citra yang akan digunakan (Wikantika, 2008). Resolusi spasial MODIS untuk kanal 1 dan 2 (0.6 µm - 0.9 µm) yaitu 250 m, untuk kanal 3 sampai 7 (0.4 µm - 2.1 µm) yaitu 500 m, untuk kanal 8 sampai 36 (0.4 µm - 14.4 µm) yaitu 1 km. Namun untuk pengamatan suhu permukaan laut dan klorofil-a maka resolusi spasial yang digunakan yaitu 1 km. Hal ini karena kanal 8 – 12 adalah yang paling sensitif dalam memberikan informasi sebaran konsentrasi klorofil, sedangkan kanal 31 dan 32 memberikan informasi yang akurat mengenai suhu permukaan laut (Prayogo, 2003). Dengan demikian untuk mengidentifikasi ZPPI digunakan resolusi 1 km. Daerah yang lebih kecil dari 1 km akan lebih sulit dikenal sehingga informasi yang diperoleh mengenai ZPPI lebih sedikit dan tidak akurat. Kelemahan lain dari MODIS yaitu terjadinya duplikasi baris dimana bagian citra mengalami overlap terutama yang jauh dari nadir. Overlap terjadi karena terdapat peningkatan Instantaneous Field of View (IFOV).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-1500091772141888566?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/1500091772141888566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/data-modis-memiliki-kelemahan-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1500091772141888566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1500091772141888566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/data-modis-memiliki-kelemahan-dalam.html' title='Kelemahan MODIS Dalam Menentukan ZPPI'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-2983789482985137474</id><published>2009-03-01T22:30:00.000-08:00</published><updated>2009-09-23T18:31:30.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Kelebihan MODIS Dalam Menentukan ZPPI</title><content type='html'>MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) merupakan sensor multi spektral yang terdiri dari 36 kanal/kanal spektral dengan kanal 1-19 dan 26 berada pada kisaran gelombang tampak dan infra merah dekat, sedangkan kanal-kanal lainnya berada pada kisaran gelombang termal (Putra, 2008). Banyak kanal yang dipunyai oleh data MODIS yang mencakup kanal dari satelit NOAA, SeaWifs, Landsat dan sebagainya yang dapat digunakan untuk mengukur parameter dari permukaan laut hingga seperti mengukur suhu permukaan laut (sea surface temperature) dan konsentrasi klorofil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MODIS merupakan sensor yang menggunakan kisaran spektrum yang luas dan memiliki resolusi temporal yaitu 1-2 hari (Semedi, 2008). Ini merupakan tingkat kunjungan dengan frekuensi tinggi atau dikenal dengan resolusi temporal yang tinggi. Karena itu informasi tentang Zona Potensial Penangkapan Ikan (ZPPI) dapat diperoleh setiap harinya mengingat bahwa pergerakan ikan pelagis bersifat dinamis.&lt;span class="fullpost"&gt; Hal ini menjadi satu alasan penting digunakannya satelit dengan resolusi temporal harian di dalam mengidentifikasi ZPPI (Hasyim, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MODIS memiliki beberapa kelebihan dibandingkan NOAA-AVHRR (Rudiastuti et al, 2007) antara lain adalah lebih banyaknya spektral panjang gelombang (resolusi spektral) dan lebih telitinya cakupan lahan (resolusi spasial) serta lebih kerapnya frekuensi pengamatan (resolusi temporal). MODIS memiliki resolusi 250 meter untuk kanal 1 dan 2 (0.6 µm - 0.9 µm), 500 meter untuk kanal 3 sampai 7 (0.4 µm - 2.1 µm), dan 1000 km untuk kanal 8 sampai 36 (0.4 µm - 14.4 µm). Kisaran gelombang pada kanal-kanal yang dimilikinya yang lebih sempit sehingga dapat menghasilkan informasi parameter yang lebih baik dan akurat (Lapan, 2004). MODIS melalui berbagai algoritma dapat menghasilkan parameter SPL dan konsentrasi klorofil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan lainnya dari MODIS berupa kalibrasi radiometrik, spasial dan spektral dilakukan waktu mengorbit, peningkatan akurasi/presisi radiometrik, peningkatan akurasi posisi geografis serta lebih telitinya cakupan lahan (resolusi spasial). MODIS juga memiliki resolusi radiometrik yang cukup tinggi yaitu 12 bit.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-2983789482985137474?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/2983789482985137474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/kelebihan-citra-modis-dalam-menentukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2983789482985137474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2983789482985137474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/kelebihan-citra-modis-dalam-menentukan.html' title='Kelebihan MODIS Dalam Menentukan ZPPI'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-3113467025855100314</id><published>2009-03-01T21:26:00.000-08:00</published><updated>2009-09-23T18:31:35.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Level Data MODIS</title><content type='html'>Data MODIS terdapat dalam beberapa level data. Beberapa jenis level data MODIS yang tersedia yaitu level-0, level-1A, level-1B, level-2, dan level-3. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data MODIS level-0 merupakan data mentah hasil perekaman satelit yang diterima secara langsung oleh stasiun penerima di bumi. MODIS level-0 memiliki informasi berupa kanal yang belum diperkecil. Ukuran datanya lebih besar dibandingkan dengan MODIS level-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data MODIS level-1 terdiri dari dua tipe yaitu MODIS level-1A dan MODIS level-1B. Data level-1A merupakan data mentah ditambah dengan informasi tentang kalibrasi sensor dan geolokasi (Feldman, 2008). Geolokasi berisi informasi tentang lintang dan bujur pada setiap pusat piksel 1 km. Data MODIS Level-1A dihasilkan, digunakan, dan didistribusi oleh Ocean Biology Processing Group (OBPG). Informasi pada data ini diperkecil dan dikelompokan dimana kanal dan sebagian data yang tidak digunakan untuk observasi klorofil-a dan suhu dihilangkan. Produk standar level-1A berukuran 575 Mb. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan data level-1B memiliki kalibrasi dan geolokasi pada radiansi yang dihasilkan dari sensor. Pada MODIS level-1B, piksel tergeolokasi terhadap kordinat tengah piksel. Tidak ada koreksi untuk efek bowtie dari MODIS level-1B. Namun pada data perlu diperhatikan bahwa piksel di pinggir dari penyiaman memiliki cakupan lebih luas dan cakupan dari piksel yang mengikuti arah penyiaman sebagian mengalami tumpang tindih (overlap). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk MODIS level-2 dihasilkan dari produk level-1A. Isi data utama dari produk ini adalah nilai geofisik untuk setiap piksel, yang berasal dari level-1A dengan menerapkan kalibrasi sensor, koreksi atmosfir, dan algoritma bio-optik. Setiap produk level-2 berhubungan dengan cakupan geografis dari produk level-1A dan disimpan pada HDF (Feldman, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk data level-3 terdiri dari kumpulan data level-2. Citra satelit Aqua dan Terra MODIS level-3 biasanya sudah terkoreksi radiometrik maupun geometrik. Pada MODIS level-3 citra yang ditampilkan menjadi datar. Algoritma pada level-3 telah diterapkan secara otomatis (Feldman, 2008).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-3113467025855100314?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/3113467025855100314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/level-data-modis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3113467025855100314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3113467025855100314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/level-data-modis.html' title='Level Data MODIS'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-807493618535319332</id><published>2009-03-01T21:23:00.000-08:00</published><updated>2009-09-23T18:32:27.109-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Cara Memperoleh Citra MODIS melalui Internet</title><content type='html'>Produk data yang diperoleh dari observasi MODIS dapat menggambarkan karakteristik dari daratan, lautan dan atmosfir yang bisa digunakan untuk mempelajari proses dan gejala-gejala alam pada skala lokal hingga global (Feldman, 2008). Produk MODIS tersedia pada beberapa sumber yang dapat diperoleh secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Produk MODIS level 1, geolokasi, tutupan awan, dan atmosfir tersedia pada LAADS(Level 1 and Atmosphere Archive and Distribution System) pada situs http://ladsweb.nascom.nasa.gov/. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Produk daratan tersedia pada Land Processes Distributed Active Archive Center (DAAC) pada U. S. Geological Survey Earth Resources Observation and Science (EROS) Data Center yang dapat diperoleh pada situs http://edcdaac.usgs.gov/dataproducts.asp. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Produk data Cryosphere (tutupan salju dan es) tersedia pada National Snow and Ice Data Center (NSIDC) di Boulder, Colorado atau dapat dilihat pada situs http://nsidc.org/daac/MODIS/index.html. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Produk warna laut dan suhu permukaan laut diperoleh dari Ocean Color Data Processing System (OCDPS) pada NASA Goddard Space Flight Center (GSFC). Produk ini dapat diakses melalui internet pada situs http://oceancolor.gsfc.nasa.gov/cgi/browse.pl?sen=am&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-807493618535319332?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/807493618535319332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/cara-memperoleh-citra-modis-melalui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/807493618535319332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/807493618535319332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/cara-memperoleh-citra-modis-melalui.html' title='Cara Memperoleh Citra MODIS melalui Internet'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8542778552684808332</id><published>2009-03-01T21:19:00.000-08:00</published><updated>2009-09-23T18:32:03.645-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Sensor MODIS</title><content type='html'>MODIS (Moderate-resolution Imaging Spectroradiometer) merupakan salah satu sensor yang dimiliki EOS (Earth Observing System) dan dibawa oleh dua wahana yaitu Terra dan Aqua (Gambar 7). Sensor MODIS merupakan turunan dari sensor AVHRR (Advanced Very High Resolution Radiometer), SeaWIFS (Sea-Viewing Wide Field of view sensor) dan HIRS (High Resoution Imaging Spectrometer) yang dimiliki EOS (Wikantika, 2008).&lt;br /&gt;Tujuan utama dari MODIS yaitu untuk memahami interaksi antara laut, atmosfir, daratan, dan biosfir. Saluran-saluran radiasi inframerah termal dari MODIS berfungsi untuk mendeteksi radiasi termal yang dipancarkan oleh permukaan bumi. MODIS dapat mengukur hampir semua parameter darat, laut dan udara, dan memiliki kegunaan yang sangat luas, mulai dari pengukuran indek tumbuhan, kelembaban tanah, kadar aerosol di udara, suhu permukaan laut, kandungan klorofil laut dan lain sebagainya. Dengan dipasangnya sensor MODIS di satelit Terra dan Aqua, data bisa diperoleh setiap hari dari NASA dan pusat-pusat kelautan dunia (Anonim, 2003). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MODIS merupakan sensor pasif yang memerlukan gelombang cahaya matahari sehingga hanya bisa bekerja pada pagi dan siang hari (Darmawan, 2007). Kelebihan sensor MODIS dibandingkan dengan sensor global lainnya adalah dalam hal resolusi spasial yang berbeda-beda yaitu 250 meter, 500 meter dan 1 kilometer (1000 meter). Kelebihan sensor MODIS lainnya berupa kalibrasi radiometrik, spasial dan spektral yang dilakukan waktu mengorbit, peningkatan akurasi/presisi radiometrik, dan peningkatan akurasi posisi geografis (Davies, 2004). Dengan banyak kanal yang dipunyai oleh data MODIS yang mencakup kanal dari satelit-satelit lainnya seperti NOAA, SeaWifs, dan Landsat, maka dengan demikian MODIS dapat digunakan untuk menentukan atau mengukur parameter dari permukaan laut seperti mengukur suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil, kandungan uap air dan lain sebagainya (Darmawan, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MODIS dapat mengumpulkan data dalam 36 spektrum kanal dengan kisaran gelombang 0,4 – 14,4 µm dan pada resolusi spasial yang bervariasi (2 kanal pada 250 meter, 5 kanal pada 500 meter and 29 kanal pada 1 km). Resolusi spasial MODIS untuk kanal 1 dan 2 (0.6 µm - 0.9 µm) yaitu 250 m, untuk kanal 3 sampai 7 (0,4 µm – 2,1 µm) yaitu 500 m, untuk kanal 8 sampai 36 (0,4 µm – 14,4 µm) yaitu 1 km. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen MODIS terdiri dari sebuah cross track cermin scan, optik pengumpul, dan detektor elemen individu (Putra, 2008). MODIS memiliki resolusi sementara (temporal) 1 sampai 2 hari dimana MODIS dapat mengamati tempat yang sama di permukaan bumi setiap hari untuk kawasan di atas lintang 30, dan setiap 2 hari untuk kawasan di bawah lintang 30, termasuk Indonesia (Aini, 2007).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8542778552684808332?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8542778552684808332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/sensor-modis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8542778552684808332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8542778552684808332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/sensor-modis.html' title='Sensor MODIS'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6264428678460822835</id><published>2009-03-01T21:16:00.000-08:00</published><updated>2009-09-23T18:32:12.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Aqua (EOS PM-1)</title><content type='html'>Aqua (EOS PM-1) pertama kali diluncurkan pada tanggal 4 Mei 2002 dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg (Gambar 6). Nama Aqua berasal dari bahasa Latin yang berarti air. Satelit ini mengumpulkan informasi di bumi mengenai siklus air, penguapan air laut, uap air di udara, awan, curah hujan, kelembapan tanah, es di laut, es di daratan, dan panutupan salju (Putra, 2008). Variabel lain yang juga diamati oleh Aqua diantaranya adalah aerosol, tutupan vegetasi di daratan, fitoplankton dan bahan organik di perairan dan suhu air. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Misi Aqua merupakan bagian dari NASA-Centered International Earth Observing System (EOS) atau sistem pemantau bumi internasional yang berpusat di NASA. Aqua sebelumnya bernama EOS PM, yang menggambarkan Aqua mengorbit dari selatan ke utara di atas garis ekuator pada siang hari. Aqua dapat melihat setiap titik pada bumi hingga 1-2 hari. Aqua mengorbit bumi pada ketinggian 705 km, dan memiliki orbit sunsynchronous, near polar, dan circular. Berbeda dengan satelit Terra, Aqua melintasi ekuator setiap hari, dan bergerak  menuju utara (ascending mode). Aqua akan melintasi ekuator setiap hari pada jam 13.30 WIB.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqua membawa 6 sensor yang dirancang untuk meneliti air pada permukaan bumi dan atmosfir. Sensor yang terpasang diantaranya yaitu AMSR-E (Advanced Microwave Scanning Radiometer), MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer), AMSU-A (Advanced Microwave Sounding Unit), AIRS (Atmospheric Infrared Sounder), HSB (Humidity Sounder for Brazil) dan CERES (Clouds and the Earth's Radiant Energy System).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6264428678460822835?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/6264428678460822835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/aqua-eos-pm-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6264428678460822835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6264428678460822835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/aqua-eos-pm-1.html' title='Aqua (EOS PM-1)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-902250111234941993</id><published>2009-03-01T20:49:00.000-08:00</published><updated>2009-09-23T18:33:11.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Satelit Terra (EOS AM-1)</title><content type='html'>Terra (EOS AM-1) adalah satelit multi nasional dan multi misi yang dikelola oleh Pusat Penerbangan Antariksa Goddard milik NASA, dimana misinya mendapat kontribusi dari Jet Propulsion Laboratory and Langley Research Center (Putra, 2008). Tujuan utama dari satelit Terra MODIS adalah untuk memahami proses yang saling berkait antara atmosfir, laut, daratan dengan perubahan sistem cuaca dan pola iklim di bumi. Satelit ini diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg pada tanggal 18 Desember 1999 (Putra, 2008). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Terra berasal dari bahasa Latin yang berarti bumi (Wikantika,  2008). Terra MODIS mengorbit bumi secara polar pada ketinggian 705 kilometer dan melewati garis khatulistiwa pada jam 10:30 WIB. Terra bergerak melalui ekuator setiap hari, menuju selatan (descending mode). Lebar cakupan wilayah pada permukaan bumi yang direkam oleh satelit Terra sekitar 2330 kilometer (Semedi, 2008). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satelit Terra MODIS dapat melihat setiap titik pada permukaan bumi hingga 1-2 hari. Terra membawa lima alat sensor yaitu ASTER (Advanced Spaceborne Termal Emission and Reflection Radiometer), CERES (Clouds and the Earth's Radiant Energy System), MISR (Multi-angle Imaging Spectroradiometer), MODIS (Moderate-resolution Imaging Spectroradiometer) dan MOPITT (Measurements of Pollution in the Troposphere) (Wikipedia, 2008).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-902250111234941993?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/902250111234941993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/satelit-terra-eos-am-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/902250111234941993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/902250111234941993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2009/03/satelit-terra-eos-am-1.html' title='Satelit Terra (EOS AM-1)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-7417126614882015338</id><published>2008-11-02T02:53:00.000-08:00</published><updated>2009-09-23T18:32:02.035-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Pengertian Penginderaan Jauh</title><content type='html'>Penginderaan jauh adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala, dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat, tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau gejala yang akan dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990). Dalam penginderaan jauh didapat masukan data atau hasil observasi yang disebut citra. Citra dapat diartikan sebagai gambaran yang tampak dari suatu objek yang sedang diamati, sebagai hasil liputan atau rekaman suatu alat pemantau. Menurut  Sutanto   (1994),   ada  empat  komponen penting  dalam  sistem penginderaan jauh adalah sumber tenaga elektromagnetik, atmosfer, interaksi antara tenaga dan objek, dan sensor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga panas yang dipancarkan dari obyek dapat direkam dengan sensor yang dipasang jauh dari obyeknya. Penginderaan obyek tersebut menggunakan spektrum inframerah termal (Sutanto, 1994). Dengan menggunakan satelit maka akan memungkinkan untuk memonitor daerah yang sulit dijangkau dengan metode dan wahana yang lain. Satelit dengan orbit tertentu dapat memonitor seluruh permukaan bumi. &lt;span class="fullpost"&gt;Satelit-satelit yang digunakan dalam penginderaan jauh terdiri dari satelit lingkungan, cuaca dan sumberdaya alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat sensor dalam penginderaan jauh dapat menerima informasi dalam berbagai bentuk antara lain sinar atau cahaya, gelombang bunyi dan daya elektromagnetik. Alat sensor digunakan untuk melacak, mendeteksi, dan merekam suatu objek dalam daerah jangkauan tertentu. Tiap sensor memiliki kepekaan tersendiri terhadap bagian spektrum elektromagnetik. Kemampuan sensor untuk merekam gambar terkecil disebut resolusi spasial. Semakin kecil objek yang dapat direkam oleh sensor semakin baik sensor dan semakin baik resolusi spasial pada citra (Meurah C., 2004).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-7417126614882015338?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/7417126614882015338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/pengertian-penginderaan-jauh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7417126614882015338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7417126614882015338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/pengertian-penginderaan-jauh.html' title='Pengertian Penginderaan Jauh'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8366182606168571022</id><published>2008-11-02T02:43:00.002-08:00</published><updated>2009-09-23T18:36:43.055-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Pemanfaatan Satelit Modis Untuk Mengidentifikasi Daerah Potensial Penangkapan Ikan Pelagis</title><content type='html'>Indonesia memiliki kandungan sumberdaya alam khususnya sumberdaya hayati (ikan) yang berlimpah dan beraneka ragam. Menurut Komnas Pengkajian Sumberdaya Perikanan Laut (Komnas Kajiskanlaut, 1998), potensi sumberdaya ikan di seluruh perairan laut Indonesia, diduga sebesar 6,26 juta ton per tahun, sementara produksi tahunan ikan laut Indonesia pada tahun 1997 mencapai 3,68 juta ton. Ini berarti tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan laut Indonesia baru mencapai 58,80%. Di beberapa wilayah perairan masih terbuka peluang besar untuk pengembangan pemanfaatannya, sedangkan di beberapa wilayah lain telah mencapai kondisi padat tangkap atau overfishing. Belum tersedianya data dan informasi mengenai potensi sumberdaya perikanan wilayah Indonesia merupakan salah satu penyebabnya (Prayogo T., 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan ikan pada suatu perairan berhubungan dengan parameter-parameter osenografi di perairan seperti suhu, salinitas, arus, dan kelimpahan fitoplankton atau sumber makanan. Informasi mengenai parameter-parameter osenografi sangat dibutuhkan untuk pengelolaan sumberdaya ikan secara optimum dan lestari.&lt;span class="fullpost"&gt; Informasi ini dapat diperoleh secara insitu (pengukuran di lapangan). Tetapi ada cara lain yang lebih efisien yaitu menggunakan teknologi penginderaan jauh, karena tidak menghabiskan biaya yang banyak, tenaga dan tidak memakan waktu yang lama untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan (Semedi, 2008). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi penginderaan jauh sampai saat ini telah berkembang sangat pesat. Perkembangan tersebut memungkinkan teknologi penginderaan jauh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ada berbagai macam aplikasi teknologi penginderaan jauh, salah satunya adalah pemanfaatan data citra satelit untuk menentukan zona tangkapan ikan (Wikantika K., 2008). Penggunaan teknologi penginderaan jauh (Inderaja) khususnya satelit dipadu dengan data cuaca, data oseanografi khususnya kesuburan perairan dan tingkah laku ikan, didukung dengan metode pengolahan dan analisis yang teruji akurasinya, merupakan salah satu alternatif yang sangat tepat dalam mempercepat penyediaan informasi zona potensi ikan harian untuk keperluan peningkatan hasil tangkapan ikan (Yasmin B., 2004). Dengan mengetahui daerah potensi penangkapan ikan secara dini, para nelayan dapat lebih mengefektifkan masa operasi penangkapan, efisiensi biaya dan peningkatan hasil tangkapan atau produksi ikan mereka. Peningkatan hasil tangkapan secara kontinyu diharapkan akan dapat memberikan tambahan penghasilan dan pengembangan ekonomi bagi nelayan (Prayogo T., 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zona potensial penangkapan ikan didasarkan pada dua parameter utama yaitu suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a. Konsentrasi klorofil-a sangat menentukan besarnya produktivitas primer perairan. Menurut Prasati (2005), produktivitas primer di laut sangat menentukan produktivitas perairan secara umum dan dengan menggunakan penginderaan jauh dapat dikembangkan pendugaan produktivitas ikan yang sangat penting untuk proses penangkapan ikan. Suhu permukaan laut dan klorofil-a merupakan parameter oseonografi yang penting dalam menentukan kelimpahan dan distribusi organisme laut pelagis seperti ikan cakalang. Daerah yang memiliki potensi ikan yang cukup besar adalah daerah yang memiliki perbedaan suhu yang siginifikan yaitu lebih besar dari 0,5˚C dalam radius 3 kilometer dan memiliki kandungan klorofil yang cukup tinggi. Daerah yang memiliki suhu relatif lebih rendah dari daerah sekelilingnya disebut sebagai daerah upwelling. Fenomena upwelling ini disebabkan oleh adanya angin yang mendorong massa air dipermukaan, sehingga tercipta ruang kosong pada permukaan air laut. Ruang kosong tersebut kemudian diisi oleh massa air yang berada di bawahnya. Massa air yang naik ke atas, membawa unsur-unsur yang kaya akan zat hara, yang sangat dibutuhkan oleh fitoplankton (Wikantika K., 2008). Untuk menduga biomassa fitoplankton dapat dilakukan melalui pengukuran nilai konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut, dimana proses dan laju fotosintesis dipengaruhi oleh suhu permukaan laut (Semedi, 2000). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan zona tangkapan ikan salah satunya dapat dilakukan menggunakan data dari satelit Modis. Modis adalah sensor yang dibawa oleh Earth Observing System (EOS) Terra satellite dan satelit Aqua Modis, yang merupakan bagian dari program antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA). Produk Modis dapat dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan penelitian antara lain produk pengamatan vegetasi, radiasi permukaan bumi, tutupan lahan, dan daerah potensial penangkapan ikan. Data Modis terdiri dari band dengan band 1-19 berada pada kisaran gelombang visible dan infra merah dekat, sedangkan band-band selebihnya berada pada kisaran gelombang thermal. Dengan banyak kanal yang dipunyai oleh data tersebut yang mencakup kanal dari satelit-satelit lainnya seperti NOAA, SeaWifs, Landsat dan sebagainya, maka dengan demikian data Modis dapat digunakan untuk menentukan atau mengukur parameter dari permukaan laut hingga ke atmosphere seperti mengukur suhu permukaan laut (SPL), konsentrasi klorofil-a, kandungan uap air dan lain sebagainya (Wikantika K., 2008). Citra Modis dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang fenomena oseanografi khususnya thermal front dan upwelling yang merupakan indikator daerah potensi penangkapan ikan. Karakter toleransi biologis ikan cakalang terhadap suhu air juga dianalisis untuk memperoleh yang mendukung keberadaan ikan cakalang di suatu perairan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8366182606168571022?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8366182606168571022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/pemanfaatan-modis-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8366182606168571022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8366182606168571022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/pemanfaatan-modis-untuk.html' title='Pemanfaatan Satelit Modis Untuk Mengidentifikasi Daerah Potensial Penangkapan Ikan Pelagis'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-2941795234338437287</id><published>2008-11-02T01:05:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:36:47.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengcemaran dan Pengolahan Limbah'/><title type='text'>Pencemaran dan Pembuangan Sampah di Pantai Wosi</title><content type='html'>Pencemaran lingkungan di Indonesia tidak terlepas dari pertumbuhan penduduk yang terus-menerus meningkat. Tentunya dengan bertambahnya penduduk, banyak sampah yang dihasilkan dari tahun ke tahun. Untuk itu harus ada upaya manusia dalam menaggulangi masalah sampah secara bijaksana. Sering kali manusia tidak menyadari pentingnya lingkungan yang bersih, sehingga mengakibatkan banyak tumpukan sampah yang merusak pemandangan. Manusia tidak lagi memikirkan lingkungan hidup yang ditempatinya. Mereka justru mencemari lingkungan yang dapat mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan mereka sendiri serta mahkluk hidup lain. Dampak pencemaran terhadap lingkungan sangatlah jelas ketika manusia menghiraukan dan merusak fungsi-fungsi proses alami ekosisitim. Kerusakan ekosistim dapat mengakibatkan gangguan terhadap kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia baik di masa kini maupun masa yang akan datang. Dengan rusaknya ekosisitim, kualitas lingkuangan menjadi menurun, sehingga keberlanjutan pembangunan sulit dilaksanakan. Di lain sisi, hal ini justru mengakibatkan ancaman bagi kesehatan manusia, sehingga membuat daya tahan tubuh mereka rentan terhadap serangan penyakit.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran lingkungan yang terjadi di Pantai Wosi oleh tumpukan sampah telah mendatangkan perubahan-perubahan terhadap tatanaan lingkungan. Perubahan tersebut bardampak kerusakan pada lingkungan hidup sehingga mengganggu kesehatan manusia dan merugikan mahkluk hidup lain yang hidup di sekitarnya. Hapir 95 persen tumpukan sampah yang berserakan di Pantai wosi berasal dari limbah domestik, baik dari pasar, perkantoran, perumahan, dan juga perkotoan. Timbunan sampah mengakibatkan bau busuk yang sangat menyengat dan membuat pantai menjadi kotor. Penimbunan sampah juga menimbulkan masalah-masalah lingkungan yang mengganggu estetika lingkungan yang ada di daerah tersebut. Pencemaran akibat timbunan sampah membuat keadaan lingkungan menjadi buruk oleh karena masuknya bahan-bahan pencemar ke dalam Pantai Wosi. Tentunya hal ini mengganggu fungsi-fungsi ekosistim yang menompang kehidupan makhluk hidup di sekitarnya, karena dapat membunuh berbagai organisme dan bahkan menghapuskan rantai makanan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah yang mencemari Pantai Wosi oleh aktivitas manusia mengakibatkan kualitas lingkungan turun sehingga tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Sampah yang dibuang di Pantai Wosi berupa sampah organik maupun sampah anorganik yang biasanya mengandung zat berbahaya dan beracun. Limbah anorganik yang dibuang di Pantai Wosi sangat beracun bagi organisme hidup dan manusia karena mempunyai bahan aktif dan logam-logam berat. Daya racun dari logam aktif misalnya seperti air raksa dapat bekerja sebagai penghalang kerja enzim dan menyebabkan kerusakan sel, sehingga mengganggu metabolisme tubuh. Disamping itu bahan beracun dapat terakumulasi dan menumpuk dalam tubuh manusia jika penduduk sekitar mengkonsumsi ikan yang telah tercemar. Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya penyakit yang bersifat kronis. Limbah padat dan cair yang di buang di pantai Wosi diantaranya berupa tumpukan plastik, minyak, kaleng, karton dan lain sebagainya. Bahan organik terlarut dapat menimbulkan rasa, warna dan bau tidak sedap akibat adanya aktivitas bakteri pembusuk. Bau yang tidak sedap sering kali mengundang lalat dan tikus yang dapat membawa bibit penyakit kepada manusia. Bibit penyakit juga dapat dibawa oleh angin sehingga membuat udara disekitar ikut tercemar. Limbah domestik yang dibuang dapat mengandung bakteri patogen, parasit, dan virus. Selain itu bahan-bahan domestik yang terdapat di pesisir pantai dan yang mengendap di dasar perairan mengurangi kandungan oksigen terlarut oleh karena peningkatan bakteri dan ganggang yang melakukan proses perombakan. Peningkatan bakteri pengurai juga dapat menimbulkan proses eutrofikasi dan peningkatan temeperatur di perairan. Hal ini tentunya menimbulkan masalah bagi berbagai jenis ikan dan organisme lain yang hidup di sekitarnya. Kuantitas limbah yang terus menerus meningkat oleh karena meningkatnya kebutuhan manusia, mengkontribusi kepada meningkatnya mortalitas dan menambah parahnya penyakit yang tidak dapat dipulihkan. Limbah beracun yang membahayakan kesehatan dapat bersifat radioaktif, mutagentik, iritasi, patogenik dan mudah membusuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat keracunan dan bahaya dari limbah tergantung kepada jenis dan karakteristiknya, baik dalam jangka pendek maupun jangka penjang. Sampah yang dibuang di pantai dapat terbawa oleh ombak dan arus sehingga mengakibatkan daerah lain juga ikut tercemar. Sampah di Wosi tidak hanya di sekitar pantai tetapi juga banyak bertebaran di pinggir jalan, pasar dan bahkan menyumbat selokan air. Jika turun hujan deras maka penduduk di sekitarnya akan menghadapi musibah banjir akibat meluapnya air dari selokan. Bau busuk juga timbul jika sampah yang basah mengalami penguapan. Selain sampah, masyarakat belum menyadari bahwa pentingnya membuat tempat pembuangan tinja. Banyak perumahan di sekitar Wosi yang memanfaatkan aliran sungai untuk membuang sampah maupun tinja. Sampah dan tinja yang tadinya di buang akan hanyut ke laut menyebabkan laut juga ikut tercemar. Selain itu akan memperburuk kualitas air sungai, menjadikannya sebagai sumber penyebaran penyakit. Untuk itu pembuangan limbah perlu memenuhi syarat kesehatan yang layak dan aman sehingga tidak mencemari lingkungan. Pembuangan tinja yang aman biasanya disalurkan ke dalam septik tank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan sangat erat kaitannya dengan kesehatan lingkungan, dimana daerah yang tercemar atau rusak dapat menurunkan derajat kesehatan lingkungan. Pencemaran lingkungan didasarkan pada kurangnya kesadaran manusia akan pentingnya lingkungan yang sehat. Pencemaran lingkungan akan berujung pada kerusakan lingkungan yang mengakibatkan masalah kesehatan sehingga pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik. Jika pencemaran tidak terkendali maka tumpukan sampah akan menumpuk dimana-mana dan akan menjadi sumber penyakit. Jika pencemaran belum melewati ambang batas, kemudian diberlakukannya upaya untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran tersebut, maka secara alami ekosistem dapat melakukan “rehabilitasi” walaupun dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu diperlukan kesadaran dari lapisan masyarakat untuk melakukan usaha preventif, misalnya dengan tidak membuang sampah ke sungai atau ke pantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat di sekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai, agar sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tempat mandi-cuci-kakus (MCK). Selain itu kebiasaan membuang sampah ke sungai dan di sembarang tempat hendaknya diberantas. Peraturan pembuangan sampah perlu tetapkan di lingkungan masing-masing secara konsekuen yaitu dengan memberlakukan tenda yang tinggi kepada orang yang melanggarnya. Selain itu perlu ditetapkannya baku mutu lingkungan dan menyediakan tempat pembuangan sampah yang aman dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Masyarakat yang hidup di daerah kumuh perlu diberikan penyuluhan dan pendidikan mengenai pentingnya kebersihan lingkungan. Semetara itu diperlukan juga upaya penanggulangan yang meliputi penyediaan teknolgi yang membantu dalam pengolaan sampah, termasuk recycle dan reuse, penyediaan tenaga kerja, dan melakukan kerja bakti bersama dalam memperingati hari kebersihan kota setempat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran lingkungan perlu ditimbuhkan kepada semua lapisan masyarakat karena ini merupakan partisipasi masyarakat sebagai pelaku pembangunan dan sekaligus penerima resiko dari dampak pencemaran. Jika masyarakat sadar akan hidup bersih dan sehat maka akan tercipta pantai yang bersih dan memiliki fungsi ekologis. Hidup bersih sangat penting karena merupakan bagian dari jiwa kita. Jika kebersihan di Kota Manokwari telah terjamin, maka kota Manokwari akan menjadi kota yang sehat, indah dan nyaman untuk ditempati.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-2941795234338437287?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/2941795234338437287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/pencemaran-dan-pembuangan-sampah-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2941795234338437287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2941795234338437287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/pencemaran-dan-pembuangan-sampah-di.html' title='Pencemaran dan Pembuangan Sampah di Pantai Wosi'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-7784111488342677030</id><published>2008-11-02T00:56:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:37:15.807-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat Pesisir'/><title type='text'>Swastanisasi Penyuluhan Perikanan</title><content type='html'>Swastanisasi penyuluh dapat diterapkan dalam bidang perikanan khususnya di Indonesia. Masyarakat seringkali tidak mempercayai keberpihakan penyuluh pemerintah karena beberapa alasan faktor politik negara yang mempengaruhi persepsi masyarakat. Perubahan penyuluhan kearah swastanisasi sangat diperlukan mengingat penyuluhan yang dilakukan pemerintah masih sangat terbatas dari segi informasi, kewilayahan dan lain sebagainya. Tentunya dengan swastanisasi penyuluh dapat berdampak positif terhadap kondisi masyarakat dan dapat mengakomodasi kepentingan mayoritas masyarakat dan memberikan manfaat yang besar. Upaya-upaya penyuluhan tidak hanya harus mengandalkan pemerintah saja, tetapi pihak swasta juga dapat memainkan peran yang sangat penting. Pihak swasta tentunya dapat memberdayakan masyarakat yang ada di daerah dan yang mampu menciptakan peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Melalui swastanisasi dapat meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberdayaan masyarakat melalui swastanisasi di bidang perikanan tentunya juga sangat diharapkan oleh pemerintah di daerah-daerah. Melalui proses ini maka penyuluhan ke masyarakat tidak mengalami pemberhentian namun dapat berjalan secara terus menerus atau berkelanjutan. Masyarakat perikanan tentunya sangat mendukung dan mengharapkan swastanisasi perikanan mengingat penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah belum efektif diterapkan selama ini. Swastanisasi perikanan merupakan suatu konsep pembangunan perikanan yang baik. Peran swastanisasi secara konsisten dan sistematis sangat dibutuhkan dalam melakukan penyadaran masyarakat di daerah yanng dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran penyuluh swasta sangatlah diperlukan. Dalam arti bahwa peran penyuluh swasta mempunyai peran sangat penting sebagai konsultan, pemandu, fasilitator serta mediator bagi para nelayan. Oleh karena itu penyuluh pemerintah tidak lagi sendiri dalam melakukan perkerjaan dan tanggung jawab tetapi juga didukung oleh kerjasama dari pihak swasta untuk memajukan masyarakat perikanan. Secara gradual dibutuhkan peran dan dukungan penyuluh swasta di bidang perikanan antara lain seperti; budidaya perikanan, perikanan laut, perikanan darat, pembela hak nelayan, konsultan nelayan, dan lain sebagainya. Swastanisasi penyuluh perlu memerlukan prasyarat yaitu berupa adanya peran dan dukungan masyarakat untuk terlibat secara aktif. Selain itu dukungan dari pemerintah daerah sangat diharapkan untuk mempermudah proses-proses penyuluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyuluhan oleh pihak swasta juga merupakan upaya dalam melestarikan lingkungan perairan dan membangun kepedulian masyarakat perikanan terhadap lingkungan. Mengingat bahwa banyak kasus kerusakan lingkungan yang dilakukan masyarakat perikanan sendiri akibat kebutuhan ekonomi yang mendesak. Untuk itu  penyuluhan dari pihak swasta sangat diperlukan agar menciptakan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Di sini penyuluh swasta memainkan peran yang penting guna memberikan alternatif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan kreativitas. Penyuluhan oleh pihak swasta dapat membantu memberikan informasi yang dapat diakses oleh masyarakat dalam rangka mengembangkan pengetahuan masyarakat. Dalam upaya pihak swasta pemerintah perlu memberikan penghargaan atas bantuan mereka yang turut memberdayakan masyarakat perikanan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-7784111488342677030?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/7784111488342677030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/swastanisasi-penyuluhan-perikanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7784111488342677030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7784111488342677030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/swastanisasi-penyuluhan-perikanan.html' title='Swastanisasi Penyuluhan Perikanan'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6569159351865280347</id><published>2008-11-02T00:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:37:21.351-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumberdaya Pesisir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lamun'/><title type='text'>Lamun (Seagrass)</title><content type='html'>Pada tahun belakangan ini, perhatian terhadap biota laut semakin meningkat dengan munculnya kesadaran dan minat setiap lapisan masyarakat akan pentingnya lautan. Menurut Bengen (2001) laut sebagai penyedia sumber daya alam yang produktif baik sebagai sumber pangan, tambang mineral, dan energi, media komunikasi maupun  kawasan rekreasi atau pariwisata. Karena itu wilayah pesisir dan lautan merupakan tumpuan harapan manusia dalam pemenuhan kebutuhan di masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sumber daya laut yang cukup potensial untuk dapat dimanfaatkan  adalah lamun, dimana secara ekologis lamun mempunyai bebrapa fungsi penting di daerah pesisir. Lamun merupakan produktifitas primer di perairan dangkal di seluruh dunia dan merupakan sumber makanan penting bagi banyak organisme. Menurut  Nybakken (1988), biomassa padang lamun secara kasar berjumlah 700 g bahan kering/m2, sedangkan produktifitasnya adalah 700 g karbon/m2/hari. Oleh sebab itu padang lamun merupakan  lingkungan laut dengan produktifitas tinggi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga (angiospermae) yang berbiji satu (monokotil) dan mempunyai akar rimpang, daun, bunga dan buah. Jadi sangat berbeda dengan rumput laut (algae) (Wood et al. 1969; Thomlinson 1974; Askab 1999). Lamun dapat ditemukan di seluruh dunia kecuali di daerah kutub. Lebih dari 52 jenis lamun yang telah ditemukan. Di Indonesia hanya terdapat 7 genus dan sekitar 15 jenis yang termasuk   ke dalam 2 famili  yaitu : Hydrocharitacea ( 9 marga, 35 jenis ) dan Potamogetonaceae (3 marga, 15 jenis). Jenis yang membentuk  komunitas padang lamun tunggal, antara lain : Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Cymodoceae serulata, dan Thallasiadendron ciliatum  Dari beberpa jenis lamun, Thalasiadendron ciliatum mempunyai sebaran yang terbatas, sedangkan Halophila spinulosa tercatat di daerah Riau, Anyer, Baluran, Papua, Belitung dan Lombok. Begitu pula Halophila decipiens baru ditemukan di Teluk Jakarta, Teluk Moti-Moti dan Kepulaun Aru (Den Hartog, 1970; Askab, 1999; Bengen 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nontji (1987), lamun hidup di perairan dangkal yang agak berpasir sering dijumpai di terumbu karang, lamun umumnya membentuk padang yang luas di dasar laut yang masih dapat di jangkau oleh cahaya matahari yang memadai bagi pertumbuhannya. Padang lamun merupakan ekosistem yang sangat tinggi produktifitas organiknya. Ke dalam air dan pengaruh pasang surut serta struktur substrat mempengaruhi zona sebagian jenis lamun dan bentuk pertumbuhannya. Lamun hidup di perairan yang dangkal dan jernih pada kedalaman berkisar antara 2 ¨C 12 meter dengan sirkulasi air yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang lamun merupakan ekosistem yang tinggi produktifitas organiknya, dengan keanekaragaman biota yang cukup tinggi. Pada ekosistem, ini hidup beraneka ragam biota laut seperti ikan, krustasea, moluska ( Pinna sp, Lambis sp, Strombus sp), Ekinodermata  ( Holothuria sp, Synapta sp, Diadema sp, Arcbaster sp, Linckia sp) dan cacing ( Polichaeta) (Bengen, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang lamun merupakan habitat bagi beberapa organisme laut. Hewan yang hidup pada padang lamun ada berbagai penghuni tetap ada  pula yang bersifat sebagai pengunjung. Hewan   yang  datang sebagai pengunjung biasanya untuk memijah atau mengasuh anaknya seperti ikan. Selain  itu, ada pula hewan yang datang mencari makan seperti sapi laut (dugong-dugong) dan penyu (turtle) yang makan lamun Syriungodium isoetifolium dan Thalassia hemprichii (Nontji, 1987).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah padang lamun, organisme melimpah, karena lamun digunakan sebagai perlindungan dan persembunyian dari predator dan kecepatan arus yang tinggi dan juga sebagai sumber bahan makanan baik daunnya mapupun epifit atau detritus. Jenis-jenis polichaeta dan hewan–hewan nekton juga banyak didapatkan pada padang lamun. Lamun juga merupakan komunitas yang sangat produktif sehingga jenis-jenis ikan dan fauna invertebrata melimpah di perairan ini. Lamun juga memproduksi sejumlah besar bahan bahan organik sebagai substrat untuk algae, epifit, mikroflora dan fauna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ekologi padang lamun mempunyai beberapa fungsi penting bagi wilayah pesisir, yaitu: (1) produsen detritus dan zat hara; (2) mengikat sedimen dan menstabilkan substrat yang lunak, dengan sistem perakaran yang padat dan saling menyilang; (3) sebagai tempat berlindung, mencari makan, tumbuh besar dan memijah bagi beberapa jenis biota laut, terutama yang melewati masa dewasanya di lingkungan ini; dan (4) sebagai tudung pelindung yang melindungi penghuni padang lamun dari sengatan matahari (Bengen, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dikatakan Philips &amp;amp; Menez (1988), lamun juga sebagai komoditi yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat baik secara tradisional maupuin secara modern. Secara tradisional lamun telah dimanfaatkan untuk kompos dan pupuk, cerutu dan mainan anak-anak, dianyammenjadi keranjang, tumpukan untuk pematang, mengisi kasur, dimakan, dibuat jaring ikan. Pada zaman modern ini, lamun telah dimanfaatkan untuk penyaring limbah, stabilizator pantai, bahan untuk pabrik kertas, makanan, obat-obatan, dan sumber bahan kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamun kadang-kadang membentuk suatu komunitas yang merupakan habitat bagi berbagai jenis hewan laut. Komunitas lamun ini juga dapat memperlambat gerakan air. bahkan ada jenis lamun yang dapat dikonsumsi bagi penduduk sekitar pantai. Keberadaan ekosistem padang lamun  masih belum banyak dikenal  baik pada kalangan akdemisi maupun  masyarakat umum, jika dibandingkan dengan ekosistem lain seperti ekosistem terumnbu karang dan ekosistem mangrove, meskipun diantara ekosistem tersebut di kawasan pesisir merupakan satu kesatuan sistem dalam menjalankan  fungsi ekologisnya. Ekosistem padamg lamun memiliki atribut ekologi yang penting yang berhubungan dengan sifat fisika, kimia dan proses biologi antar ekosistem di wilayah pesisir dan proses keterkaitan ke tiga ekosistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan lamun  pada kondisi habitat tersebut, tidak terlepas dan ganguan atau ancaman-ancaman terhadap kelansungan hidupnya baik berupa ancaman alami maupun ancaman dari aktivitas manusia. Banyak kegiatan atau proses, baik alami maupun oleh aktivitas manusia yang mengancam kelangsungan ekosistem lamun. Ekosistem lamun sudah banyak terancam termasuk di Indonesia baik secara alami maupun oleh aktifitas manusia. Besarnya pengaruh terhadap integritas sumberdaya, meskipun secara garis besar tidak diketahui, namun dapat dipandang di luar batas kesinambungan biologi. Perikanan laut yang meyediakan lebih dari 60% protein hewani yang dibutuhkan dalam menu makanan masyarakat pantai, sebagian tergantung pada ekosistem lamun untuk produktifitas dan pemeliharaanya. Selain itu kerusakan padang lamun oleh manusia akibat pemarkiran perahu yang tidak terkontrol (Sangaji, 1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman-ancaman alami terhadap ekosistem lamun berupa angin topan, siklon (terutama di Philipina), gelombang pasang, kegiatan gunung berapi bawah laut, interaksi populasi dan komunitas (pemangsa dan persaingan), pergerakan sedimen dan kemungkinan  hama dan penyakit, vertebrata pemangsa lamun seperti sapi laut. Diantara hewan invertebrata, bulu babi adalah pemakan lamun yang utama. Meskipun dampak dari pemakan ini hanya setempat, tetapi jika terjadi ledakan populasi pemakan tersebut akan terjadi kerusakan berat. Gerakan pasir juga mempengaruhi sebaran lamun. Bila air menjadi keruh karena sedimen, lamun akan bergeser ke tempat yang lebih dalam yang tidak memungkinkan untuk dapat  bertahan hidup (Sangaji, 1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamun merupakan bagian dari beberapa ekosistem dari wilayah pesisir dan lautan perlu dilestarikan, memberikan kontribusi pada peningkatan hasil perikanan dan pada sektor lainya seperti pariwisata. Oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian khusus seperti halnya ekosistem lainnya dalam wilayah pesisir untuk mempertahankan kelestariannya melalui pengelolaan secara terpadu. Secara langsung dan tidak langsung memberikan manfaat untuk meningkatkan perekonomian terutama bagi penduduk di wilayah pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya peranan lamun bagi ekosistem di laut dan semakin besarnya tekanan ganguan baik oleh ketifitas manusia maupun akibat  alami, maka perlu diupayakan usaha pelestarian lamun melalui pengelolaan yang baik pada  ekosistem padang lamun.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6569159351865280347?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/6569159351865280347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/lamun-seagrass.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6569159351865280347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6569159351865280347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/lamun-seagrass.html' title='Lamun (Seagrass)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4169082967021131129</id><published>2008-11-02T00:48:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:37:16.424-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat Pesisir'/><title type='text'>Konsumsi Ikan Masyarakat Indonesia</title><content type='html'>Konsumsi makanan bergizi masyarakat Indonesia dinilai masih sangat rendah, bahkan tertinggal jika dibandingkan dengan Malaysia, Jepang, Filipina, dan beberapa negara Asia lainnya. Padahal input makanan yang sehat dan bergizi merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kualitas SDM. Ikan merupakan sumber pangan yang memiliki nilai gizi yang sangat tinggi yang mampu menyehatkan dan mencerdaskan masyarakat. Namun kenyataannya konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia merupakan negara maritim dengan luas laut 5,8 juta kilometer persegi. Luas Indonesia yang ¾ nya merupakan laut yang memiliki kekayakan luar biasa yang didalamnya berupa berbagai jenis ikan. Kekayaan laut Indonesia ternyata baru sekitar 58,5 persen dari potensi lestari ikan laut (6,18 juta ton per tahun) yang dimanfaatkan saat ini sehingga optimalisasi pemanfaatan sumber daya kelautan masih jauh dari harapan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia merupakan yang terendah dibanding negara-negara Asean lainnya. Sangat disayangkan potensi ikan di Indonesia sangat tinggi namun konsumsi masyarakatnya masih rendah. Oleh karena itu perlu ada upaya dalam mendorong masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tingkat konsumsi ikan di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya ikannya. Namun produksi ikan Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Tiap tahunnya Indonesia mengalami peningkatan produksi ikan oleh karena pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup besar, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap sumber laut sebagai bahan pangan ikut meningkat. Semakin berkembangnya teknologi penangkapan ikan, meningkatnya jumlah armada dan alat tangkap nelayan menyebabkan produksi ikan terus meningkat. Tiap tahunnya masyarakat Indonesia mengalami peningkatan konsumsi ikan oleh karena murahnya ikan saat harga lauk-pauk meningkat dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan nilai gizi ikan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat konsumsi ikan per kapita di Indonesia tahun 1997 adalah 18 kg per kapita per tahun. Pada tahun 2000 hanya 21,57 kg per orang per tahun, lalu tahun 2001 (22,47 kg), tahun 2002 (22,84 kg), serta tahun 2003 (24,57 kg). Hal itu berarti kenaikan dalam tiga tahun terakhir hanya 4,61 persen. Volume itu tergolong jauh lebih rendah dibanding negara-negara lain seperti Jepang (110 kg), Korea Selatan (85 kg), Amerika Serikat (80 kg), Singapura (80 kg), Hongkong (85 kg), Malaysia (45 kg), Thailand (35 kg), dan Filipina (30 kg) pada tahun 2003. Tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih rendah, kendati mereka umumnya bermukim di kawasan pesisir pantai. Perkembangan konsumsi ikan setiap warga RI belum signifikan. Apalagi tingkat konsumsi ikan orang Indonesia pada tahun 2005 cuma mencapai 24.67 kg/kapita/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyebab Rendahya Konsumsi Ikan Masyarakat Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rendahnya tingkat konsumsi ikan per kapita per tahun menunjukkan masih rendahnya budaya makan ikan. Masyarakat melupakan adanya sumber hewani yang kaya gizi berasal dari ikan dalam makanan sehari-hari, karena kebanyakan telah terbuai oleh kebiasaan mengkonsumsi daging hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan ayam. Bahkan, berkembang anggapan seolah-olah memakan daging hewan ternak jauh lebih bergengsi dari pada makan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab rendahnya konsumsi makan ikan adalah belum adanya lembaga yang mendorong peningkatan konsumsi ikan nasional. Hal ini tidak bisa dibiarkan, tetapi harus segera mendapat perhatian serius dari seluruh stakeholder perikanan dalam memadukan langkah untuk mendukung upaya peningkatan konsumsi ikan nasional. Sektor kelautan dan perikanan Indonesia belum berkembang menjadi sektor unggulan yang mampu menarik minat masyarakat. Berbeda dengan Jepang dan Korsel yang telah puluhan tahun menjadikan kelautan dan perikanan sebagai sektor unggulan sehingga minat masyarakat setempat dalam mengonsumsi ikan begitu tinggi. Kita baru empat tahun terakhir ini memberi perhatian serius terhadap kelautan dan perikanan. Ini yang membuat kita agak tertinggal dalam minat mengonsumsi ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu masih rendahnya tingkat pengetahuan gizi ikan, keterampilan mengolah hasil perikanan, serta terbatasnya teknologi penangkapan ikan nelayan. Penyajian ikan yang kurang higenis dan menarik juga membuat daya tarik masyarakat berkurang. Terbukti bahwa lokasi pasar ikan biasanya kotor sehingga mengurangi selera makan ikan.Rendahnya konsumsi ikan di negara ini juga disebabkan oleh lemahnya sistem penawaran dan kekurangan suplai ikan ke daerah-daerah yang jauh dari pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gizi Ikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikan selain rasanya enak, juga memiliki kandungan gizi yang sangat berguna bagi manusia. Kandungan gizinya dapat menyebabkan terhindar dari penyakit degeranatif seperti jantung koroner, tekanan darah tinggi, stroke dan kanker. Belum lagi, kandungan protein pada ikan juga sangat baik. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa mutu protein ikan setingkat dengan protein daging, sedikit di bawah telur dan diatas protein serealia dan kacang-kacangan. Asam amino ikan dapat meningkatkan mutu protein pangan lain. Misalnya, nasi memiliki kadar asam amino lisin rendah, tetapi ikan mempunyai kadar lisin tinggi. Jadi, mengkonsumsi nasi dengan lauk ikan akan saling melengkapi.&lt;br /&gt;Ikan laut kaya akan lemak, vitamin dan mineral, sedangkan ikan tawar banyak mengandung karbohidrat. Ikan laut memiliki kandungan yodium tinggi yang bisa mencapai 830 mikro gram per kilogram. Berbeda dengan daging yang hanya 50 mikro gram dan telur 93 mikrogram. Selain itu, ikan laut mengandung omega-3 yang bermanfaat menurunkan kadar kolestrol dalam darah. Jadi, sering mengkonsumsi ikan laut dapat membantu mencegah terjadinya aterosklerosis dan panyakit jantung. Apalagi asam lemak omega-3 dan omega-6 pada ikan dapat meningkatkan kecerdasan anak. Asam lemak ini juga sangat membantu bagi ibu hamil yang dapat membentuk otot janin. Makanya, disarankan ibu hamil banyak mengkonsumsi ikan. Minyak hati ikan laut juga menjadi sumber vitamin A dan D. Vitamin A yang ada dalam minyak ikan termasuk yang mudah diserap. Dengan pemberian minyak hati ikan pada balita bisa mencukupi kebutuhan vitamin A dan D, serta omega-3. Sekedar tambahan, ikan laut juga banyak mengandung flour. Pada anak-anak yang cukup mendapat flour didalam makanannya membuat giginya lebih sehat. Makanya, jarang ditemui anak sakit gigi yang tinggal di pantai karena banyak mengkonsumsi ikan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan dengan kandungan protein berkisar antara 20-35 persen, berpotensi tinggi menjadi sumber protein utama dalam konsumsi pangan karena kelengkapan komposisi kandungan asam amino esensial serta mutu daya cernanya yang setara dengan telur. Kandungan asam-asam amino esensial yang lengkap dan tingginya kandungan asam lemak tak jenuh omega-3 (DHA, docosahexaenoic acid, dll) yang kurang dimiliki, bahkan tidak dimiliki produk daratan (hewani dan nabati), merupakan keunggulan produk kelautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peningkatan Produksi dan Konsumsi Ikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dunia perikanan berada dalam tekanan dibandingkan dengan keadaan yang sebelumnya. Dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun dan peningkatan tingkat konsumsi ikan per orang, maka produksi ikan juga harus ditingkatkan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan hidup masyarakat terhadap produk perikanan, yang pada akhirnya meningkatkan aktivitas penangkapan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan perikanan yang lestari akan menghadapi tekanan yang kuat dari permintaan  akan ikan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Meskipun sumberdaya perikanan merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui, apabila dieksploitasi berlebihan akan mengalami kehancuran.  Untuk itu sumberdaya ikan harus dieksploitasi pada tingkat yang lestari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya penting dalam menghadapi tekanan pada stok ikan yang mulai berkurang di laut akibat eksploitasi yang berlebihan adalah dengan mengembangkan dan memajukan usaha budidaya ikan dalam mengimbangi permintaan masyarakat terhadap sumberdaya perikanan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4169082967021131129?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/4169082967021131129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/konsumsi-ikan-masyarakat-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4169082967021131129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4169082967021131129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/konsumsi-ikan-masyarakat-indonesia.html' title='Konsumsi Ikan Masyarakat Indonesia'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-368402463440518475</id><published>2008-11-02T00:43:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:41:56.667-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Benthos'/><title type='text'>Hewan Benthos</title><content type='html'>Bentos adalah organisme yang hidup di dasar laut baik yang menempel pada pasir maupun lumpur. Beberapa contoh bentos antara lain kerang, bulu babi, bintang laut, cambuk laut, terumbu karang dan  lain-lain. Beberapa jenis benthos di atas tidak hanya ditemukan di lingkungan pesisir dimana ada cahaya, namun beberapa diantaranya juga telah ditemukan di laut dalam dimana tidak terdapat cahaya sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ekspedisi yang dilakukan oleh peneliti laut dalam, mencatat bahwa selain nekton juga ditemukan benthos seperti teripang, kerang-kerangan, amphipod, anemon laut, cacing, bintang laut. Sebagian besar hewan yang diamati didasar laut belum pernah dikenal oleh manusia sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan ekstrem bukan berarti tidak ada kehidupan. Hasil pengamatan dengan kapal selam Shinkai 6500 tahun 1995 pada kedalaman 6.500 meter di Palung Jepang menunjukkan adanya hewan bentos yaitu moluska (kerang) echinodermata (bintang laut, bintang mengular, tripang), coelenterata (anemon, gorgonia), dan cacing laut (Polychaeta).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hewan benthos di laut dalam biasanya tidak memiliki mata. Mereka umumnya banyak yang merupakan hewan tingkat rendah atau avertebrata dan hanya sedikit sekali yang merupakan hewan tingkat tinggi atau vertebrata. Hewan moluska seperti kerang dan siput tidak memiliki organ yang banyak terisi gas, karena seluruh jaringannya rapat dan padat. Jadi, saat diangkat ke permukaan hewan tersebut tidak "pecah" tapi laju metabolismenya turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deposit-feeder dan scavenger yang memakan endapan (partikel sedimen) dan bangkai. Misalnya Echinodermata (tripang, bintang laut), siput, cacing laut. Hewan tersebut merupakan "pembersih" laut karena mempercepat proses penguraian bangkai hewan laut maupun sampah di laut. Hewan penyaring air (filter-feeder) dan partikel terlarut sepertti kerang (Bivalvia) dan Pogonophora (hewan dalam tabung) juga merupakan biota yang hidup di laut dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman ekspedisi Galathea diketahui bahwa khususnya benthos yang hidup di laut dalam adalah teripang (Holothuroidea). Hewan ini merupakan hewan yang paling dominan hidup di dasar laut dalam. Kelangkaan sumber makanan di dasar laut dalam memang tidak dapat menunjang kehadiran hewan-hewan pemangsa. Hanya hewan-hewan pemakan detritus atau pemakan partikel-partikel organik di dasar seperti teripang yang paling cocok dalam lingkungan dasar laut dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, di laut dalam juga ditemukan hewan karang atau koral. Karang laut  dalam mampu hidup hingga kedalaman 2.000 meter dengan suhu yang sangat dingin yakni hingga 4°C. Di samping itu, karena tidak tersedia sinar matahari maka tidak ditemukan zooxanthellae yang bersimbiosis dalam tubuh koral tersebut. Sumber energinya diduga diperoleh dari bahan-bahan yang terbawa arus atau plankton-plankton mati yang tenggelam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-368402463440518475?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/368402463440518475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/hewan-benthos.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/368402463440518475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/368402463440518475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/hewan-benthos.html' title='Hewan Benthos'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-1904269037041043820</id><published>2008-11-02T00:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:42:14.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nekton'/><title type='text'>Nekton: Karakteristik Ikan Laut Dalam</title><content type='html'>Ikan merupakan jumlah yang terbanyak di dalam nekton. Mereka terbagi ke dalam dua golongan yaitu golongan pelagis dan golongan damersal. Bagi golongan ikan damersal atau ikan laut dalam mereka memakan organisme-organisme yang hidup di dasar. Beberapa jenis ikan yang hidup dilaut dalam mempunyai bentuk tubuh yang aneh. Ikan laut dalam yang terlihat hanya beberapa sentimeter di atas dasar laut ternyata hanya sedikit bergerak. Ini karena adanya tekanan tinggi membuat ikan perlu energi besar untuk bergerak melawannya. Sirip ekor ikan relatif panjang dan ada yang salah satu tulang dari sirip perut dan sirip ekor bagian bawah memanjang, membentuk tiga kaki untuk "berdiri" di dasar laut. Ikan laut dalam juga punya gelembung renang berisi gas dengan tekanan kurang lebih sama dengan di luar tubuhnya, agar tubuh ikan tidak hancur. Sama seperti ikan lain, gelembung renang juga digunakan sebagai alat mengapung. Bila akan turun ke daerah yang lebih dalam, gas di gelembung renang diserap oleh darah. Bila kembali ke bagian atas, gas mengisi gelembung lagi. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di laut dalam sudah tentu tidak dijumpai cahaya, dan oleh karena itu hewan-hewan yang hidup di daerah ini kebanyakan mempunyai organ dalam tubuhnya yang dapat mengelurakan cahaya. Makanan juga sangat terbatas pada daerah yang dalam ini, sehingga agar supaya mereka dapat hidup terus, mereka harus mampu untuk memanfaatkan bermacam-macam makanan atau mangsa yang tersedia. Banyak ikan-ikan di daerah ini mempunyai rahang yang berukuran sangat besar, sehingga mereka dapat membuka mulutnya sangat lebar dan mampu menelan mangsanya walaupun berukuran seperti tubuh mereka sendiri. Mereka juga mempunyai perut yang dapat menggelembung sehingga dapat menampung makanan. Hewan predator seperti ikan harus mempunyai indra penciuman (chemosensoric) dan indra mekanik/getaran (mechanosensoric) yang sangat peka sehingga bisa mencari mangsa dalam kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan indra penciuman, mangsa yang mengeluarkan urin, feses, sel kelamin, atau cairan tubuh lainnya, akan segera diketahui posisinya. Gerakan mangsa juga menimbulkan gerakan partikel air-bila cukup kuat menjadi aliran air-yang dapat dideteksi sel mechanosensoric, sehingga predator dapat mengejarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zona batipelagis dapat dijumpai berbagai jenis hewan seperti cumi-cumi, udang dan ikan. Banyak diantara ikan yang hidup didaerah ini mempunyai bentuk yang menyeramkan dengan mulut yang besar. Sebagian mempunyai organ yang menyala pada tubuhnya. Udang laut dalam jumlah banyak biasanya berwarna merah cerah. Salah satu contoh ikan laut yang bentuknya meyeramkan adalah Melanocetus cirrifer yang terdapat antara lain di Laut Banda pada kedalaman 4000 meter dan Laut Sulawesi pada kedalaman 3000 meter. Kepala dan mulut merupakan bagian terbesar dari seluruh tubuhnya. Mulutnya mengadap ke atas dengan gigi-gigi yang panjang. Di bagian atas kepalanya terdapat organ memanjang dengan pentolan yang besar yang mengandung organ bercahaya, nampak seperti alat pancing. Orang ingris biasa menyebutnya angler fish atau si tukan pancing. Organ bercahaya itu berfungsi sebagai umpan, yang menarik hewan lain yang menjadi mangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh ikan laut dalam yang lain yaitu:&lt;br /&gt;1.Halicmetus reticulatus (dari sebelah barat Sumatra 614 m)&lt;br /&gt;2.Lynophryne corymbifera (dari Laut Sulawesi 4000 meter)&lt;br /&gt;3.Bassogigas profundissimus (dari Palung Jawa 5600-7160 meter)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis ikan tukang pancing terdapat di perairan laut dala. Karena sulit mencari jodoh di lingkungan yang gelap ini maka acapkali ditemukan hubungan aneh antara betina dan jantan. Yang betina berukuran besar sedangkan yang jantan amat kerdil. Untuk mendapatkan kepastian pertemuan jodoh maka sang jantan sejak berusia sangat muda menempelkan dirinya pada betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan-ikan dari suku Myctophidae biasanya melakukan migrasi vertikal, naik ke lapisan atas pada malam hari dan turun ke lapisan yang lebih dalam pada siang hari. Ikan ini sering ditangkap oleh nelayan pada malam hari. Ikan ini mempunyai mulut yang amat lebar dan disepanjang tubuhnya yang langsing berderet organ yang menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis ikan laut dalam mempunyai bentuk tubuh yang gepeng seperti ikan pari. Mulutnya terletak dibagian bawah menghadap ke dasar sedangkan matanya terletak si bagian atas tubuhnya. Ikan ini biasanya memakan substrat di dasar perairan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-1904269037041043820?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/1904269037041043820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/nekton-karakteristik-ikan-laut-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1904269037041043820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1904269037041043820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/nekton-karakteristik-ikan-laut-dalam.html' title='Nekton: Karakteristik Ikan Laut Dalam'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6153075368003981720</id><published>2008-11-02T00:38:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:42:42.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Plankton dan Zooplankton'/><title type='text'>Zooplankton</title><content type='html'>Zooplankton adalah terdiri dari berjenis-jenis hewan yang beragam termasuk protozoa, coelenterata, moluska, annelida, crustacea. Grup ini mewakili  hampir seluruh phylum yang terdapat di animal kingdom. Beberapa dari organisme ini ada yang bersifat plankton untuk seluruh masa hidupnya (holoplankton). Sebagai contoh copepoda; baik larva atau bentuk yang dewasa dari crustacea kecil ini sangat banyak dijumpai dalam zooplankton. Kebalikannya banyak hewan yang bersifat sebagai plankton hanya untuk sebagian dari masa hidupnya (meroplankton). Trisipan (bernacle), ikan laut dalam, moluska, udang dan kepiting adalah anggota dari hewan yang bersifat bentik pada waktu dewasa, tetapi larva mereka mempunyai sifat sebagai plankton. Mereka kemungkinan akan berbeda pada fase pelagik selama beberapa minggu atau bulan sebelum mengalami proses metamorfosis untuk berubah menjadi dewasa dan hidup sebagai bentos. Yang termasuk kelompok holoplankton seperti Foraminifera, Radiolaria, Cladocera, Ostracoda, Copepoda, dan Euphausiidae. Sedangkan pada kelompok meroplankton misalnya larva ikan (ictyoplankton), larva udang, larva moluska dan sebagainya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zoopankton tidak dapat memproduksi zat-zat organik dari zat-zat anorganik, oleh karena itu mereka harus mendapat tambahan-tambahan organik dari makanannya. Hal ini dapat diperoleh mereka baik secara langsung ataupun tidak langsung dari tumbuh-tumbuhan. Zooplankton yang bersifat herbivora akan memakan fitoplankton secara langsung, sedangkan golongan yang carnivora memanfaatkan mereka yang tidak langsung dengan memakan golongan herbivora atau karnivora yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foraminifera adalah zooplankton yang dapat hidup dilaut dalam. Hewan ini sangat kecil dan bersel satu, kebanyakan belum dikenal dunia ilmu pengetahuan. Hewan ini dapat ditemukan di titik terdalam lautan dunia, yang mencapai kedalaman 11 kilometer. Makhluk dengan dinding sel lunak ini terdeteksi oleh kapal selam robot Kaiko milik Jepang. Yuko Todo dan rekan-rekannya dari Shizuoka University yang tergabung dalam penelitian dan pengoperasian Kaiko melaporkan penemuan ini dalam majalah Science. Dikatakan Todo, temuan ini unik karena foraminifera lazimnya hidup di tempat yang lebih dangkal dan memiliki kulit keras. Diduga organisme-organisme halus ini sudah beradaptasi untuk hidup dalam wilayah bertekanan amat besar di salah satu lokasi Palung Mariana yang dikenal sebagai Challenger Deep. Tempat di dasar laut ini benar-benar gelap dan massa air dari atasnya menghasilkan tekanan yang seribu kali lebih besar dari tekanan di permukaan, yakni sekitar 110.000 kilopascal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foraminifera sendiri dipercaya sebagai salah satu bentuk kehidupan yang paling banyak dijumpai di lautan setelah bakteri. Umumnya mereka memiliki kulit cukup keras, namun organisme-organisme baru ini lunak karena mereka tidak memiliki cukup kalsium karbonat di kedalaman tersebut untuk membangun bagian tubuh yang keras. Kapal selam robotik Kaiko mengumpulkan foraminifera dari lapisan endapan di Challenger Deep, yang dalamnya 10.896 meter di bawah permukaan laut.&lt;br /&gt;Adapun jenis zooplankton lain seperti radiolaria berukuran 2-20 µm dan mampu hidup di laut dalam. Kerangka dari hewan ini mengadung silica, mereka mempunyai pseudopia tapi memakan mangsa dan mencernakannya di dalam kerangkanya. Holoplankton yang paling umum di laut adalah copepoda. Ekspedisi “Siboga” saja yang dilaksanakan di bagian timur tahun 1899-1900, menemukan sebanyak 388 jenis copepod, keragaman jenis yang amat tinggi dibandingkan dengan yang dapat dijumpai di daerah lain. Kopepod umumnya merupakan krusracea yang berukuran kecil yaitu sekitar 0,5-1 mm, meskipun adapula yang mencapai 5 mm. Di laut jawa terdapat ada 5 jenis copepoda yang umum ditemukan dengan ukuran yang besar yakni Euchaeta concinna, Undinula vulgaris, Eucalanus subcrassus, Candacia bradyi, dan Labidocera acuta. Selain itu Euphausiidae juga merupakan hewan yang hidup di laut dalam. Hewan ini dapat memproduksi cahaya berwarna merah dari organ tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zooplankton yang dapat ditemukan dilaut dalam diantaranya adalah ubur-ubur api atau kadang juga disebut ubur-ubur layaran (Physalia). Dalam bahasa inggris diberi julukan “Portuguese man of war”. Ubur-ubur api ini merupakan hewan koloni. Ubur-ubur ini sangat berbahaya karena tentakelnya yang menyengat dan mengeluarkan racun yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang kita kenal dengan udang rebon, yang sebenarnya adalah zooplankton yang merupakan kumpulan berbagai kelompok krustacea, seperti Mysidacea, Acetes, Lucifer, dan Larva Penaidea. Telur ikan yang terdapat diperairan bebas dan juga larva ikan merupakan plankton sementara (meroplankton) yang sering di jumpai di laut. Setelah dewasa ikan tidak menjalani hidupnya sebagai plankton karena telah berubah menjadi perenang-perenang yang kuat dan hidup sebagai nekton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di laut terbuka banyak zooplankton yang dapat melakukan gerakan turun naik secara berkala atau dikenal dengan migrasi vertikal. Pada malam hari zooplankton naik ke atas menuju permukaan sedangkan pada siang hari turun ke lapisan bawah. Penelitian yang pernah dilakukan di laut Banda membuktikan pula adanya kenyataan itu. Pada siang hari zooplankton menghindari sinar surya yang terlampau kuat di permukaan dan karenanya mereka meyusup ke perairan yang lebih dalam, baru pada malam hari mereka kembali ke atas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6153075368003981720?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/6153075368003981720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/zooplankton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6153075368003981720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6153075368003981720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/zooplankton.html' title='Zooplankton'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-664652162935318208</id><published>2008-11-02T00:32:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:43:20.995-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangrove'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lamun'/><title type='text'>Hubungan Antara Ekosistem Lamun, Mangrove dan Terumbu Karang</title><content type='html'>Ekosistem mangrove, terumbu karang, dan lamun mempunyai keterkaitan ekologis (hubungan fungsional), baik dalam nutrisi terlarut, sifat fisik air, partikel organik, maupun migrasi satwa, dan dampak kegitan manusia. Oleh karena itu apabila salah satu ekosistem tersebut terganggu, maka ekosistem yang lain juga ikut terganggu. Yang jelas interaksi yang harmonis antara ketiga ekosistem ini harus dipertahankan agar tercipta sebentuk sinergi keseimbangan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Sifat fisik air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hutan mangrove sejati biasanya tumbuh di daerah yang terlindung dari pengaruh ombak dan arus yang kuat. Terumbu karang dan lamun disini berfungsi sebagai penahan ombak dan arus yang kuat untuk memperlambat pergerakannya. Ini merupakan salah satu interaksi fisik dari terumbu karang dan lamun terhadap mangrove sehingga mangrove terlindungi dari ombak dan arus yang kuat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan mangrove kaya akan sedimen yang mengendap di dasar perairan. Apabila sedimen ini masuk ke ekosistem lamun maupun terumbu karang dengan jumlah yang sangat banyak dan terus menerus oleh pengaruh hujan lebat, penebangan hutan mangrove maupun pasang surut dapat mengeruhkan perairan, maka ini akan mempengaruhi fotosintesis dari lamun dan zooxanthela yang hidup pada karang. Sedimen yang membuat perairan keruh akan berdampak pada berkurangnya penetrasi cahaya matahari (kecerahan). Tanpa cahaya yang cukup, laju fotosintesis akan berkurang. Dan ini akan mempengaruhi persebaran dan kelimpahan lamun serta terumbu karang secara vertikal dan horizontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang sangat produktif dengan produktivitas primernya yang sangat tinggi daripada ekosistem lainnya di perairan. Hutan mangrove mempunyai fungsi ekologis yang sangat penting yaitu sebagai salah satu penyerap karbondioksida di udara. Peningkatan kandungan karbondioksida di udara dapat menyebabkan dampak pemanasan global. Jika terjadi pemanasan global oleh penebangan hutan mangrove besar-besaran maka ini akan berpengaruh terhadap ekosistem terumbu karang dan lamun. Misalnya zooxanthela pada terumbu karang akan keluar dari karang akibat meningkatnya suhu perairan. Karang yang membutuhkan zooxanthela dalam memproduksi zat-zat penting bagi pertumbuhannya akan mati sehingga terjadi pemutihan karang. Terumbu karang hidup bisanya pada suhu antara 25-290C.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. Partikel Organik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Partikel organik yang berasal dari serasah lamun dan mangrove dapat mempengaruhi pertumbuhan dari terumbu karang. Tingginya partikel organik yang tersuspensi diperairan dapat menurunkan fotosintesis dari lamun dan zooxanthela di perairan. Partikel organik ini akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan lamun dan zooxanthella untuk proses fotosintesis. Selain itu partikel organik yang terbawa dari ekosistem mangrove ke ekosistem lamun dan terumbu karang merupakan makanan bagi biota-biota perairan seperti filter feeder dan detritus feeder. Khusunya ekosistem mangrove, arus dan gelombang disekitarnya cukup kuat sehingga berfungsi mencernihkan perairan. Sedangkan ekosistem lamun yang berdekatan dengan ekosistem mangrove yang kaya sedimen, mempunyai rhizoma yang saling menyilang untuk menahan substrat dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penebangan hutan, pembukaan jalan, pembukaan lahan pertanian dapat meningkatkan partikel organik diperiaran. Partikel yang tersuspensi terutama dalam bentuk partikel halus maupun kasar, akan menimbulkan dampak negatif terhadap biota perairan pesisir dan lautan. Misalnya partikel tersebut menutupi sistem pernafasan  yang mengakibatkan biota tersebut susah bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Nutrien Terlarut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nutrien diperiaran penting bagi produsen primer untuk proses fotosintesis. Nutrien di perairan dapat berasal dari batuan-batuan maupun serasah tumbuhan dan organisme-organisme yang mati, dan kemudian didekomposisi oleh bakteri menjadi zat anorganik yang diserap oleh produsen primer. Mangrove kaya akan nutrien yang biasanya terbawa ke ekosistem lamun dan terumbu karang melalui aliran sungai maupun efek pasang surut. Nutrien ini diserap langsung  oleh lamun melalui perakarannya, dan zooxanthella memperoleh nutrien tersebut juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batuan-batuan karang yang pecah juga merupakan nutrien yang dibutuhkan bagi organisme yang ada disekitar mangrove yang bisanya membentuk cangkang. Nutrien ini juga bisanya dibawa oleh arus dan ombak untuk diserap oleh lamun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Migrasi Fauna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Migrasi fauna dapat disebabkan oleh meningkatnya predator pada suatu ekosistem, berkurangnya makanan, reproduksi, meningkatnya persaingan dalam memperbutkan makanan, tempat persembunyian yang aman, dll. Ketika ekosistem mangrove dalam keadaan rusak atau terganggu oleh aktivitas manusia maupun oleh pengaruh alam, maka biota-biota/fauna yang hidupnya disekitar mangrove akan beralih tempat ke ekositem lamun maupun terumbu karang untuk memperoleh perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dalam ekosistem lamun, terjadi persaingan yang ketat dalam memperbutkan makanan, maka fauna-fauna disekitarnya akan bermigrasi ke darerah mangrove untuk memperoleh makanan yang banyak. Ketika terjadi kekeruhan di ekosistem lamun oleh pengaruh sedimentasi, maka fauna-fauna yang hidup disekitarnya khususnya ikan akan menghindari daerah tersebut dan menempati ekosistem terumbu karang yang tidak kecerahan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Dampak Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penebangan hutan mangrove untuk pemukiman, pebukaan lahan pertanian dan pertambakan dapat mengakibatkan erosi sehingga mengeruhkan perairan. Pengaruhnya ini akan berdampak pada ekosistem lamun dan terumbu karang yang ada disekitarnya. Proses fotosintesis akan yang berjalan akan terhambat. Selain pemanfaatan mangrove yang merusak lingkungan, pemanfaatan lamun dengan cara yang sama akan menyebabkan sedimentasi, mengingat bahwa lamun mempunyai rhizoma yang saling mentilang yang berfungsi untuk mengikat sedimen di dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan terumbu karang sebagai bahan bangunan akan mengancam ekosistem mangrove. Mengingat bahwa secara ekologis terumbu karang berfungsi untuk menahan gelombang dan arus yang kuat, sehingga tanpa keberadaannya akan mengamcam ekosistem mangrove yang biasanya terlindung dari ombak dan arus yang kuat.Ikan di daerah terumbu karang yang memakan suatu spesies ikan di sekitar daerah lamun lama kelamaan akan habis apabila terus menerus dieksploitasi secara besar-besaran oleh manusia. Ikan di daerah terumbu karang berkurang jumlahnya sedangkan ikan di daerah lamun meningkat jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan diatas kita dapat melihat bahwa dampak manusia dan alam akan mempengaruhi ketiga ekosistem ini. Ketiga ekosistem ini saling terkait satu sama lain dan biasanya ke tiga ekosistem ini bersama-sama terdapat di sekitar pesisir. Untuk itu penting bagi ketiga ekosistem ini untuk dilestarikan dan dijaga secara sinergis sehingga terhindar dari kerusakan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-664652162935318208?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/664652162935318208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/hubungan-antara-ekosistem-lamun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/664652162935318208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/664652162935318208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/hubungan-antara-ekosistem-lamun.html' title='Hubungan Antara Ekosistem Lamun, Mangrove dan Terumbu Karang'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-5222022106424614602</id><published>2008-11-02T00:25:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:43:32.967-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Plankton dan Zooplankton'/><title type='text'>Definisi Plankton dan Ukurannya</title><content type='html'>Plankton adalah kelompok organisme yang hanyut bebas dalam laut dan sangat lemah daya renangnya (Nybakken, 1992). erdasarkan jenisnya maka plankton dibagi 2 golongan, yaitu: fitoplankton: tumbuhan laut yang bebas melayang dan hanyut dalam perairan serta mampu berfotosintesis. Zooplankton: hewan yang bebas melayang dan hanyut dalam perairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitoplankton adalah organisme mikroskopis (algae) yang bebas melayang mengikuti gerakan air.  Terdapat beberapa macam fitoplankton yang meliputi berbagai ragam ukuran dan bentuk, akan tetapi dalam proses pengambilan contoh, ukuranlah yang perlu diperhatikan dalam rangka pemilihan ukuran mata jarring plankton yang akan digunakan sebagai alat pengambilan contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distribusi fitoplankton, baik secara horizontal maupun vertical pada kolom air dapat dikatakan tidak homogen.  Faktor-faktor pembatas seperti musim, sifat pengelompokkan, siklus reproduksi, serta proses “grazing” sangat berpengaruh terhadap kelimpahan firoplankton di suatu perairan.  &lt;span class="fullpost"&gt;Disamping itu beberapa factor fisika-kimia perairan turut berperanan dalam distribusi spasialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ukurannya maka plankton dibagi 5 golongan, yaitu: Megaplankton adalah organisme planktonik yang besarnya lebih dari 2,0 mm. Makroplankton adalah organisme planktonik yang besarnya 0,2 – 2,0 mm. Mikroplankton adalah organisme planktonik yang ukurannya 20 mikrometer – 0,2 mm. Nanoplankton adalah organisme planktonik yang sangat kecil 2 mikrometer – 20 mikrometer. Ultraplankton adalah organisme planktonik yang berukuran kurang dari 2 mikrometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan plankton di atas (mega, makro, mikro) biasanya tertangkap dengan jaring-jaring plankton baku (standard). 2 golongan plankton (nano, ultra) hanya diperoleh dengan menggunakan suatu sentrifusa atau dengan menyaring air melalui alat penyaring yang sangat kecil pori-porinya seperti milipore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan siklus hidupnya maka plankton dibagi menjadi 2 golongan, yaitu: Holoplankton adalah organisme yang seluruh daur hidupnya bersifat planktonik. Meroplankton adalah organisme yang hanya sebagian hidupnya bersifat planktonik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-5222022106424614602?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/5222022106424614602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/definisi-plankton-dan-ukurannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5222022106424614602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5222022106424614602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/definisi-plankton-dan-ukurannya.html' title='Definisi Plankton dan Ukurannya'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8840976974453770491</id><published>2008-11-02T00:21:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:43:53.157-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Osenografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><title type='text'>Tingkah Laku Ikan Terhadap Perubahan Suhu</title><content type='html'>Hewan air akan memberikan respon fisiologis terhadap perubahan lingkungannya sebagai tempat hidupnya. Perubahan suhu dari keadaan normal menjadi lebih panas atau lebih dingin di suatu perairan dapat dipengaruhi oleh keadaan alam seperti pemanasaan oleh matahari, perubahan musim, gejala pergeseran dasar perairan, letusan gunung merapi bawah laut dan sebagainya. Setiap jenis ikan biasanya mempunyai kisaran suhu di perairan yag cocok. Dalam keadaan suhu normal metabolisme maupun tingkah laku ikan akan berjalan dengan normal juga. Namun bila terjadi perubahan suhu, respon yang diberikan oleh ikan akan menunjukan penyesuaian metabolisme tubuhnya terhadap lingkungan untuk mempertahankan kehidupannya. Respon yang diperlihatkan oleh ikan bjiasanya berupa perubahan tingkah laku maupun pergerakan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu adalah salah satu faktor yang amat penting bagi kehidupan organisme di perairan, karena suhu mempengaruhi baik aktivitas maupun perkembangbiakan dari organisme tersebut. &lt;span class="fullpost"&gt;Oleh karena itu tidak heran jika banyak dijumpai bermacam-macam jenis ikan yang terdapat di berbagai tempat di dunia yang mempunyai toleransi tertentu terhadap suhu. Ada yang mempunyai toleransi yang besar terhadap perubahan suhu, disebut bersifat euryterm. Sebaliknya ada pula yang toleransinya kecil, disebut bersifat stenoterm. Sebagai contoh ikan di daerah sub-tropis dan kutub mampu mentolerir suhu yang rendah, sedangkan ikan di daerah tropis menyukai suhu yang hangat. Suhu optimum dibutuhkan oleh ikan untuk pertumbuhannya. Ikan yang berada pada suhu yang cocok, memiliki selera makan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu di perairan dapat mempengaruhi kelarutan dari oksigen. Apabila suhu meningkat maka kelarutan oksigen berkurang. Oksigen terlarut yang biasanya dihasilkan oleh fitoplankton dan tanaman laut, keberadaannya sangat penting bagi organisme yang memanfaatkannya untuk kehidupan, antara lain pada proses respirasi dimana oksigen dibutuhkan untuk pembakaran bahan organik sehingga terbentuk energi yang diikuti dengan pembentukan CO2 dan H2O.  Oksigen sebagai bahan pernafasan dibutuhkan oleh sel untuk berbagai reaksi metabolisme. Oleh sebab itu kelangsungan hidup ikan ditentukan oleh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Berkurangnya oksigen terlarut sudah tentu akan berpengaruh terhadap fisiologi respirasi ikan dan hanya ikan yang memiliki sistim respirasi yang sesuai dapat bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan umumnya bernafas dengan menggunakan insang. Namun ikan Australian lungfish menggunakan paru-paru sebagai alat pernafasannya. Selain insang dan paru-paru, ada juga ikan yang memiliki alat pernafasan tambahan yang biasanya mempu bertahan hidup dalam kondisi hypoxia bahkan anoxia.&lt;br /&gt;Kebutuhan oksigen pada ikan sangat dipengaruhi oleh umur, aktivitas, serta kondisi perairan. Semakin tua suatu organisme, maka laju metabolismenya semakin rendah. Selain itu umur mempengaruhi ukuran ikan, sedangkan ukuran ikan yang berbeda, membutuhkan oksigen yang berbeda pula. Semakin besar ukuran ikan, jumlah konsumsi oksigen per mg berat badan semakin rendah. Selain perbedaan ukuran, perbedaan aktivitas juga membutuhkan oksigen yang berbeda pula. Ikan yang beraktivitas atau bergerak lebih banyak cenderung membutuhkan banyak oksigen untuk proses respirasi. Hal ini akan meningkatkan kadar karbondioksida dalam perairan.  Namun demikian, kelarutan oksigen ini sangat ditentukan oleh kondisi perairan seperti suhu, salinitas dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organime perairan seperti ikan maupun udang mampu hidup baik pada kisaran suhu 23-300C. Perubahan suhu di bawah 230C atau di atas 300C menyebabkan ikan mengalami stres yang biasanya diikuti oleh menurunnya daya cerna (Trubus Edisi 425, 2005). Oksigen terlarut pada air yang ideal adalah 5-7 ppm. Jika kurang dari itu maka resiko kematian dari ikan akan semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stres pada ikan juga dapat disebabkan oleh berbedanya media air ketika ikan dipindahkan dari wadahnya. Ikan kadang mengalami perbedaan lingkungan yang drastis sehingga menjadi stres. Oleh sebab itu biasanya dilakukan aklimatisasi sehingga ikan dapat beradaptasi perlahan-lahan terhadap kodisi lingkungan barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan di air amat lebih berat dibandingkan dengan di darat. Di air ikan hanya mengambil oksigen sekitar 20-40%, sedangkan sisanya akan dikeluarkan lewat pernafasan. Ikan dapat mempertahankan suhu tubuhnya dengan mencari perairan yang lebih cocok suhunya. Suhu dapat mempengaruhi kandungan oksigen di perairan. Oksigen biasanya lebih tinggi di permukaan karena adanya pertukaran oksigen antara air dan udara. Ketika kadar oksigen berkurang dalam suatu perairan maka ikan akan berusaha mengambil atau memanfaatkan oksigen dalam jumlah volume yang banyak. Hal ini dilakukan ikan dengan meningkatkan aktifitas pernafasannya sehingga oksigen yang dipompa lebih banyak daripada keadaan normal. Ketika ada peningkatan suhu maka ada  penurunan oksigen terlarut, maka akan terjadi peningkatan metabolisme dalam tubuh ikan. Metabolime yang meningkat dikarenakan oleh meningkatnya aktivitas respirasi. Respirasi ikan akan turut menatur pH tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8840976974453770491?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8840976974453770491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/tingkah-laku-ikan-terhadap-perubahan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8840976974453770491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8840976974453770491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/tingkah-laku-ikan-terhadap-perubahan.html' title='Tingkah Laku Ikan Terhadap Perubahan Suhu'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-1957596950566871259</id><published>2008-11-02T00:18:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:44:17.002-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><title type='text'>Osmoregulasi Pada Ikan</title><content type='html'>Dibandingkan dengan ikan nila lokal, maka ikan nila gift mempunyai karakteristik yang lebih unggul. Daya tahan tubuh yang lebih baik memungkinkan ikan nila gift lebih toleran terhadap kisaran nilai salinitas air yang lebih tinggi dan lebih tahan terhadap serangan penyakit. Ikan nila gift merupakan varietas unggul yang dikembangkan oleh Internasional Centre for Living Resources Management (ICLARM). Nama GIFT dari ikan nila gift berasal dari singkatan Genetic Improvement of Farmed Tilapias. Ikan nila gift toleran terhadap kadar salinitas dengan kisaran 0-29 per mil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salinitas adalah jumlah total material dalam gram yang terdapat dalam 1 kg air laut. Dimana seluruh karbonat telah dikonversi menjadi oksida, bromida dan iodida diganti oleh klorin dan seluruh material organik telah dioksidasi sempurna. Peristiwa pengaturan proses osmosis dalam tubuh ikan dikenal dengan sebutan osmoregulasi.&lt;span class="fullpost"&gt; Tujuan utama osmoregulasi adalah untuk mengontrol konsentrasi larutan dalam tubuh ikan. Apabila ikan tidak mampu mengontrol proses osmoregulasi yang terjadi ikan yang bersangkutan akan stres dan mati. Hal ini karena tidak terjadi keseimbangan konsentrasi larutan tubuh, yang akan berada diluar batas toleransinya. Osmoregulasi berbeda antara ikan air tawar dan ikan air laut dan proses ini penting untuk menjaga keseimbangan osmotik ikan pada lingkungan hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ikan air tawar, air secara terus menerus masuk kedalam tubuh ikan melalui insang. Ini secara pasif berlangsung melalui suatu proses osmosis yaitu, terjadi sebagai akibat dari kadar garam dalam tubuh ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungannya. Dalam keadaan normal proses ini berlangsung seimbang. Ikan air tawar harus selalu menjaga dirinya agar garam tidak melarut dan lolos ke dalam air. Garam-garam dari lingkungan akan diserap oleh ikan menggunakan energi metaboliknya. Apabila hal ini terjadi maka ikan yang bersangkutan akan mengalami masalah. Ikan mempertahankan keseimbangannya dengan tidak banyak minum air, kulitnya diliputi mucus, melakukan osmosis lewat insang, produksi urinnya encer, dan memompa garam melalui sel-sel khusus pada insang. Secara umum kulit ikan merupakan lapisan kedap, sehingga garam di dalam tubuhnya tidak mudah bocor kedalam air. Satu-satunya bagian ikan yang berinteraksi dengan air adalah insang.&lt;br /&gt;Pada ikan air laut terjadi kehilangan air dari dalam tubuh melalui kulit dan kemudian ikan akan mendapatkan garam-garam dari air laut yang masuk lewat mulutnya. Organ dalam tubuh ikan menyerap ion-ion garam seperti Na+, K+ dan Cl-, serta air masuk ke dalam darah dan selanjutnya disirkulasi. Kemudian insang ikan akan mengeluarkan kembali ion-ion tersebut dari darah ke lingkungan luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ikan sakit, luka, atau stres proses osmosis akan terganggu sehingga air akan lebih banyak masuk kedalam tubuh ikan, dan garam lebih banyak keluar dari tubuh. Akibatnya beban kerja ginjal ikan untuk memompa air keluar dari dalam tubuhnya meningkat. Bila hal ini terus berlangsung bisa sampai menyebabkan ginjal menjadi rusak sehingga ikan mati. Dalam keadaan normal ikan mampu memompa air kurang lebih 1/3 dari berat total tubuhnya setiap hari. Penambahan garam kedalam air diharapkan dapat membantu menjaga ketidakseimbangan ini, sehingga ikan tetap bertahan hidup dan mempunyai kesempatan untuk memulihkan dirinya dari luka atau penyakit. Tentunya dosis untuk ikan harus diantur sedemikian rupa sehingga kadar garamnya tidak lebih tinggi dari pada kadar garam dalam darah ikan. Apabila kadar garam dalam air lebih tinggi dari kadar garam darah, efek sebaliknya akan terjadi, air akan keluar dari tubuh ikan, dan garam masuk kedalam darah, akibatnya ikan terdehidrasi dan akhirnya mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kadar garam yang tinggi garam sendiri akan berfungsi untuk mematikan penyakit terutama yang diakibatkan oleh jamur dan bakteri. Meskipun demikian lama pemberiannya harus diperhatikan secara seksama agar jangan sampai ikan mengalami dehidrasi. Osmoregulasi merupakan suatu fungsi fisiologis yang membutuhkan energi, yang dikontrol oleh penyerapan selektif ion-ion melewati insang dan beberapa bagian tubuh lainnya dikontrol oleh pembuangan yang selektif terhadap garam-garam. Kemampuan osmoregulasi bergantung suhu, musim, umur, kondisi fisiologis, jenis kelamin dan perbedaan genotip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Osmoregulasi sangat penting pada hewan air karena tubuh ikan bersifat permeabel terhadap lingkungan maupun lautan garam. Sifat fisik lingkungan yang berbeda menyebabkan ada perbedaan proses osmoregulasi antara ikan air tawar dengan ikan air laut. Urea merupakan produk metabolisme nitrogen, yang dikeluarkan dari tubuh ikan berupa urin tetapi jumlahnya sedikit. Pada ikan air tawar penyerapan urea dan TMAO berfungsi untuk mempertahankan tekanan osmotik dalam tubuh.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-1957596950566871259?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/1957596950566871259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/osmoregulasi-pada-ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1957596950566871259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1957596950566871259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/osmoregulasi-pada-ikan.html' title='Osmoregulasi Pada Ikan'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-5598291518575577068</id><published>2008-11-02T00:09:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:54:52.602-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekosistem Pesisir'/><title type='text'>Faktor Pembatas Kehidupan Pada Ekosistem Perairan</title><content type='html'>Faktor-Faktor pembatas yang mempengaruhi kehidupan dalam suatu ekosistim perairan diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Kompetisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi adalah interaksi antara individu individu dari satu atau beberapa organisme dalam memperebutkan sumberdaya yang ada. Kompetisi dapat terjadi diantara satu spesies yang sama, intra spesies, atau di antara spesies-spesies yang berbeda, interspesies yang menggunakan sumberdaya yang sama, dengan persediaan yang terbatas. Di antara sumberdaya yang diperebutkan adalah air, makanan, cahaya, atau ruangan hidup termasuk tempat bersarang. Kompetisi dapat berupa perkelahian atau interaksi muka ke muka yang disebut kompetisi interference. Selain itu ada kompetisi dimana tidak terjadi interaksi secara langsung tetapi melibatkan pemindahan atau pengosongan sumberdaya, meninggalkan sedikit untuk yang lain, disebut kompetisi eksploitatif. Menurut Prinsip Ekslusif Kompetisi, apabila salah satu spesies akan menggunakan sumberdaya yang sama, salah satu spesies akan menggunakan sumberdaya tersebut lebih efisien dan akhirnya akan mematikan yang lain. Biasanya ketika suatu populasi meningkat, maka kompetisi menjadi lebih sering dan laju pertumbuhan menurun sebanding dengan intensitas kompetisi dimana laju pertumbuhan populasi bergantung pada kepadatan. Dalam pertumbuhan populasi terbatas, suatu faktor yang bergantung kepada kepadatan adalah faktor yang memperkuat peningkatan populasi.&lt;span class="fullpost"&gt;Faktor yang bergantung pada kepadatan mengurangi laju pertumbuhan populasi dengan cara menurunkan reproduksi atau dengan cara meningkatkan kematian dalam suatu populasi yang sudah begitu padat. Pada banyak vertebrata dan sejumlah invertebrata, mempertahankan suatu ruangan fisik yang dibatasi dengan baik, dapat menurangi kompetisi intraspesies untuk mendapatkan makanan dan sarang didalam teritori tersebut, tetapi ruangan yang membentuk teritori tersebut menjadi sumberdaya yang akan diperebutkan oleh individu populasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Ketersediaan sumberdaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumberdaya merupakan faktor utama yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan populasi. Dalam suatu populasi yang padat dengan keterbatasan sumberdaya dapat mempengaruhi ukuran populasi di masa depan dan sangat mempengaruhi ukuran reproduksi. Jika sumberdaya sedikit akibat pemakaian dalam jumlah yang banyak maka akan menurunkan pertumbuhan populasi. Lamanya ketersediaan sumberdaya merupakan faktor penting dalam keberlanjutan kehidupan suatu populasi. Di alam nutrien seperti nitrat dan fosfat memegang peranan penting bagi kehidupan mahluk hidup. Nutrien dibutuhkan oleh tumbuhan maupun fitoplankton untuk pertumbuhan, perkembangan dan dalam proses fotosintesis. Bila tersedia nitrat dan fosfat maka populasi fitoplankton akan bertambah. Oksigen merupakan sumberdaya yang penting khususnya bagi organisme heterotrof untuk proses repirasi . Keterbatasan oksigen akan mengakibatkan organisme menjadi lemah kemudian akan mati.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;3. Kepadatan populasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepadatan populasi dapat mempengaruhi populasi yang lain. Kepadatan populasi juga mempengaruhi kesehatan dan peluang bertahan hidup tumbuhan dan hewan. Misalnya tumbuhan yang tumbuh pada populasi yang padat pertumbuhannya lebih lambat dibanding dengan tumbuhan yang tumbuh pada kepadatan populasi yang rendah. Dengan cara yang sama hewan mengalami kematian pada kepadatan populasi yang tinggi. Kepadatan populasi berkaitan erat dengan kompetisi dan akan mempengaruhi sumberdaya. Kepadatan populasi akan mengurangi ruang atau tempat berlindung.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;4.Pemangsaan atau predasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Predasi dapat mempengaruhi evolusi baik itu predator dan mangsa, dan juga mempengaruhi jumlah organisme didalam suatu populasi serta keragaman spesies di suatu komunitas. Organisme heterotrof memperoleh makanannya dengan memangsa organisme lain. Suatu populasi dapat saja menurun jika dalam lingkungannya terdapat predator yang memangsanya dalam jumlah yang banyak dan beragam. Biasanya ada pemangsa yang mempunyai adaptasi khusus sehingga terhidar dari predator. Adaptasi ini meminimalkan resiko untuk dimangsa. Adaptasi pemangsa berkaitan dengan pertahanan, melarikan diri, mimikri, lomba senjata, dll. Hal ini untuk mencegah agar keturunannya dapat bertahan hidup sehingga tidak punah. Terkadang predasi terjadi pada suatu spesies ketika kepadatan populasinya meningkat. Predasi dilakukan karena energi yang digunakan untuk memangsa menjadi lebih efisien. Ketika populasi mangsa menumpuk pemangsa bisa memilih memakan spesies tersebut dan menkonsumsi dalam persentase yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan pengaturan populasi mangsa yang bergantung pada kepadatan. Di satu sisi, mangsa yang lain yang mengalami penurunan populasi akibat sebelumnya dimangsa oleh predator dapat mengalami peningkatan karena predator tersebut beralih ke populasi yang lain. Jika pada suatu habitat jumlah mangsa lebih banyak dari pada pemangsa maka akan terjadi keseimbangan ekologi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;5. Keadaan cuaca dan iklim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keadaan pada musim tertentu dapat membunuh sejumlah individu dalam populasi tertentu. Pada musim dingin biasanya akan menurunkan angka perkembangan dan fekunditas suatu populasi karena ketersedian makanan berkurang, sehingga kelaparan dapat melanda suatu populasi. Suhu yang lebih rendah meningkatkan kebutuhan energi dan demikian kebutuhan akan makanan juga meningkat. Namun pada musim semi dimana cuaca hangat, laju perkembangan dan fekunditas meningkat. Ketika musim panas akan menyebabkan peningkatan laju mortalitas individu dewasa dan penurunan ukuran populasi, akibat sumberdaya berkurang karena kekeringan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Gangguan manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap populasi dari organisme pada suatu lingkungan. Misalnya terjadi pemburuan terhadap spesies tertentu yang memiliki nilai jual yang tinggi dipasaran. Hal ini bukan saja mengurangi populasi tersebut dalam suatu habitat, tetapi dapat menyebabkan kepunahan. Selain itu aktivitas manusia yang terjadi belakangan ini seperti penebangan hutan yang marak, menyebabkan hilang atau berkurangnya populasi dari suatu habitat. Hal ini menyebabkan kematian dan adanya migrasi besar-besaran dari suatu populasi. Selain itu perkembangan pembangunan selalu berdampak pada meningkatnya pencemaran lingkungan. Sehingga dapat memusnahkan populasi maupun menurangi daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, akibatnya reproduksi mengalami penurunan.  Akumulasi limbah beracun merupakan komponen lain yang dapat mempengaruhi ukuran populasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Bencana alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa lingkungan yang lebih jarang terjadi juga dapat mempengaruhi populasi. Bencana alam dapat dikaitkan dengan iklim dengan kondisi yang buruk. Sebagai contoh, kebakaran, badai topan, banjir, dan tanah longsor bisa melanda beberapa daerah sedemikian seringnya dapat menyebabkan pengaruh signifikan pada beberapa populasi. Namun sebaliknya ledakan gunung jarangnya sehingga peristiwa itu tidak begitu penting dalam pembatasan pertumbuhan populasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Hama dan penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hama dan penyakit yang menyerang suatu populasi dapat menyebabkan peningkatan mortalitas. Suatu organisme rentan terhadap serangan penyakit oleh karena daya tahan tubuhnya yang lemah. Hama dan penyakit dapat menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh dari organisme sehingga organime tersebut akan sakit. Pada suatu populasi yang besar akan berkurang jika diserang oleh hama dan penyakit. Bahkan jika penyakit tersebut sangat berbahaya, maka organisme tersebut perlahan-lahan akan punah. Itu sebabnya hama dan penyakit dapat membatasi pertumbuhan dari suatu populasi. Mereka juga dapat mempengaruhi perkembangan maupun reproduksi dari populasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Kualitas Lingkungan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kualitas lingkungan dapat dibagi menjadi 3 komponen yaitu kualitas tanah (daratan) kualitas udara dan kualitas air. Masing-masing komponen dapat mempengaruhi satu sama lain. Namun ada perbedaan dalam masing-masing komponen, karena terdapat faktor-faktor pembatas yang berbeda. Kualitas lingkungan memiliki 2 sifat, yaitu kualitas lingkungan yang buruk dan kualitas lingkungan yang baik. Pada kualitas lingkungan yang buruk akan menyebabkan penurunan suatu populasi, sedangkan jika kualitas lingkungannya baik maka ada keberlanjutan dalam pertumbuhan dari populasi. Populasi yang hidup pada kualitas lingkungan yang buruk akan mudah terserang hama dan penyakit, sehingga pertumbuhan mereka menjadi terhambat dan dapat meningkatkan mortalitas. Kualitas lingkungan yang buruk dapat merugikan suatu populasi maupun menguntungkan populasi yang lain. Kualitas lingkungan yang optimum, biasanya merupakan kualitas lingkungan yang baik bagi pertumbuhan suatu popuasi. Berikut adalah beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas lingkungan di perairan dimana faktor-faktor tersebut merupakan pembatas dalam pertumbuhan dari suatu populasi.&lt;br /&gt;Suhu: Suhu dapat dipengaruhi oleh musim. Pada musim panas suhu akan meningkat namun pada musim dingin suhu berkurang. Pada musim semi maupun musim gugur suhu lebih optimal. Suhu juga dapat dipengaruhi oleh kedalaman suatu perairan. Dalam hal ini semakin dalam suatu perairan maka suhu akan semakin berkurang. Suhu pada zooplankton berperan dalam mengatur migrasi pemijahan, food habit, laju metabolisme, laju respirasi dan lain-lain. Setiap organisme mempunyai toleransi terhadap suhu yang berbeda, peningkatan suhu menyebabkan penurunan oksigen terlarut dan peningkatan gas metana yang dapat menimbulkan mortalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas toleransi organisme terhadap pH tergantung pada suhu, oksigen, amonia jenis, stadia biota. Pada zooplankton perubahan pH mempengaruhi produktivitasnya. Pada pH lebih dari 8,5 dan pH dibawah 7,5 produktivitas zooplankton cenderung lebih sedikit dibandingkan pH 7,5-8,5 dimana produktivitasnya lebih tinggi.Laut terbuka umumnya salinitasnya konstan, sedangkan laut tertutup salinitasnya lebih tinggi disebabkan oleh suhu tinggi, evaporasi tinggi dan curah hujan rendah. Organisme laut mempunyai kisaran toleransi salinitas yang berbeda. Jika tolerasinya besar maka organisme tersebut bersifat eurihaline, sedangkan bila organisme tersebut tidak dapat mentolerir kisaran salinitas yang lebar maka disebut bersifat stenohaline. Ikan air tawar hidup pada salinitas yang berbeda dari pada ikan air laut. Hal ini merupakan pembatas dalam populasi dimana ikan harus dapat melakukan osmoregulasi dengan baik akibat perbedaan konsentrasi antara tubuh organisme dan lingkungannya.Kekeruhan akibat melimpahnya bahan organik tersuspensi di perairan dapat menurunkan kecerahan. Ini akan berpengaruh kepada fitiplankton maupun mikroalga yang hidup pada laut yang dalam dimana pertumbuhannya sangat tergantung kepada cahaya matahari dalam fotosintesis. Maka populasi zooplankton yang memakan fitoplankton, populasinya akan berkurang. Selain itu ada juga faktor lain yang menjadi pembatas ukuran populasi dalam lingkungannya. Contohnya di perairan ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi keberadaan suatu populasi plankton. Faktor tersebut diantaranya yaitu arus dan gerak air, dan stratifikasi air laut.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-5598291518575577068?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/5598291518575577068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/faktor-pembatas-kehidupan-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5598291518575577068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5598291518575577068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/faktor-pembatas-kehidupan-pada.html' title='Faktor Pembatas Kehidupan Pada Ekosistem Perairan'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-905263785596841164</id><published>2008-11-02T00:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:54:25.435-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><title type='text'>Fekunditas Pada Ikan</title><content type='html'>Beberapa keguanaan penetahuan fekunditas antara lain untuk mengetahui produktivitas dan potensi reproduksi ikan dan untuk persiapan kultur ikan. Secara umum yang dimaksud dengan fekunditas adalah jumlah telur matang yang akan dikeluarkan pada waktu pemijahan. Fekunditas pada suatu spesies ikan dapat berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Fekunditas mempunyai keterpautan umur, panjang atau bobot individu dan spesies ikan. Menurut Bagenal (1978), pertambahan bobot dan panjang ikan cenderung meningkatkan fekunditas secara linear. Fekunditas dan diameter sel telur juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetis, terutama ketersediaan makanan bagi induk ikan. Ikan-ikan yang tua dan besar ukurannya mempunyai fekunditas relatif lebih kecil dibandingkan ikan-ikan lebih mudah (fekunditas maksimum dicapai pada ikan yang masih muda). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fekunditas sering dihubungan dengan panjang, karena panjang penyusutannya relatif lebih kecil sekali tidak seperti berat yang dapat berkurang dengan mudah. Fekunditas juga sering dihubungkan berat karena berat lebih mendekati kondisi ikan itu daripada panjang. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variasi fekunditas individu itu sangat besar, meliputi setiap pengaruh termasuk umur. Ikan yang untuk pertama kalinya memijah fekunditas tidak besar seperti fekunditas ikan yang telah memijah beberapa kali walaupun berat tubuhnya sama. Hal ini sesuai dengan sifat umum, bahwa fekunditas ikan akan bertambah selama pertumbuhan. Ikan yang besar ukurannya akan lebih banyak daripada ikan yang lebih kecil. Tetapi korelasi ini ada batasnya dimana akan ada penurunan jumlah walaupun ikan itu bertambah besar atau tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu air mempengaruhi fekunditas secara tidak langsung. Begitu juga kedalaman air dan oksigen terlarut tidak langsung merupakan faktor penghambat terhadap fekunditas. Dalam kondisi lingkungan yang menguntungkan telur dikeluarkan lebih banyak daripada kondisi yang kurang baik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-905263785596841164?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/905263785596841164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/fekunditas-pada-ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/905263785596841164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/905263785596841164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/fekunditas-pada-ikan.html' title='Fekunditas Pada Ikan'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-5228360149906783497</id><published>2008-11-01T23:58:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:54:35.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Fungsi Sirip Pada Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis)</title><content type='html'>Cakalang termasuk jenis ikan tuna dalam famili Scombridae, species Katsuwonus pelamis. Collete (1983) menjelaskan ciri-ciri morfologi cakalang yaitu tubuh berbentuk fusiform. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan cakalang mempunyai dua sirip punggung yang terpisah. Pada sirip punggung yang pertama terdapat 14-16 jari-jari keras, jari-jari lemah pada sirip punggung kedua diikuti oleh 7-9 finlet. Sirip ini berfungsi untuk mengatur pergerakan ikan ke arah kiri dan kanan ketika bergerak maju. Pengaturan arah dari sirip ini lebih dominan dibandingkan dengan sirip anal.Terdapat dua sirip dada yang pendek. Sirip dada tidak memiliki fungsi yang cukup penting dalam pergerakan ikan. Sirip ini biasanya digunakan ikan ketika bergerak maju ke arah depan secara pelan atau lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan cakalang mempunyai dua sirip perut, dan memiliki ukuran yang pendek. Sirip ini biasanya digunakan ikan cakalang ketika hendak berhenti sejenak. Sirip ini  membantu ikan untuk bertahan pada posisinya sehingga tidak tenggelam. &lt;span class="fullpost"&gt;Sirip anal pada ikan cakalang diikuti dengan 7-8 finlet. Sirip anal terdapat dibagian bawah tubuh yang berdekatan dengan sirip kaudal. Ukuran sisip ini menyerupai sirip punggung kedua. Seperti layaknya sirip dorsal, sirip anal berfungsi untuk mengatur pergerakan ikan ke arah kiri dan kanan. Namun pengaruhnya terhadap pengaturan arah gerekan ikan lebih sedikit daripada sirip punggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirip kaudal terletak di bagian paling belakang tubuh ikan cukup tebal dibandingkan dengan sirip lainnya. Bentuknya menyerupai bulan sabit. Fungsi dari sirip ini adalah membantu ikan bergerak cepat ketika mereka mengejar makanan. Ketika bergerak maju sirip ini diayunkan ikan ke sisi kiri dan kanan untuk mendorong air ke belakang. Sirip ini juga mengatur pergerakan ikan ketika mau memutar arah atau membelok tubuhnya. Sirip ini sangat penting dalam mengatur pergerakan dan kecepatan ikan bergerak.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-5228360149906783497?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/5228360149906783497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/fungsi-sirip-pada-ikan-cakalang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5228360149906783497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5228360149906783497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/fungsi-sirip-pada-ikan-cakalang.html' title='Fungsi Sirip Pada Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-3816694753778218258</id><published>2008-11-01T23:48:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:55:13.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Benthos'/><title type='text'>Ciri-ciri dari Beberapa Spesies Moluska di Perairan Laut</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Potamididae&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cangkang tebal dan padat, berbentuk kerucut tinggi agak rata atau agak konvex pada lingkaran apertur. Ukiran umumnya membentuk alur, dengan alur spiral atau garis dan kadang aksial. Macam-macam aksial kadang ada. Periostrcum biasanya berkembang baik, kecoklatan. Apertur relatif kecil, dengan terusan anterior spiphonal yang pendek. Bagian mulut cangkang, ujungnya agak tebal dan lebih atau kurang mengembang. Operkulumnya melingkar, korneous dengan banyak lilitan spiral dan sebuah nukleus di tengah. Kepala dengan sepasang tentakel, kasar dan curam mengecil serta distal dan mata pada atau di atas bagian dasar yang tebal. Kaki membulat pada bagian depan dan tumpul di belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melimpah di lingkungan perairan payau, pada lumpur yang datar di area estuari dan pada rawa mangrove dekat garis gelombang tertinggi. Memakan alga dan detritus yang mana diambil dengan radula yang kuat. Jenis kelamin terpisah. Jantan tidak memiliki penis, sperma ditransfer selama kawin pada spermatophores. &lt;span class="fullpost"&gt;Potamidae digunakan secara luas pada area tertentu sebagai makanan, dan cangkangnya umumnya dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Umbonium vestiarium (Linnaeus, 1758)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cangkang kecil (lebar tidak lebih dari 1,5 cm), bentuknya lentikular, lebih lebar daripada panjang. Apex rendah, dengan sedikit convex, bagaimanapun mencakup lingkaran dan irisan jahitan yang nampak masuk ke dalam. Periphery dari tubuh umumnya melingkar. Bagian dasar rata, dengan callus plug pengisi yang besar dan halus pada lingkarannya. Bibir ujung dari apertur agak tajam dan halus di dalam. Columella halus, semakin melingkar pada bagian tengah dan semakin mengecil secara anterior. Warna dibagian luar dari cangkang sedikit mengkilat, sangat beragam pola dan corak polanya, abu-abu, gelap, coklat, hijau olive, merah jambu, merah, kuning, atau agak putih, hampir beragam atau dengan aksial yang bermacam-macam dan/atau pola spiralnya. Umbilical callus biasanya dengan warna yang berbeda.Lebar cangkang maksimum adalah 1,5 cm, biasanya hanya 1 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melimpah pada dasar yang berpasir. Di daerah gelombang rendah dan subtidal air dangkal sampai kedalaman 5 meter. Biasanya digunakan untuk bahan makanan di Filipina. Pada pasar lokal, pedagang secara tradisional memberikan pembeli duri aromatik (Acacia pennata) untuk membuka daging keluar dari cangkang kecil. Juga digunakan pada industri kerajinan kerang-kerangan untuk membuat boneka dan hiasan-hiasan. Tersebar di Pasifik Indo-Barat, dari Afrika Timur sampai timur Indonesia; utara sampai Filipina dan selatan sampai utara Queensland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Turbinidae&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cangkangnya tebal, cukup berat, bentuk turbin sampai konikal (biasanya merata). Ukiran luar bervariasi, kadang spiral sampai nodular. Periostracum ada sampai tidak ada. Apertur mempunyai lingkaran yang bermacam-macam, tanpa siphonal canal, nacreous di dalam. Bibir dalam halus. Ada umbilicus, setidaknya pada tahap juvenil. Operkulum mengeras cukup kuat karena kapur bagian luar, lapisan dalam corneous biasanya menunjukkan lilitan spiral beserta subterminal atau nukleus tengah. Kepala pendek, moncong terpisah, pertengahan ventral dan sepasang tentakel yang panjang. Matanya pada batang di bagian dasar luar. Kakinya besar dan ovate, bagian anterior memotong, dengan bibir yang tebal pada kedua sisi.&lt;br /&gt;Habitat, biologi dan perikanan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya hidup pada air dangkal dari perairan hangat dan laut tropis, terutama pada bebatuan dan habitat terumbu karang. Binatang herbivora, memakan alga epibentik berukuran kecil dan detritus. Jenis kelamin terpisah, fertilisasi eksternal. Telur biasanya dikeluarkan dalam jumlah banyak dan menetas sebagai larva planktonik yang berenang bebas. Turbans (terutama spesies besar) umumnya dikumpulkan di Pasifik Indo-Barat, baik untuk daging yang dimakan dan hiasan cangkangnya. Di tahun sebelumnya, eksploitasi besar-besaran telah menghilangkan sebagian populasi. Dukungan usaha diharapkan dimasa depan untuk menghasilkan juvenil pada kolam penetasan dan memasukkan turban di area dimana mereka telah punah atau area yang sementara ini kurang sumberdaya ikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Turbo bruneus (Rooling, 1798)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Panjang maksimum cangkang adalah 6 cm, biasanya 4 cm. Daerah berkarang terumbu karang, pada perairan subtidal yang dangkal sampai kedalaman sekitar 20 meter. Umumnya dikumpulkan oleh penduduk pantai untuk makanan. Tersebar luas di Pasifik Indo-barat mulai dari Madagaskar dan India sampai Indonesia Timur; utara Filipina dan Selatan sampai utara Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Strombidae&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cangkang tebal dan padat, dengan lingkaran tubuh yang relatif besar dan bentuknya yang bervariasi. Permukaan luarnya halus dan ukirannya aksial dan spiral pada kepala dan badan. Periostracum seluruhnya tipis dan velvety. Aperturnya memanjang, dengan kelihatan tanda siphonal canal. Bibir dalam ditutupi dengan belulang (callus) yang menkilap), collumella yang hampir lurus, bibir luar umumnya menebal dan sering melebar pada jenis yang dewasa. Kadang bersayap atau memiliki jari. Kelihatan jelas ada notch sepanjang bibir ujung bibir anterior. Tidak ada umbilicus (pusat). Operkulum tebal dan corneous bentuk seperti cakar, sempit secara epikal dan tajam, nukleus terminal dan kadang pinggir bergerigi tajam pada satu sisi. Kepala berhubungan dengan mata yang komplex dengan warna iris yang bermacam-macam, pada bagian atas batang yang menonjol keluar, satu disepanjang anal anterior, dan lain di bawah notch dari bibir luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tropikal sampai subtropikal dan kadang-kadang merupakan binatang yang suka berkelompok, umumnya tinggal di perairan dangkal, pada pasir, sedikit berlumpur atau runtuhan di dasar atau pada dataran rumput laut. Sangat aktif, menggunakan kakinya yang sempit dan operkulum yang kuat dalam pergerakan dan sebagai senjata dalam pertahanan. Umumnya herbovira, mencari alga, atau menelan pasir dan detritus untuk mencerna serasah dari tumbuhan. Jenis kelamin terpisah. Jantan seringkali lebih kecil dari betina. Fertilisasi internal. Banyak telurnya, diletakkan berkelompok dan menetas sebagai larva planktonik. Strombidae umumnya dikumpulkan sebagai makanan pada suatu daerah dan menjadi kepentingan ekonomi secara lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Strombus mutabilis (Swainson, 1821)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Panjang cangkang maksimum 4 cm, biasanya hanya sampai 3,5 cm. Melimpah pada pasiran dan reruntuhan dasar dari karang dan batu karang, baik di daerah terbuka atau daerah tertutup dan di air yang jernih sampai keruh. Lebih umum ditemukan di bawah tanda gelombang terendah. Daerah intertidal dan sublitoral sampai pada kedalaman 20 meter. Cangkang digunakan pada pembuatan ukiran kerang-kerangan. Sering ditemukan di pasar dari Filipina utara. Tersebar pada Pasifik Indo Barat, dari Afrika Timur, termasuk Madagaskar dan Laut Merah, sampai ke Timur Polynesia; Utara sampai Jepang, dan selatan sampai New South Wales bagian tengah dan Pulau Lord Howe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Veneridae&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cangkang umumnya padat, katubnya sama atau sebagian katubnya serupa, agak membulat atau berbentuk telur sampai agak segitiga pada garis luar dan biasanya tidak ada celah yang membuka. Tidak equilateral, umumnya dengan penampilan menarik, prosoggrate umbones terletak pada atau didepan garis tengah cangkang. Lunule dan/ atau escutcheon biasanya ada. Ukiran pada cangkang konsentris atau dengan komponen radial. Periostracum setiap saat nampak. Ligamen luar, dibelakang umbones, kadang masuk ke alur yang dalam. Hinge atau engselnya ada tiga yang biasanya radial, terdapat gigi kardial pada setiap katub (satu atau lebih membentuk semacam alur) gigi lateral anterior kadang ada. Bagian dalam cangkang porcelaneus. Dua bekas dari otot adductor tidak sama, posterior agak sedikit besar. Sinus pallial biasanya ada. Bibir dalam halus sampai dentikulat. Insang bertipe eulamellibranchiate, dengan lembar branchial yang melipat; bagian luar demibranch lebih  kecil dari bagian dalam, melebardan hampir rata diatas axis. Kaki besar namun agak pendek berbentuk hatchet, jarang byssate pada dewasa mantel terbuka lebar secara ventral. Siphons pendek sampai panjang, telanjang, dengan tentakel sederhana ada ujung nya dan di dalam pintu atau bukaan udara untuk menangkap partikel yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggali yang aktif pada berbagai macam dasar yang halus, kadang terdapat pula batu yang retak atau pada pesisir. Umumnya para intertidal rendah sampai kedaerah suptidal yang dalam terutama pada area dimana sisa bahan organik ada pada konsentrasi yang tinggi. Pemakan suspensi penyaring alga planktonik dan bahan organik dari air .jenis kelamin umumnya terpisah.telurnya banyak sekali, menghasilkan larva pelagis yang berenang bebas. Pada area banyak sekali spesies veneridae yang dikumpulkakn sebagai makanan atau dijadikan umpan, kadang dalam jumlah banyak. Beberapa merupakan spesies komersial dan dibudidayakan secara luas untuk mempertahankan permintaan yang tinggi untuk mengurangi dampak dari eksploitasi yang berlebihan dan polusi yang meningkat pada daerah pesisir. Panjang maksimum cangkang  4,5 cm,biasanya  sampai 3,5 cm. Ditemukan dibawah pasir, daerah pasang surut dan daerah sublitoral, sampai kedalaman 20 mete. Sering kali ditemukan di pasar lokal dari filipina tengah dan utara, bersama-sama dengan spesies veneridae yang lain. Tersebar luas di daerah Pasifik Indo- Barat dari afrika timur sampai ke Polynesia timur, utara sampai Jepang dan Cina Selatan, dan selatan sampai Queensland dan New Caledania tengah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pitar pellucidus (Lamark, 1818)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang maksimum cangkang 4,5 cm, biasanya sampai 3,5 cm. Ditemukan di bawah pasir daerah pasang surut dan daerah dangkal sublitoral, sampai dengan kedalaman 20 meter. Seringkali ditemukan di pasar lokal Filipina tengah dan Utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cypraeidae &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cangkang cukup kuat, ujung mengecil dan membujur, apex pendek, dan menyembunyi dibawah apertur tubuh pada dewasa. Permukaan sangat mengkilap, halus dan biasanya pola warnanya terang, dengan alur yang sedikit pada garis tengah dari  sisi dorsal. Tidak ada periostracum. Sisi ventral cukup rata. Apertur panjang dan menyempit, melebar hampir sama dengan panjang cangkang, kedua sisi memiliki alur  membujur yang dangkal pada ujung depan tidak memiliki operkulum. Mantel sangat besar, dengan dua kuping memanjang alur dorsal. Lapisan kuping sering berwarna cerah dan dengan semacam jari atau cabang sensory yang kecil dan banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya berasosiasi dengan terumbu karang. Mencari makan pada malam hari, mencari alga dan spon atau binatang kecil  yang tumbuh pada batu karang. Jenis kelamin terpisah, fentilasi internal,. Telur diletakkan pada bentuk kapsul dan melekat pada substat  oleh batangan pendek dan berkumpul bersama dalam kluster. Setelah setelah meletakkan telur, betina menutupi telur dengan kakinya sampai mereka menetas sebagai larva yang berenang bebas atau sebagai perayap yang masih muda. Cangkang juvenil berbeda dengan yang dewasa, tipis dan melambangkan bentuk kulit dari buah olive, dengan apex yang ujungnya memfokus, apertur yang lebar dan tajam dan bibir luar tidak bergerigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ranellidae-Triton shells&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ujung cangkang mengecil tebal dan padat, dengan apex meninggi dan ukiran yang kuat yang terdiri dari nodules, bentuk spiral dan aksial variaces. Periostracum berkembang baik dan berserabut hingga berambut. Apertur dengan siphonal pendek hingga panjang secara anterior. Bibir luar yang menonjol agak tebal, sering dentikulate di dalam. Bibir dalam biasanya berombak dan dengan collumelar callus. Operkulumnya tebal dan corneous, bulat sampai trigonal. Kepala cukup kuat, tentakel filiform berhubungan dengan mata pada dasar luar. Memiliki kaki yang pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Predator yang aktif, tinggal pada pasir dan dasar berbatu dari zona intertidal sampai kedalaman beberapa ribu meter. Ranellidae mempunyai jenis makanan yang bermacam-macam termasuk moluska (bivalvia dan gastropoda), echinodermata (bintang laut dan urchius laut) atau ascidians, tergantung pada spesies. Mangsa mulanya dilumpuhkan dengan sekresi ludah asam, kemudian dimakan. Jenis kelamin terpisah, fertilisasi internal. Telur diletakkan pada substrat dalam capsul yang besar dan berkumpul menjadi satu bagian. Fase larva planktonik kadang lama, karena berbagai macam distribusi geografis dari spesies. Ketika waktu lampau spesies tertentu dari Ranellidae telah di pancing dibeberapa daerah di dunia, untuk cangkangnya yang indah dan dagingya yang dapat dimakan. Cangkang besar dari genus Charonia biasanya secara tradisional digunakan sebagai terompet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Trochidae&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cangkang bentuknya piramid, konikal sampai globose, dan bentuknya cukup besar, bulat sampai dasarnya cukup rata. Umbilicus lebih atau kurang sempit sampai menutup, kadang dengan calloused plug. Permukaan luar halus atau berbentuk secara aksial dan spiral, dengan beads, nodules, dan tutubercules. Periostrcum kadang menyolok. Apertur bulat sampai persegi, tanpa siphonal canal, di dalam nacreous. Collumela dan batas dari bibir luar umumnya tidak ada pada bidang yang sama. Operkulum corneous, hampir melingkar, dengan banyak lilitan dan sebuah nukleus di tengah. Kepala kuat dan pendek, sepasang konikal, kadang papillate tentakel ada. Kaki cukup kecil, sering ada alur, dengan bibir daging yang tebal pada sisi yang berhubungan dengan sensitif tentakel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup pada daerah litoral dan sublitoral yang dangkal, ada pada jumlah yang besar pada substrat yang keras seperti pesisir berbatu atau terumbu karang. Bagaimanapun ada spesies yang juga tinggal sepanjang rumput laut atau permukaan air yang dalam dan berpasir dan berlumpur. Binatang yang bergerak lambat, mencari detritus dan alga dan kadang menyaring makanan (genus umbonium). Jenis kelamin terpisah, fertilisasi eksternal, telur diletakkan satu per satu di air laut dan menetas sebagai larva planktonik yang berenang bebas atau telur menetas sebagai juvenil yang merayap. Umumnya spesies Trochidae secara tradisional digunakan sebagai makanan. Cangkang juga digunakan dalam industri kerajinan kerang-kerangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Umbonium costatum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Panjang cangkang maksimum 3,5 cm, namun umumnya 2,5 cm. Pada dasar yang berpasir dari pantai terbuka. Ditemukan pada daerah gelombang terendah dan zona sublitoral yang dangkal sampai kedalaman sekitar 20 meter. Dikumpulkan sebagai makanan di Jepang dan Filipina. Terbatas pada daerah Pasifik Barat dari Jepang, Korea Taiwan sampai Filipina.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-3816694753778218258?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/3816694753778218258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/jenis-jenis-moluska-di-perairan-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3816694753778218258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3816694753778218258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/jenis-jenis-moluska-di-perairan-laut.html' title='Ciri-ciri dari Beberapa Spesies Moluska di Perairan Laut'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-7842262477627166499</id><published>2008-11-01T23:42:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:55:09.162-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Benthos'/><title type='text'>Clonorchis sinensis dan Diphyllobothrium latum - Cacing Parasit</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Clonorchis sinensis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Telur dari Clonorchis sinensis memiliki miracidium yang berkembang ke bentuk dewasa, mengapung di permukaan air sampai akhirnya termakan oleh siput. Setelah masuk didalam tubuh siput, miracidium menetas dari telurnya dan secara parasit tumbuh dalam siput. Miracidium berkembang menjadi sporocyst yang kemudian membentuk redia melalui reproduksi aseksual. Redia sendiri kemudian membentuk cercaria yang berenang bebas melalui reproduksi aseksual. Sistim reproduksi aseksual ini menigkatkan jumlah cercaria secara eksponensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat  redia menjadi dewasa dalam tubuh dari siput, mereka secara aktif mengali keluar tubuh siput sehingga dapat keluar di lingkungan air tawar. Daripada menunggu termakan oleh inang (seperti pada tahap telur) mereka justru mencari ikan. Mereka menggali masuk ke dalam tubuh ikan sehingga menjadi parasit pada inang barunya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berada pada daging ikan, cercaria membuat kapsul pelindung untuk melindungi tubuhnya. Kapsul pelindung ini sangat bermanfaat ketika daging ikan dimakan oleh manusia.  Kapsul penghadang asam membantu metacercaria terhindar dicerna oleh asam lambung pada manusia, dan metacercaria masuk kedalam usus tanpa perlawanan. Setelah mencapai usus kecil, metacercaria berpindah ke hati manusia, yang menjadikannya habitat terakhir. Parasit ini tidak hanya menetap pada hati manusia saja, namun ada yang terdapat pada saluran empedu untuk memakan empedu. Pada hati manusia Clonorchis dewasa mencapai tahap dari reproduksi seksualnya. Hermaprodit yang telah dewasa menghasilkan telur 1-30 detik, mengakibatkan jumlah peningkatan secara cepat pada hati yang ditempatinya. Telur kemudian dilepaskan lewat kotoran meninggalkan tubuh inang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Diphyllobothrium latum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cacing-pita ikan yang lebar ini ditemukan pada manusia dan ikan pemakan mamalia di bagian Eropa utara, Jepang dan sebagian di Asia, dan di America Utara. Cacing-pita ikan biasanya hidup di air dari belahan bumi utara, menjangkiti manusia dan mamalia lain yang memakan ikan, terutama beruang dan anjing. Telur yang dibuahi dikeluarkan dari tubuh inang lewat tinja. Di media air mereka berkembang menjadi larva yang berbulu dan dimakan oleh krustacea kecil, yang mana, selanjutnya dimakan oleh ikan. Didalam ikan larva cacing-pita membentuk capsul yang terlindung di jaringan otot. Ketika ikan dimakan oleh mamalia, larva akan mencapai usus mamalia dan berkembang menjadi dewasa lalu menghasilkan banyak telur.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-7842262477627166499?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/7842262477627166499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/jenis-jenis-cacing-parasit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7842262477627166499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7842262477627166499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/jenis-jenis-cacing-parasit.html' title='Clonorchis sinensis dan Diphyllobothrium latum - Cacing Parasit'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-1595760902368336210</id><published>2008-11-01T23:34:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:55:33.238-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Osenografi'/><title type='text'>Parameter Oseanografi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temperatur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Temperatur di lautan mempunyai peran yang penting bagi kehidupan organisme, karena dapat mempengaruhi baik aktivitas metabolisme maupun perkembangbiakan dari organisme-organisme. Suhu yang berada didekat pantai biasanya sedikit lebih tinggi dari pada lepas pantai.  Laut tropik memiliki massa air permukaan hangat yang disebabkan oleh adanya pemanasan yang terjadi secara terus-menerus sepanjang tahun.&lt;br /&gt;Temperatur di pengaruhi oleh radiasi matahari, posisi matahari, letak geografis, kondisi awan dan interaksi antara air dan udara (proses penguapan, hantaran radiasi panas, presipitasi dan hembusan angin). Presipitasi dapat menurunkan suhu permukaan laut sedangkan evaporasi dapat meningkatkan suhu permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu perairan yang distribusi temperaturnya secara vertikal akan menurunkan eksponensial ke bawah. Lapisan homogen di perairan cenderung disebabkan oleh angin  ynag bertiup sehingga menimbulkan gerakan turbulen pada lapisan atas. Umumnya lapisan ini ditemukan pada kedalaman 50-200 m.&lt;span class="fullpost"&gt; Pada kedalaman dibawah lapisan homogen, terjadi penurunan temperatur yang drastis dengan bertambahnya kedalaman, dimana daerah ini disebut daerah termoklin. Lapisan di bawah termoklin memiliki kondisi yang hampir homogen dimana suhu berkurang secara perlahan-lahan ke arah dasar perairan. Pengukuran suhu permukaan biasanya digunakan termometer air raksa. Sedangkan untuk pengukuran temperatur pada kedalaman tertentu dapat menggunakan bathythermograph atau CTD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Salinitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salinitas adalah jumlah total material yang terkandung dalam 1 liter air laut ketika seluruh karbonat telah dikonversi menjadi oksida, brom dan iodium, diganti dengan khlor, dan seluruh material organik dioksidasi sempurna.&lt;br /&gt;Air laut terlarut bermacam-macam garam, dan yang paling utama adalah garam natrium klorida. Selain itu ada juga unsur-unsur lain seperti sulfat, magnesium, kalsium, kalium, bikarbonat, bromida, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perairan pantai yang dipengaruhi oleh aliran sungai biasanya salinitas akan menurun. Sebaliknya di daerah yang penguapannya kuat, salinitas akan meningkat. Selain itu pola sirkulasi air berperan dalam penyebaran salinitas. Pada perairan dengan tingkat curah hujan yang tinggi akan memiliki salinitas yang rendah.&lt;br /&gt;Secara vertikal nilai salinitas air laut akan menngkat dengan bertambahnya kedalaman. Di perairan laut lepas angin sangat menentukan penyebaran salinitas secara vertikal. Pengadukan di dalam lapisan permukaan memungkinkan salinitas menjadi homogen. Terjadinya upwelling dapat menyebabkan nilai salinitas meningkat di perairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat yang populer untuk mengukur salinitas dengan ketelitian tinggi ialah salinometer yang bekerja oleh daya hantar listrik. Selain itu ada juga alat STD yang diturunkan kedalam laut dapat membuat kurva salinitas dan suhu terhadap kedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Densitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Distribusi densitas dalam perairan dapat dilihat melalui stratifikasi densitas secara vertikal dalam kolom perairan dan perbedaan secara horizontal yang disebabkan oleh arus. Distribusi densitas berhubungan dengan karakter arus dan daya tenggelam suatu massa air yang berdensitas tinggi pada lapisan permukaan pada kedalaman tertentu. Densitas air laut tergantung pada suhu dan salinitas serta semua proses yang mengakibatkan berubahnya suhu dan salinitas.  Densitas permukaan laut berkurang apabila ada pemanasan, presipitasi, dan aliran sungai, serta dapat meningkat jika terjadi evaporasi dan menurunnya suhu permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecerahan  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecerahan air laut dipengaruhi oleh substensi material organik dan anorganik yang larut didalamnya, dan organisme renik seperti plankton. Air yang terkontaminasi oleh berbagai jenis material akan berubah warna sehingga menjadi keruh. Selain itu sudut datang cahaya matahari juga mempengaruhi cahaya yang menembus kedalam air laut. Dimana pada saat pagi atau sore cahaya yang melewati permukaan matahari sebagian akan menembus kedalam laut dan sebagian lagi akan dipantulkan. Namun ketika sudut datang cahaya adalah 90 derajat atau pada saat jam 12 siang maka seluruh cahaya akan masuk kedalam laut. Kecerahan juga dipengaruhi oleh adanya awan yang dapat menhalangi sinar matahari menebus ke dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Arus adalah pergerakan massa air yang disebabkan oleh angin, perbedaan densitas air laut, atau oleh pasang surut. Angin adalah faktor yang paling bervariasi dalam mengakibatkan arus pada suatu daerah. Faktor-faktor pembangkit arus permukaan adalah bentuk topografi dasar lautan dan pulau-pulau yang ada disekitarnya selain itu arus dapat disebabkan oleh gaya Coriolis yang timbul sebagai akibat perputaran bumi pada porosnya. Gaya Coriolis akan mengalami perubahan yang kompleks sesuai dengan bertambahnya kedalaman suatu perairan dimana kecepatan arus akan berkurang sehingga membentuk Spiral Ekman.Beberapa contoh arus elementer :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Arus Euler adalah gerakan massa air yang timbul akibat adanya perubahan permukaan laut (lokal) dalam waktu yang singkat.&lt;br /&gt;2. Arus Gradien adalah lurus yang diisebabkan karna adanya kemiringan bidang isobar dan bidang rata.&lt;br /&gt;3. Arus Antitropik adalah arus yang terdapat pada perairan dangkal atau perairan sempit dimana tekanan diimbangi oleh tekanan dasar.&lt;br /&gt;4. Arus Termohaline adalah arus yang timbul akibat perubahan suhu dan salinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pasut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pasang surut adalah naik turunnya ketinggian permukaan air laut yang terjadi karena ada gaya tarik menarik matahari dan bulann terhadap massa air di permukaan bumi. Posisi bulan dan matahari terhadap bumi selalu berubah-ubah, maka resolutan dari gaya tarik yang ditimbulkan juga berubah-ubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan ketinggian permukaan antara pasang tinggi dan pasang rendah dikenal sebagai tinggi pasang (tidal range). Sifat khas dari naik turunnya permukaan air ini terjadi dua kali setiap hari, sehingga terdapat dua periode pasang tinggi dan dua periode pasang rendah. Bentuk pasang semacam ini dinamakan sebagai Semi-diurnal tide. Tinggi pasang makin lama makin naik sejak terjadi dihari pertama yang kemudian akan mencapai tinggi maksimum pada hari keenam dan ketujuh. Kemudian akan turun lagi pada ketinggia minimum dihari yang keempat belas. Pasang yang mempunyai tinggi maksimum dikenal sebagai Spring Tide. Sedangkan yang mempunyai tinggi minimum dikenal sebagai Neap Tide. Biasanya terjadi dua siklus lengkap setiap bulan yang berhubungan dengan fase bulan. Spring tide terjadi pada waktu bulan baru (new moon) dan bulan penuh (full moon). Sedangkan Neap Tide terjadi pada waktu peremptan bulan pertama dan perempatan bulan ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasang surut dipengaruhi oleh revolusi bulan terhadap bumi, revolusi bumi terhadap matahari dan rotasi bumi pada porosnya. Walaupun ukuran matahari lebih besar daripada bulan namun daya tarik bulan lebih besar karena letak bulan lebih dekat ke bumi daripada matahari.&lt;br /&gt;Pasang surut dapat dikelompokkan kedalam 4 tipe yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasang berganda murni (semidiurnal tide). Tipe ini terjadi dua kali pasang naik dan dua kali surut dengan ketinggian yang sama dalam sehari.&lt;br /&gt;2. Pasang campuran dengan komponen pasang berganda dominan ditandai dengan dua kali pasang naik dan dua kali pasang surut dalam sehari, tetapi tingginya tidak sama.&lt;br /&gt;3. Pasang campuran dengan komponen tunggal yang dominan ditandai dengan terjadinya dua kali atau terkadang hanya sekali pasang naik dan surut, dengan perbedaan tinggi pasang yang sangat besar.&lt;br /&gt;4. Pasang tunggal murni (semidiurnal tide) yang hanya terjadi satu kali pasang naik dan satu kali surut dalam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gelombang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gelombang selalu menimbulkan gerakan ayunan air yang bergerak tanpa henti-hentinya pada lapisan permukaan laut dan jarang dalam keadaan sama sekali diam.  Gelombang di lautan dapat disebabkan oleh angin, pasut, tsunami dan oleh gerakan kapal. Gerakan gelombang sangat komplex dimana gerakan ini dapat dilihat oleh bentuk dari partikel-partikel air di lautan yang membentuk sebuah gerakan melingkar. Partikel-pertikel akan berkurang makin lama makin lambat sesuai dengan makin dalamnya suatu perairan, yang juga mengakibatkan bentuk lingkaran semakin lama menjadi semakin kecil. Partikel-partikel yang membentuk lingkaran tidak akan mencapai dasar perairan apabila kedalaman laut lebih dari 100 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orbit partikel air yang bergerak dari perairan dalam mnuju perairan dangkal akan berubah menjadi flat. Gelombang menjadi pelan, mengalami reduksi di panjang gelombang dan kecepatan dengan bertambahnya tinggi dan kecuraman. Tinggi gelombang akan naik sampai kira-kira mencapai 80 % dari kedalaman perairan. Bentuk ini kemudian menjadi tidak stabil dan akhirnya pecah, dan disering disertai dengan gerakan maju ke depan yang berkuatan sangat kuat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-1595760902368336210?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/1595760902368336210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/parameter-parameter-osenografi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1595760902368336210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/1595760902368336210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/parameter-parameter-osenografi.html' title='Parameter Oseanografi'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4784552602840508953</id><published>2008-11-01T23:15:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:55:27.795-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><title type='text'>Satelit NOAA-AVHRR</title><content type='html'>Satelit NOAA merupakan satelit lingkungan dan cuaca yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1970. Satelit ini biasanya dipakai dalam observasi meteorologi, hidrologi dan osenografi. Satelit NOAA berorbit polar dimana orbit satelit sejajar dengan bumi dan melintasi kutub utara dan kubub selatan. Satelit  NOAA mengitari bumi dengan mengikuti salah satu lintang dengan arah tetap pada ketinggian 833 kilometer sampai dengan 870 kilometer (Pitaloka, R., 2004). Karena adanya rotasi bumi maka terdapat dua arah lintasan. Arah lintasan yang menuju arah utara disebut ascend dan arah lintasan menuju arah selatan yang disebut descend. Satelit ini tiap hari mengorbit sebanyak 14.2 kali dan waktu tiap orbitnya adalah 102 menit. Pada tiap orbitnya satelit NOAA merekam daerah selebar 3000 x 3000 km. Sensor yang terdapat pada satelit NOA diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tiros Operational Vertikal Sounder (TOVS), untuk pengamatan profil (suhu dan kelembapan) atmosfer.&lt;br /&gt;2. Space Environmental Monitor (SEM), untuk deteksi proton matahari, partikel alpha, rapat flux electron dan energi total partikel pada ketinggian satelit.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Data Collecting and Location System (DCS), berfungsi sebagai pengumpul dan transmisi data cuaca global yang diterima oleh flatform di permukaan bumi.&lt;br /&gt;4. Search and Rescue Satellite Aided Tracking (SARSAT), untuk keperluan SAR.&lt;br /&gt;5. Advanced Very High Resolution Radiometer (AVHRR), untuk pengamatan lingkungan dan cuaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensor AVHRR yang mempunyai fungsi untuk membantu pengamatan lingkungan dan cuaca dapat memberikan informasi tentang suhu permukaan laut untuk melihat fenomena osenografi. Sensor ini dibuat oleh Aerospace Optical Division ITT-Fortwyne dan memiliki lima saluran (kanal) scanning radiometer dimana masing-masing saluran mempunyai panjang gelombang dan fungsi tertentu dalam penggunaannya (Maulana, F., 2004). Kesemuanya ditampilkan dalam citra yang sama, penggabungan panjang gelombang yang bermacam-macam setelah diproses melalui analisa multispektral.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4784552602840508953?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/4784552602840508953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/satelit-noaa-avhrr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4784552602840508953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4784552602840508953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/11/satelit-noaa-avhrr.html' title='Satelit NOAA-AVHRR'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-5712014311493750074</id><published>2008-10-30T16:42:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:55:56.604-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengcemaran dan Pengolahan Limbah'/><title type='text'>Pencemaran di Sungai Kapuas</title><content type='html'>Sungai Kapuas merupakan sungai yang berada di Kalimantan Barat. Sungai ini merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang total 1.143 km. Sungai ini merupakan rumah dari lebih 300 jenis ikan. Belakangan ini sungai ini tercemar berat, akibat aktivitas penambangan emas di sungai ini. Walaupun telah mengalami pencemaran Sungai Kapuas tetap menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat di sepanjang aliran sungai ini. Sungai ini merupakan sumber matapencaharian untuk menambah penghasilan keluarga dengan menjadi penangkap ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran merkuri di Sungai Kapuas (Kalimantan Barat) sudah sangat tinggi. Kandungan merkuri (Hg) mencapai 0,2 ppb (parts per billion) dua kali lipat di atas ambang batas normal.Berkaitan dengan itu, semua unsur pemerintah daerah (Pemda) di Kalimantan Barat (Kalbar) didesak agar lebih serius menanggulangi pencemaran Sungai Kapuas. Jika aktivitas yang memungkinkan terjadinya pencemaran terus dibiarkan, maka akan mengancam kelangsungan hidup manusia dan sumber daya sungai itu sendiri. Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memprediksi setidaknya 2,279 kilogram zat merkuri dibuang ke Sungai Kapuas dalam rangkaian praktik penambangan emas tanpa izin yang dilakukan 1.480 kelompok masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mercuri umumnya berasal dari penambangan emas, baik secara legal maupun ilegal. Ini digunakan penambang guna membersihkan endapan aluvial untuk mendapatkan emas. Akan tetapi, tanpa disadari bahwa merkuri tersebut mengalir ke sungai terdekat, lalu dialirkan menuju Sungai Kapuas. PDAM yang memanfaatkan air di sungai ini  sudah mengandung merkuri. Jika tetap dipaksakan untuk dikomsumsi masyarakat, maka sangat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang berakibat pada kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudahnya merkuri dijual di pasaran Kalbar, baik dalam kemasan kantung maupun botol plastik, turut berdampak mencemari Sungai Kapuas. Harga senyawa yang dipakai untuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin ini pun amat terjangkau bila dibandingkan dengan harga emas yang melangit. Merkuri dijual seharga Rp 25 ribu per gram. Bapedalda Provinsi Kalbar pun belum diketahui nama perusahaan yang mengelola distribusi merkuri di Kalbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, pencemaran di Sungai ini juga disebabkan karena aktivitas manusia. Perumahan penduduk yang sangat berdekatan dengan sungai mengakibatkan sungai menjadi sasaran pembuangan limbah. Hal ini dikarenakan rendahnya kesadaran masyarakat. Masalah pencemaran air selama ini amat terkait dengan masalah produksi air minum PDAM untuk di konsumsi oleh masyarakat kota dan sekitarnya. Pencemaran Sungai Kapuas berarti ancaman terhadap kualitas air minum penduduk yang selanjutnya merupakan ancaman bagi keberhasilan pembangunan jangka panjang. Sampai hari ini belum terlihat upaya serius dari seluruh jajaran pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Akibat dari pencemaran tersebut akan berdampak pada lingkungan serta manusia, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Keanekaragaman hayati kehidupan di sungai menurun akibat pencemaran merkuri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terjadi akumulasi (penumpukan) merkuri dalam makhluk hidup di sekitar sungai. yang tidak tercemar limbah tambang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fitoplankton merupakan basis rantai makanan sehingga apapun yang mencemari mereka akan masuk dan berdampak ke seluruh rantai makanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kadar merkuri  sangat beresiko bagi penduduk setempat maupun penduduk luar yang memanfaatkan air dari sungai Kapuas. Kesehatan penduduk akan terganggu dan menimbulkan efek kronis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air menjadi berbusa dan  dan menimbulkan bau tidak sedap sehingga menggangu kenyamanan penduduk yang tinggal di sekitarnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air tidak layak dikonsumsi karena dapat menimbulkan efek racun dalam tubuh serta dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikan menjadi sakit dan mati karena tidak dapat hidup di kali yang tercemar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurunnya produktivitas di perairan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Untuk itu diperlukan upaya pengelolaan yang terdiri dari:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perlu penegakan hukum yang  seberat-beratnya terhadap mereka yang  menjual merkuri secara ilegal serta yang memanfaatkan merkuri untuk mencari emas di sekitar sungai sehingga pada akhirnya dapat memberikan pembelajaran dan menghasilkan efek jerah agar tidak terulang kembali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlu dilakukan pemantauan kualitas air di sepanjang badan sungai oleh pemerintah dan instansi  lingkungan hidup untuk terus memantau kandungan merkuri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyarankan agar masyarakat tidak mengkonsumsi air maupun ikan pada lokasi badan air yang telah tercemar berat oleh merkuri melalui sosialisasi serta menyediakan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembuatan kolam atau bak pengolahan limbah cair dengan teknologi yang ramah lingkungan bagi industri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dilakukan usaha preventif, misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan disembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan-peraturan yang diterapkan di lingkungan masing-masing secara konsekuen. Sampah-sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masyarakat di sekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai agar sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tempat mandi-cuci-kakus (MCK). Perubahan perilaku masyarakat melalui sosialisasi serta kegiatan serta program yang positif untuk memberikan kesan ke masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam kali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemerintah perlu bertindak cepat dan tidak lamban dalam menangani kasus pencemaran yang terjadi di sungai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghimbau agar PDAM tidak memanfaatkan air yang ada di kali tersebut karena akan berdampak pada kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-5712014311493750074?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/5712014311493750074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/pencemaran-di-sungai-kapuas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5712014311493750074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5712014311493750074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/pencemaran-di-sungai-kapuas.html' title='Pencemaran di Sungai Kapuas'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8326510859997929657</id><published>2008-10-30T16:35:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:55:53.453-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat Pesisir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Pesisir'/><title type='text'>Gambaran Umum Kepulauan Kofiau di Raja Ampat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Gambaran Umum Kepulauan Kofiau&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepulauan Kofiau adalah serangkaian pulau-pulau yang membentuk satu kesatuan geografis yang terdiri dari 43 pulau besar dan kecil, termasuk pulau Besar (Sup Baken) dan gugusan Reuw (Pulau Boo). Kepulauan Kofiau terletak antara 129017,9’ – 129058,4’ Bujur Timur dan 1009’-1017’ Lintang Selatan (Laporan TNC, 2007). Terdapat 3 pulau yang merupakan lokasi pemukiman penduduk yaitu Deer, Dibalal dan Tolobi. Nama pulau-pulau ini sesuai dengan nama kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugusan Kepulauan Kofiau terletak di sebelah Selatan Kabupaten Raja Ampat dan merupakan gugus kepulauan yang terpisah dari pulau-pulau lainnya. Total luas daratan Kofiau adalah 22.554 hektar, sedangkan luas laut dan selat adalah 83.691 hektar, dengan demikian total luas Kepulauan Kofiau adalah 106.245 hektar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Kependudukan dan Bahasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nama Kofiau berasal dari kata “Kopia” karena konon Raja Jailolo pernah melupakan kopiahnya di suatu tempat persingahannya di Pulau Kofiau Besar. Penduduk Kofiau adalah orang-orang Beser (Betew) yang menurut sejarah kependudukan Kofia adalah kesatuan masyarakat Beser yang mendiami wilayah Waigeo Selatan, kemudian pindah ke Kofiau pada akhir abad ke 19 dan menetap di kepulauan tersebut. Bahasa yang mereka gunakan sehari-hari adalah bahasa Biak, namun menggunakan dialek Beser (Betew).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Mata Pencaharian Penduduk&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mata pecaharian pokok penduduk Kofiau adalah bercocok tanam dan berkebun. Masyarakat setempat juga menangkap ikan, berburu, menyelam lola, teripang serta mengumpukan hasil hutan. Umumnya hasil mata pencaharian dikonsumsi sendiri., dan Bbila ada kelebihannya mereka bagikan kepada tetangga maupun kerabat. Sering kali mereka menukar barang sesuai dengan kebutuhan atau disebut barter. Sistem barter sudah lama dikenal luas di kalangan masyarakat Kofiau. Makanan pokok penduduk Kofiau adalah sagu, namun saat ini beras telah menjadi makanan utama mereka. Jenis tanaman produksi yang merupakan tanaman rakyat ialah kelapa. Hasil olahan kelapa berupa kopra dijual kepada pedagang antar pulau maupun dijual ke Sorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hasil laut, masyarakat Kofiau menjualnya kepada para pengumpul maupun pedagang di kampungnya. Para pendagang kemudian menjual hasil laut ke Sorong untuk memperoleh keuntungan lebih besar. Hasil laut yang diperoleh dan banyak dijual selama ini adalah teripang, ikan asin, ikan kakap merah dan ikan kerapu hidup.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8326510859997929657?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8326510859997929657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/kepulauan-kofiau-di-raja-ampat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8326510859997929657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8326510859997929657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/kepulauan-kofiau-di-raja-ampat.html' title='Gambaran Umum Kepulauan Kofiau di Raja Ampat'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-7525247564327775234</id><published>2008-10-30T16:27:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:58:33.953-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi Laut'/><title type='text'>Definisi dan Tujuan Sasi Laut</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa itu sasi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sasi merupakan suatu larangan untuk mengambil sumberdaya tertentu dari suatu lokasi dalam batas jangka waktu yang sudah ditetapkan (Wahyono et al, 2000). Di Indonesia, sasi sudah diterapkan sejak abad ke 17 yang memiliki arti penting dalam pengembangan masyarakat dan kelestarian ekologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasi merupakan suatu metode konservasi tradisional yang dikelola oleh masyarakat di suatu daerah dan hasilnya untuk masyarakat itu sendiri. Sasi merupakan kesinambungan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang dalam bentuk peraturan, tingkah laku, kepercayaan, dan pengalaman sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem sasi pertama kali dibuat dan dikembangkan oleh masyarakat yang berasal dari kepulauan Maluku (Panjaitan, 2007). Kearifan lokal ini sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka yang diturunkan secara turun temurun. Sistem ini kemudian diadopsi oleh masyarakat di daerah lain dalam pengelolaan sumberdaya sehingga tetap lestari.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan habitatnya, sasi dibagi menjadi dua yaitu sasi darat dan sasi laut. Sasi darat menurut komoditas yang disasikan misalnya seperti kelapa, cengkeh, sirih, pinang, dan lain sebagainya. Sedangkan sasi laut menurut komoditas yang disasikan dapat berupa teripang, udang, bia, lola, dan dan lain-lain (Panjaitan, 2007). Sasi darat pertama kali dibuat dan kemudian dikembangkannya sasi laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem tradisional ini yang sangat efektif dalam pengelolaan sumberdaya yang rasional serta adil dalam mensejahterakan penduduk walaupun hanya dalam skala kecil (Tapilatu, 2003). Sasi termasuk dalam upaya konservasi sumberdaya yang dilakukan oleh masyarakat disuatu tempat yang berfungsi untuk mengatur pengambilan sumberdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Sasi Laut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tujuan diadakannya sasi laut pada dasarnya adalah untuk meningkatkan sumberdaya yang disasi dan memberikan kesempatan regenerasi bagi sumberdaya dengan cara menjaga sumberdaya alam tersebut. Tujuan ini berkaitan dengan pengadaan kembali, pemeliharaan, serta pengelolaan untuk mencapai suatu target yang diharapkan.  Tujuan dari sasi merupakan suatu kesepakatan bersama dari semua unsur masyarakat. Beberapa tujuan dari sasi itu sendiri diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;- menginginkan pembagian hasil laut yang merata&lt;br /&gt;- mencegah eksploitasi sumberdaya perikanan yang berlebihan&lt;br /&gt;- mengatur penggunaan alat tangkap untuk pengambilan hasil laut,&lt;br /&gt;- mengatur musim tangkap dan batas waktu pengambilan sumberdaya,&lt;br /&gt;- membangun rasa kekeluargaan di kalangan masyarakat,&lt;br /&gt;- melestarikan nilai-nilai subsisten maupun ekonomi dari wilayah perairan,&lt;br /&gt;- pemanfaatan yang lestari dan berkelanjutan (sustainable).&lt;p&gt;Menurut Zerner (1992) sasi memberikan kesempatan yang sama kepada komunitas lokal dalam melakukan kegiatan perikanan di wilayah pesisir. Selain itu sasi menjamin efektifitas pengelolaan sumberdaya perikanan di wilayah perairan pesisir secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-7525247564327775234?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/7525247564327775234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/seputar-sasi-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7525247564327775234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7525247564327775234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/seputar-sasi-laut.html' title='Definisi dan Tujuan Sasi Laut'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-7515183989474638584</id><published>2008-10-30T16:24:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T19:01:08.453-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inderaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Pemanfaatan Citra Satelit Modis Untuk Penangkapan Ikan Pelagis di Perairan</title><content type='html'>Menurut Komnas Pengkajian Sumberdaya Perikanan Laut (Komnas Kajiskanlaut, 1998), potensi sumberdaya ikan laut di seluruh perairan Indonesia, diduga sebesar 6,26 juta ton per tahun, sementara produksi tahunan ikan laut Indonesia pada tahun 1997 mencapai 3,68 juta ton. Ini berarti tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan laut Indonesia baru mencapai 58,80%. Di beberapa wilayah perairan masih terbuka peluang besar untuk pengembangan pemanfaatannya, sedangkan di beberapa wilayah lain telah mencapai kondisi padat tangkap atau overfishing. Belum tersedianya data dan informasi mengenai potensi sumberdaya perikanan wilayah Indonesia merupakan salah satu penyebabnya (Prayogo T., 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan ikan pada suatu perairan berhubungan dengan parameter-parameter osenografi di perairan seperti suhu, salinitas, arus, dan kelimpahan fitoplankton atau sumber makanan. Informasi mengenai parameter-parameter osenografi sangat dibutuhkan untuk pengelolaan sumberdaya ikan secara optimum dan lestari. Informasi ini dapat diperoleh secara insitu (pengukuran di lapangan).&lt;span class="fullpost"&gt; Tetapi ada cara lain yang lebih efisien yaitu menggunakan teknologi penginderaan jauh, karena tidak menghabiskan biaya yang banyak, tenaga dan tidak memakan waktu yang lama untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan (Semedi, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi penginderaan jauh sampai saat ini telah berkembang sangat pesat. Perkembangan tersebut memungkinkan teknologi penginderaan jauh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ada berbagai macam aplikasi teknologi penginderaan jauh, salah satunya adalah pemanfaatan data citra satelit untuk menentukan zona tangkapan ikan (Wikantika K., 2008). Penggunaan teknologi penginderaan jauh (Inderaja) khususnya satelit dipadu dengan data cuaca, data oseanografi khususnya kesuburan perairan dan tingkah laku ikan, didukung dengan metode pengolahan dan analisis yang teruji akurasinya, merupakan salah satu alternatif yang sangat tepat dalam mempercepat penyediaan informasi zona potensi ikan harian untuk keperluan peningkatan hasil tangkapan ikan (Yasmin B., 2004). Dengan mengetahui daerah potensi penangkapan ikan secara dini, para nelayan dapat lebih mengefektifkan masa operasi penangkapan, efisiensi biaya dan peningkatan hasil tangkapan atau produksi ikan mereka. Peningkatan hasil tangkapan secara kontinyu diharapkan akan dapat memberikan tambahan penghasilan dan pengembangan ekonomi bagi nelayan (Prayogo T., 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan zona tangkapan ikan salah satunya dapat dilakukan menggunakan data dari satelit MODIS. MODIS adalah salah satu instrument utama yang dibawa Earth Observing System (EOS) Terra satellite, yang merupakan bagian dari program antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA). Produk MODIS dapat dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan penelitian antara lain produk pengamatan vegetasi, radiasi permukaan bumi, tutupan lahan, dan daerah potensial penangkapan ikan. Data Satelit MODIS terdiri dari band dengan band 1-19 berada pada kisaran gelombang visible dan infra merah dekat, sedangkan band-band selebihnya berada pada kisaran gelombang thermal. Dengan banyak kanal yang dipunyai oleh data tersebut yang mencakup kanal dari satelit-satelit lainnya seperti NOAA, SeaWifs, Landsat dan sebagainya, maka dengan demikian data satelit MODIS dapat digunakan untuk menentukan atau mengukur parameter dari permukaan laut hingga ke atmosphere seperti mengukur suhu permukaan laut (SPL), konsentrasi klorofil-a, kandungan uap air dan lain sebagainya (Wikantika K., 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan zona tangkapan ikan didasarkan pada dua parameter utama yaitu suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a. Konsentrasi klorofil-a sangat menentukan besarnya produktivitas primer perairan. Menurut Prasati (2005), produktivitas primer di laut sangat menentukan produktivitas perairan secara umum dan dengan menggunakan penginderaan jauh dapat dikembangkan pendugaan produktivitas ikan yang sangat penting untuk proses penangkapan ikan. Suhu permukaan laut dan klorofil-a merupakan parameter oseonografi yang penting dalam menentukan kelimpaha dan distribusi organisme laut pelagis seperti cakalang dan tuna. Daerah yang memiliki potensi ikan yang cukup besar adalah daerah yang memiliki perbedaan suhu yang siginifikan yaitu lebih besar dari 0,5˚C dalam radius 3 kilometer dan memiliki kandungan klorofil yang cukup tinggi. Daerah yang memiliki suhu relatif lebih rendah dari daerah sekelilingnya disebut sebagai daerah upwelling. Fenomena upwelling ini disebabkan oleh adanya angin yang mendorong massa air dipermukaan, sehingga tercipta ruang kosong pada permukaan air laut. Ruang kosong tersebut kemudian diisi oleh massa air yang berada di bawahnya. Massa air yang naik ke atas, membawa unsur-unsur yang kaya akan zat hara, yang sangat dibutuhkan oleh fitoplankton (Wikantika K., 2008). Untuk menduga biomassa fitoplankton dapat dilakukan melalui pengukuran nilai konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut, karena proses dan laju fotosintesis dipengaruhi oleh suhu permukaan laut (Semedi, 2000).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-7515183989474638584?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/7515183989474638584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/pemanfaatan-citra-satelit-modis-untuk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7515183989474638584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7515183989474638584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/pemanfaatan-citra-satelit-modis-untuk.html' title='Pemanfaatan Citra Satelit Modis Untuk Penangkapan Ikan Pelagis di Perairan'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-202482985448930385</id><published>2008-10-30T16:21:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:59:12.782-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Benthos'/><title type='text'>Khasiat Teripang sebagai Obat</title><content type='html'>Indonesia merupakan salah satu penghasil teripang terbesar di dunia (Portal Nasional Republik Indonesia, 2006). Teripang merupakan komoditi perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang mengandung kadar protein yang tinggi (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2004). Permintaan ekspor teripang ke beberapa negara seperti Hongkong, Cina, Malaysia dan Singapura terus mengalami peningkatan karena diketahui teripang memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit serta memiliki kandungan protein dan nutrisinya yang sangat tinggi. Namun khususnya di Indonesia pengolahan teripang menjadi bahan pangan yang menyehatkan masih sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Teripang (Gamat, Sea Cucumber) sebagai antiseptik tradisional dan obat serbaguna untuk berbagai penyakit sudah dikenal sejak 500 tahun yang lalu pada masyarakat Pulau Langkawi, yaitu sebuah pulau kecil di Semenanjung Malaya (Malaysia). Di daerah ini teripang digunakan sebagai obat luka ringan, sakit sendi, radang, asma, paru-paru, tekanan darah tinggi, dan kencing manis.&lt;span class="fullpost"&gt; Selain itu sebagai sumber protein teripang mempercepat penyembuhan luka dalam setelah pembedahan, bersalin normal, dan caesar (Ahmadzr, 2006). Penelitian yang dilakukan di beberapa Universitas di Malaysia selama 8 tahun menunjukkan bahwa teripang dapat melancarkan peredaran darah, mencegah penyumbatan kolesterol pada pembuluh darah, melancarkan fungsi ginjal, meningkatkan kadar metabolisme, membantu arthritis, diabetes mellitus dan hipertensi serta mempercepat penyembuhan luka, baik luka luar maupun luka dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuannya dalam regenerasi sel menjadi alasan utama teripang dipakai untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Selain mampu meregenerasi sel teripang kaya akan nutrisi. Senyawa aktif terbanyak berupa antioksidan, yang dapat memperbaiki sel tubuh manusia (Ahmadzr, 2006). Teripang kaya akan grow factor sehingga dapat memperbaiki sel-sel yang rusak. Kandungan protein pada teripang mencapai 82% dan asam lemak essensial dapat merangsang mperkuat sel hati untuk mengeluarkan antibodi. Teripang mengandung 80% kolagen yang sangat penting sebagai pengikat jaringan untuk pertumbuhan tulang dan kulit. Kandungan senyawa lain pada teripang adalah mucopolusacharida (MPS) dan glycosaminoglycans (GAGs) yang berfungsi sebagai antithrombogenik untuk mencegah penggumpalan darah. Teripang juga didukung oleh kandungan eicosapentaenat (EPA) dan docosahexaenat (DHA) yang relatif tinggi yaitu masing-masing 25,69% dan 3,69%, serta asam lemak omega 3 yang dapat mengurangi resiko penyakit jantung serta rusaknya jaringan tubuh. Kandungan mineral pada teripang terdiri dari seng yang dapat mencegah penyakit prostat serta kromium yang dapat meningkatkan produksi insulin. Menurut penelitian Prof. Aleli Gana dan Dr. Florinia Merca dari Fakultas Kimia, University of the Philippines, Filipina, menemukan senyawa aktif bernama lektin sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker (Trubus, 2006). Senyawa lektin bersifat mitogenik atau sel berkembang biak cepat dan antimikroba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 11 asam amino pada teripang yaitu miristat, palmitat, palmitoleat, stearat, oleat, linoleat, arakhsidat, eicosapentaenat, behenat, erusat, dan docosahexaenat. Asam lemak itulah yang dapat mempercepat penyembuhan luka luar maupun dalam. Teripang jenis Holothuria atra, H. scabra, dan Bohadshia argus memiliki efek antibakteri. Ketiga anggota famili Holothuriidae itu juga terdapat di perairan Indonesia. Teripang Stichopus chloronotus memiliki kandungan asam lemak yang sangat tinggi. Selain itu teripang Stichopus hermanii yang lebih dikenal dengan teripang emas banyak dimanfaatkan  untuk diolah menjadi produk suplemen berupa jeli maupun kapsul, sampo, krim dan gel, pasta gigi, krim badan, serta minyak urut. Stichopus hermanii terbukti mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit karena kandungan senyawa penting di dalam tubuh teripang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-202482985448930385?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/202482985448930385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/khasiat-teripang-sebagai-obat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/202482985448930385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/202482985448930385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/khasiat-teripang-sebagai-obat.html' title='Khasiat Teripang sebagai Obat'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-4075594745522548993</id><published>2008-10-30T16:18:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:59:12.559-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alat Tangkap'/><title type='text'>Jaring Apung</title><content type='html'>Jaring apung (cage culture) adalah sistim budidaya dalam wadah beruba jaring yang mengapung dengan bantuan pelampung dan ditempatkan di perairan seperti danau, waduk, laguna, selat, dan teluk. Sistem tersebut dewasa ini lebih dikenal dengan keramba jaring apung (KJA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini terdiri dari beberapa komponen seperti rangka, kantong jaring, pelampung, jalan inspeksi, dan rumah jaga. Kantong jaring terbuat dari bahan polyethelene dan polyprophelene dengan berbagai ukuran mata jaring dan berbagai ukuran benang, berfungsi sebagai wadah untuk pemeliharaan dan treatment ikan. Pelampung terbuat dari drum plastik, drum besi bervolume 200 liter, styrofoam, atau gabus yang dibungkus dengan kain terpal yang berfungai untuk mempertahankan kantong jaring tetap mengapung di dekat permukaan air. Di filipina pelampung ini terbuat dari kumpulan bambu yang digabung menjadi satu. Jalan inspeksi terletak antara kantong jaring yang mempermudah operasional budidaya, terbuat dari papan, bambu atau kayu.&lt;span class="fullpost"&gt; Rumah jaga berfungsi sebagai tempat tinggal operator budidaya sistem ini dan juga sebagai gudang atau kantor, terbuat dari beban yang ringan supaya beban sistem tidak terlalu berat sehingga bisa menghemat penggunaan pelampung. Jangkar berfungsi untuk menambatkan sistem tetap pada posisi yang semula, terbuat dari beton atau batu atau patok kayu yang diikatkan ke rangka dengan menggunakan tambang jangkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem  ini ditempatkan di perairan dengan kedalaman  7-40m. Pada perairan dengan kedalaman &lt;7m,&gt;40 m. Sesungguhnya lebih baik, tetapi memberatkan dengan pembiayaan untuk investasi tambang jangkar.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-4075594745522548993?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/4075594745522548993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/jaring-apung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4075594745522548993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/4075594745522548993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/jaring-apung.html' title='Jaring Apung'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-2654425338545224927</id><published>2008-10-30T16:16:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:59:22.895-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><title type='text'>Struktur Kolam Air Tenang</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Kolam air tenang adalah wadah pemeliharaan ikan yang didalamnya terdapat air yang bersifat menggenang (stagnant). Air yang masuk ke dalam kolam ini hanya untuk mengganti air yang hilang akibat penguapan (evaporasi) atau rembesan (infiltrasi) sehingga tinggi permukaan air kolam dipertahankan tetap. Untuk kolam seluas 1.000 m2, debit air yang dibutuhkan untuk mempertahankan ketinggian air tetap konstan adalah 0,5-5 l/detik, tergantung pada kondisi pencahayaan matahari dan kolam. Kolam air tenang menggunakan perairan tawar sebagai sumber airnya, yaitu sungai, saluran irigasi, mata air, hujan, sumur, waduk, danau dan situ.&lt;br /&gt;Komponen kolam air tenang meliputi pematang kolam, dasar kolam, pintu air masuk (inlet), pintu air keluar (outlet), saluran pemasukkan air dan saluran pembuangan air. Pematang kolam dan dasar kolam berfungsi menahan massa air selama mungkin di dalam kolam sehingga ikan peliharaan dapat hidup, tumbuh dan berkembangbiak. Pematang dan dasar kolam terbuat dari beton atau dari tanah asal tempat kolam tersebut dibangun. &lt;span class="fullpost"&gt;Pembuatan kolam dilakuakan dengan menggali permukaan tanah  dan tanah bekas galian tersebut digunakan untuk membangun pematang. Pematang dibuat miring dengan kemiringannya tergantung pada jenis tanah. pada tanah yang memiliki tekstur halus, seperti tanah liat, dibuat pematang dengan kemiringan yang cukup curam. Sebaliknya untuk tanah dengan tekstur kasar seperti tanah berpasir, pamatang dibuat lebih landai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu air kolam berfungsi untuk memasukkan air dan mengeluarkan air dari kolam. Air yang dimasukkan adalah air segar dan kaya oksigen, sedangkan air yang dikeluarkan adalah air kotor di dasar kolam yang banyak mengandung ammonia, CO2, limbah metabolisme (metabolit) lainnya. Inlet kolam bisa terbuat dari pralon atau berbentuk saluran, sedangkan outlet kolam bisa terbuat dari pralon atau beton. Outlet kolam yang terbuat dari pralon disebut tempurung lutut atau pipa goyang. Pipa tersebut bisa digoyang miring-tegak sehingga menentukan tinggi air di dalam kolam. Outlet kolam yang terbuat dari beton, salah satunya disebut monik. Pengaturan tinggi air di kolam dilakukan dengan mengatur ketinggian susunan papan yang terdapat pada monic tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saluran pemasukan air berfungsi untuk mengalirkan air dari sumber air ke perkolaman, sedangkan saluran pembuangan berfungsi untuk menyalurkan air dari perkolaman keluar. Saluran pemasukkan dan pembuangan ada kalanya dikelompokkan menjadi saluran utama (primer), saluran sekunder, dan saluran tersier. Saluran pemasukkan primer berfungsi menyalurkan air dari sumber air (sungai, danau dan sebagainya) ke saluran pemasukkan sekunder. Saluran pemasukkan sekunder berfungsi menyalurkan air ke saluran pemasukan tersier dan saluran pemasukkan tersier menyalurkan air ke kolam-kolam. Hal sama juga untuk saluran pembuangan air. Pengelompokan tersebut biasanya dilakukan pada areal perkolaman yang luas sehingga dibutuhkan suplai air dalam jumlah yang banyak dan manajemen pembagian air yang lebih rumit.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-2654425338545224927?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/2654425338545224927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/kolam-air-tenang-dan-kolam-air-deras.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2654425338545224927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/2654425338545224927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/kolam-air-tenang-dan-kolam-air-deras.html' title='Struktur Kolam Air Tenang'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-969983005450094845</id><published>2008-10-30T16:11:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T18:59:42.415-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SIG'/><title type='text'>Definisi dan Kegunaan Buffering dalam SIG</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Definisi Buffering&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buffering merupakan salah satu analisis spatial yang sering digunakan dalam SIG. Buffer biasanya digunakan untuk mewakili suatu jangkauan pelayanan ataupun luasan yang diasumsikan dengan jarak tertentu untuk suatu kepentingan analisis spasial. Buffer dapat dilakukan untuk tipe feature polygon, polyline maupun point. Pembuatan buffer membutuhkan penentuan jarak dalam satuan yang terukur (meter atau kilometer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi bufer sering digunakan untuk membuat penyangga  dengan  suatu jarak tertentu pada feature titik, garis maupun polygon yang diseleksi. Hasil dari bufer ini dapat berupa garis atau feature polygon. Feature yang dipilih untuk dibufer dapat lebih dari satu layer dan dapat lebih dari satu tipe feature. Jika lebih dari satu feature di pilih untuk dibufer maka bufer yang terpisah akan dibentuk untuk setiap pilihan feature.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan dari metode ini diantaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mudah dilakukan pembuatan buffering berdasarkan feature yang diseleksi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan banyak manfaat dan kegunaan untuk berbagai aplikasi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proses buffering tidak membutuhkan waktu yang lama.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Kekurangan dari metode ini yaitu:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Buffering tidak dapat dilakukan untuk beberapa layer secara langsung, sehingga proses buffering dilakukan satu per satu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil dari beberapa buffering membutuhkan penyusunan atau pengaturan agar layer tidak tumpang tindih, dalam hal ini tidak terjadi secara otomatis.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Aplikasi Buffering dan Manfaatnya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam bidang kelautan dan perikanan metode ini dapat digunakan untuk menentukan daerah serta batas-batas perairan, seperti:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menentukan batas kewenangan kabupaten yaitu 3 mil dari garis pantai serta batas kewenangan propinsi yaitu 12 mil agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemanfaatan sumberdaya serta tidak menimbulkan konflik baik dalam masyarakat atau pemerintah terkait dengan pemanfaatan ganda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat zona inti, zona penyangga atau zona pemanfaatan berdasarkan suatu jarak untuk suatu kawasan Daerah Perlindungan Laut atau daerah konservasi. Dengan demikian masyarkat dapat mengetahui daerah yang diperuntukan untuk perlindungan dan pemanfaatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memprediksi daerah yang rawan banjir sehingga dapat segera mengevakuasi warga berada pada kawasan rawan banjir. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengetahui penyebaran bahan pencemar dari daerah pesisir atau bahan berbahaya dan beracun dengan mengestimasi jarak atau radius dari bahan pencemar yang telah tersebar di perairan. Sehingga dapat menghasilkan keputusan secara cepat dalam mencegah warga untuk tidak mengkonsumi ikan di daerah tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengestimasi luasan tumpahan minyak kapal tanker dengan suatu radius tertentu sehingga dapat diketahui daerah mana yang terkena tumpahan minyak. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan ekspansi sektor di suatu kawasan baik di pesisir dan laut sehingga tidak terjadi konflik pemanfaatan ruang ganda antara dua kepentingan yang berbeda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghitung luas kerusakan mangrove dengan misalnya mangrove ditebang pada radius 100 meter dari garis pantai yang ada dengan mengimplementasikan fungsi bufer yang ada pada aplikasi GIS pada masing-masing garis pantai yang dievaluasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengestimasi daerah yang rawan atau berpotensi terkena tsunami dengan menerapkan fungsi bufer misalnya pada radius 50 km dari garis pantai sehingga dapat merencanakan permukiman penduduk yang aman dari tsunami.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-969983005450094845?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/969983005450094845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/definisi-dan-kegunaan-buffering-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/969983005450094845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/969983005450094845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/definisi-dan-kegunaan-buffering-dalam.html' title='Definisi dan Kegunaan Buffering dalam SIG'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8475239046772769358</id><published>2008-10-21T02:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T18:59:45.971-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alat Tangkap'/><title type='text'>Definisi, Sejarah Alat Tangkap dan Klasifikasi Jaring Insang (Gill Net)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Definisi Jaring Insang&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jaring insang adalah alat penangkapan ikan berbentuk lembaran jaring empat persegi panjang, yang mempunyai ukuran mata jaring merata. Dinamakan jaring insang karena berdasarkar cara tertangkapnya, ikan terjerat di bagian insangnya pada mata jaring. Ukuran ikan yang tertangkap relatif seragam. Gill net sering diterjemahkan dengan “jaring insang”, “jaring rahang”, dan lain sebagainya. Istilah “gill net” didasarkan pada pemikiran bahwa ikan-ikan yang tertangkap “gilled-terjerat” pada sekitar operculum nya pada mata jaring. Lembaran jaring dilengkapi dengan sejumlah pelampung pada tali ris atas dan sejumlah pemberat pada tali ris bawah. Ada beberapa gill net yang mempunyai penguat bawah (srampat/selvedge) terbuat dari saran sebagai pengganti pemberat. Tinggi jaring insang permukaan 5-15 meter &amp;amp; bentuk gill net empat persegi panjang atau trapesium terbalik, tinggi jaring insang pertengahan 5-10 meter dan bentuk gill net empat persegi panjang serta tinggi jaring insang dasar 1-3 meter dan bentuk gill net empat persegi panjang atau trapesium. Bentuk gill net tergantung dari panjang tali ris atas dan bawah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Alat Tangkap&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam bahasa Jepang gill net disebut dengan istilah “sasi ami”, yang berdasarkan pemikiran bahwa tertangkapnya ikan-ikan pada gill net ialah dengan proses bahwa ikan-ikan tersebut “menusukkan diri-sasu” pada “jaring-ami”. Di Indonesia penamaan gill net ini beraneka ragam, ada yang menyebutkan nya berdasarkan jenis ikan yang tertangkap (jaring kuro, jaring udang dsb nya), ada pula yang disertai dengan nama tempat (jaring udang Bayeman), dan lain sebagainya. Tertangkapnya ikan ikan-ikan dengan gill net ialah dengan cara bahwa ikan-ikan tersebut terjerat (gilled) pada mata jaring atupun terbelit-belit (entangled) pada tubuh jaring.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Klasifikasi Jaring Insang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Nomura, 1975 membagi jaring insang menjadi 5 jenis yaitu jaring insang permukaan, jaring insang pertengahan, jaring insang dasar, jaring insang melingkar dan jaring insang hanyut. Sesuai dengan jenisnya, jaring insang permukaan biasanya digunakan untuk menjerat ikan yang bergerak di permukaan yaitu jenis-jenis ikan pelagis. Sedangkan jaring insang dasar&lt;br /&gt;menjerat ikan damersal yang bergerak di dasar. Masing-masing cara kerja dari jenis-jenis insang berbeda-beda. Begitu juga dengan komponen-komponen jaring insang berbeda sesuai dengan fungsinya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8475239046772769358?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8475239046772769358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/definisi-jaring-insang-jaring-insang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8475239046772769358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8475239046772769358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/definisi-jaring-insang-jaring-insang.html' title='Definisi, Sejarah Alat Tangkap dan Klasifikasi Jaring Insang (Gill Net)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-3949813997169858292</id><published>2008-10-21T01:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T19:00:01.219-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Damersal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Potensi Ikan Pelagis dan Ikan Damersal</title><content type='html'>&lt;p&gt;Luas perairan laut Indonesia termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) diperkirakan meliputi sekitar 5,8 km2, yang tediri dari perairan laut territorial seluas 0,3 km2 , perairan nusantara 2,8 km2, dan perairan ZEE 2,7 km2. Sumber daya ikan yang ada diperkirakan 6,26 juta ton per tahun: 1,86 juta ton di perairan zona ekonomi eksklusif dan 4,40 juta di wilayah Indonesia. Dari potensi itu, jumlah tangkapan lestarinya sebesar 5,01 juta ton per tahun atau sekitar 80% per tahun. Nilai ekonominya, jika ini tergarap, bernilai sekitar US$ 15 milyar. Potensi ikan laut itu terbagi menjadi pelagis besar 1,05 juta ton, pelagis kecil 3,24 juta ton, demersal 1,79 juta ton, udang 0,08 juta ton, cumi-cumi 0,03 juta ton, dan ikan karang 0,08 juta ton. Pelagis besar tersebar di Selat Makassar dan Laut Flores, dengan potensi 79.200 ton per tahun. Sebanyak 83.300 ton per tahun di Laut Banda, 83.300 ton per tahun di Laut Seram sampai Teluk Tomini, 40.700 ton per tahun di Laut Arafuru, dan 258.800 ton per tahun di Samudra Hindia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya jenis ikan tersebut tidak berarti diikuti kelimpahan populasi untuk setiap jenisnya, walaupun diakui beberapa jenis di antaranya seperti ikan lemuru, ikan layang, ikan cakalang, serta berbagai jenis ikan lainnya mempunyai populasi cukup besar. &lt;span class="fullpost"&gt;Pada dasarnya, sumberdaya ikan laut dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar, yaitu : &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ikan pelagis kecil terdiri dari jenis ikan antara lain ikan layang, ikan kembung, ikan selar, sardin dll. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikan pelagis besar terdiri dari jenis ikan antara lain ikan tongkol, ikan tuna, cakalang dll. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikan demersal terdiri dari jenis ikan antara lain ikan kakap merah, bawal, kerapu, manyung, peperek, dll. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Ikan laut mampu memperhabarui dirinya namun kemampuan ini bukan tidak terbatas, bahkan dapat luruh bila dilakukan eksploitasi yang berlebihan. Sebagian sumberdaya yang pemanfaatannya bersifat terbuka dan pemiliknya umum, diperlukan adanya usaha pengelolaan yang mengatur pemanfaatan, pelestarian dan bila diperlukan juga rehabilitasi. Sebab kelangkaan pengololaan akan mengarah terjadinya "biological overfishing", yaitu bila hasil penangkapan terhadap satu jenis ikan laut lebih besar dan "maximum yang sustainable" untuk populasi ikan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walaupun sebagian bear komoditi perikanan laut dimanfaatkan untuk peningkatan kebutuhan hidup masyarakat dalam negeri terutama dalam peningkatan gizi yan gberasal dari protein hewan dalam pengelolaan sumberdaya laut perlu diprioritaskan juga sebagai komoditas ekspor untuk meningkatkan devisa negara.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-3949813997169858292?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/3949813997169858292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/ikan-pelagis-dan-ikan-damersal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3949813997169858292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3949813997169858292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/ikan-pelagis-dan-ikan-damersal.html' title='Potensi Ikan Pelagis dan Ikan Damersal'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-7543214885214469228</id><published>2008-10-21T01:43:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T19:01:05.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangrove'/><title type='text'>Definisi, Fungsi dan Manfaat Mangrove</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Definisi Mangrove&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mangrove didefinisikan sebagai formasi tumbuhan daerah litoral yang khas di pantai daerah tropis dan sub tropis yang terlindung atau hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut, yang terdiri atas jenis-jenis pohon seperti Aicennia, Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera, Ceriops, Lumnitzera, Excoecaria, Xylocarpus, Aegiceras, Scyphyphora dan Nypa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan mangrove memiliki kemampuan khusus untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrim, seperti kondisi tanah yang tergenang, kadar garam yang tinggi serta kondisi tanah yang kurang stabil. Dengan kondisi lingkungan seperti itu, beberapa jenis mangrove mengembangkan mekanisme yang memungkinkan secara aktif mengeluarkan garam dari jaringan, sementara yang lainnya mengembangkan sistem akar napas untuk membantu memperoleh oksigen bagi sistem perakarannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vegetasi mangrove secara khas memperlihatkan adanya pola zonasi (misalnya terlihat dalam Gambar 2). Beberapa ahli (seperti Chapman, 1977 &amp;amp; Bunt &amp;amp; Williams, 1981) menyatakan bahwa hal tersebut berkaitan erat dengan tipe tanah (lumpur, pasir atau gambut), keterbukaan (terhadap hempasan gelombang), salinitas serta pengaruh pasang surut. Mangrove umumnya tumbuh dalam 4 zona, yaitu pada daerah terbuka, daerah tengah, daerah yang memiliki sungai berair payau sampai hampir tawar, serta daerah ke arah daratan yang memiliki air tawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fungsi dan Manfaat Mangrove&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mangrove merupakan habitat bagi berbagai jenis satwa liar seperti primata, reptilia dan burung. Selain sebagai tempat berlindung dan mencari makan, mangrove juga merupakan tempat berkembang biak bagi burung air. Bagi berbagai jenis ikan dan udang, perairan mangrove merupakan tempat ideal sebagai daerah asuhan, tempat mencari makan dan tempat pembesaran anak. Mangrove memiliki peranan penting dalam melindungi pantai dari gelombang, angin dan badai. Tegakan mangrove dapat melindungi pemukiman, bangunan dan pertanian dari angin kencang atau intrusi air laut. Mangrove juga terbukti memainkan peran penting dalam melindungi pesisir dari gempuran badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangrove merupakan ekosistem yang sangat produktif. Berbagai produk dari mangrove dapat dihasilkan baik secara langsung maupun tidak langsung, diantaranya: kayu bakar, bahan bangunan, keperluan rumah tangga, kertas, kulit, obat-obatan dan perikanan. Melihat beragamnya manfaat mangrove, maka tingkat dan laju perekonomian pedesaan yang berada di kawasan pesisir seringkali sangat bergantung pada habitat mangrove yang ada di sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-7543214885214469228?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/7543214885214469228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/mangrove-indonesia_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7543214885214469228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7543214885214469228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/mangrove-indonesia_21.html' title='Definisi, Fungsi dan Manfaat Mangrove'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-3761432261301203479</id><published>2008-10-21T01:27:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T19:19:18.587-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><title type='text'>Fungsi, Manfaat, Luas dan Penyebab Kerusakan  Terumbu Karang di Indonesia</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Definisi Terumbu Karang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terumbu karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut utama, disamping hutan mangrove dan padang lamun. Terumbu karang merupakan kumpulan fauna laut yang berkumpul menjadi satu membentuk terumbu. Struktur tubuh karang terdiri atas kalsium dan karbon. Ekosistem terumbu karang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan laut seperti tingkat kejernihan air, arus, salinitas dan suhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fungsi dan Manfaat Terumbu Karang Definisi Terumbu Karang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Menurut Cesar (1997) estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah pemanfaatan sumber daya ikan, batu karang, pariwisata, penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya. Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah seperti fungsi terumbu karang sebagai penahan abrasi pantai, keanekaragaman hayati dan lain sebagainya. &lt;span class="fullpost"&gt;Terumbu karang yang beraneka ragam bentuknya tersebut memberikan tempat persembunyian yang baik bagi ikan. Terumbu karang mempunyai fungsi yang sangat penting sebagai tempat memijah, mencari makan, daerah asuhan bagi biota laut dan sebagai sumber plasma nutfah. Di situ hidup banyak jenis ikan dengan warna yang indah. Indonesia memiliki lebih dari 253 jenis ikan hias laut di sekitar terumbu karang. Di samping sebagai sumber perikanan, terumbu karang memberikan penghasilan antara lain industri ikan hias sampai pada tingkat nelayan pengumpul. Terumbu juga merupakan sumber devisa bagi negara, termasuk usaha pariwisata yang dikelola oleh masyarakat nelayan. Bagi masyarakat pesisir terumbu karang memberikan manfaat yaitu sebagai sumber makanan dan mata pencaharian mereka. Terumbu karang juga merupakan bahan baku substansi bioaktif yang berguna dalam farmasi dan kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Luas dan Kondisi Terumbu Karang Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Terumbu karang tersebar di seluruh dunia dan mencakup lebih dari 100 negara dengan luas diperkirakan mencapai 600.000 km2. Data 2006, Coremap-LIPI telah melakukan pemertaan terumbu karang di seluruh Indonesia, dengan luasan terumbu karang tercatat sekitar 75 ribu km3 yang tersebar di sekitar 841 lokasi di seluruh wilayah Indonesia, yaitu sekitar 12 sampai 15 persen dari luas terumbu karang dunia. Dengan ditemukannya 362 spesies scleractinia (karang batu) yang termasuk dalam 76 genera, Indonesia merupakan episenter dari sebaran karang batu dunia. Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia (Cesar 1997) dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Sebagian besar terumbu karang yang masih dalam kondisi baik tersebar luas di Indonesia Timur. Dibagian lain kondisinya sudah menurun drastic, karena praktek pengelolaan dan pemanfaatannya yang tidak ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pemantauan COREMAP (2000), kondisi terumbu karang di Indonesia adalah 6.10% dalam kondisi yang sangat bagus, 22.68% bagus, 31.46% rusak dan 39.76% rusak berat. Lembaga Concervation International (CI) melaporkan 90 persen kerusakan terumbu karang di Indonesia akibat kegiatan manusia. Padahal proses pemulihan terumbu karang membutuhkan waktu lama, yaitu sekitar 10 hingga 15 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penyebab Kerusakan Terumbu Karang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyebab dari kerusakan karang, yaitu akibat penangkapan ikan dengan bahan peledak, penggunaan racun potasium, serta pada daerah-daerah tertentu karena pengambilan karang untuk bahan bagunan dan sovenir. Kerusakan dan kehancuran terumbu karang ini juga akan mengancam kehidupan manusia beberapa tahun kedepan, lantaran pemulihan kondisi terumbu karang tersebut memerlukan waktu sangat lama. Kerusakan terumbu karang juga terjadi karena aktivitas pelayaran dan penangkapan. Ancaman terbesar justru datang dari industri pariwisata. Pencemaran dan pesatnya pembangunan di daerah pesisir dan laut semakin mengancam kelestarian ekosistem terumbu karang. Selain itu, bencana alam seperti badai, pemanasan global, letusan gunung berapi, gempa bumi dan efek dari El Niño telah mengakibatkan rusaknya ekosistem terumbu karang. Kerusakan terumbu karang ini akan secara langsung akan berpengaruh pada kehidupan nelayan. Ikan menjadi susah didapat, hasil tangkapan menurun dengan akibat harga ikan akan menjadi semakin mahal. Semua ini akan mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-3761432261301203479?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/3761432261301203479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/mangrove-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3761432261301203479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/3761432261301203479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/10/mangrove-indonesia.html' title='Fungsi, Manfaat, Luas dan Penyebab Kerusakan  Terumbu Karang di Indonesia'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-8381642909139319873</id><published>2008-07-25T18:56:00.003-07:00</published><updated>2009-09-23T19:19:24.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><title type='text'>Perbedaan Antara Ikan Segar dan Ikan yang Mulai Membusuk</title><content type='html'>Memang sangat sulit untuk mempertahankan kesegaran ikan sampai ke tangan konsumen, karena ikan merupakan komoditi yang sangat mudah busuk. Ikan mulai mengalami pembusukan sejak pertama kali ditangkap. Adapun yang dimaksud dengan ikan segar adalah ikan yang masih mempunyai sifat sama seperti ikan hidup, baik rupa, bau, rasa maupun teksturnya. Dengan kata lain ikan segar adalah ikan yang baru saja ditangkap dan belum mengalami proses pengawetan. Ikan tersebut juga belum mengalami perubahan fisik maupun kimiawi. Berikut adalah perbandingan antara ciri-ciri ikan segar dan ikan yang mulai membusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikan Segar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Warna kulit terang dan jernih. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kulit masih kuat membungkus tubuh, tidak mudah sobek, terutama pada bagian perut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Warna-warna khusus yang ada masih terlihat jelas &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sisik menempel kuat pada tubuh sehingga sulit dilepas. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mata terang, jernih, menonjol dan cembung. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Insang berwarna merah sampai merah tua, terang dan lamella insang terpisah.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Insang tertutup oleh lendir berwarna terang dan berbau segar seperti bau ikan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daging kenyal, menandakan rigor mortis masih berlangsung. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daging dan bagian tubuh lain berbau segar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila daging ditekan dengan jari tidak tampak bekas lekukan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daging melekat kuat pada tulang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daging perut utuh dan kenyal. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Warna daging putih. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikan segar akan tenggelam &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ikan yang Mulai Membusuk &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kulit berwarna pucat, suram dan berlendir banyak. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kulit mulai terlihat mengendur dibeberapa tempat tertentu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kulit mudah sobek dan warna-warna khusus sudah hilang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sisik mudah terlepas dari tubuh. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mata tampak suram, tenggelam dan berkerut. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Insang berwarna coklat suram atau abu-abu dan lamella insang berdempetan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lendir insang keruh dan berbau asam, menusuk hidung. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daging lunak menandakan rigor mortis telah selesai. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daging dan bagian tubuh lain berbau busuk. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila ditekan dengan jari terdapat bekas lekukan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daging mudah lepas dari tulang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daging lembek dan isi perut sering keluar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daging berwarna kuning kemerah-merahan terutama disekitar tulang punggung. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikan yang sangat membusuk akan mengapung di permukaan air. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Proses perubahan pada tubuh ikan terjadi karena adanya aktivitas enzim, mikroorganisme, atau oksidasi oksigen. Setelah ikan mati berbagai perubahan fisik maupun kimiawi berlangsung lebih cepat. Semua perubahan ini akhirnya mengarah ke pembusukan. Seluruh permukaan tubuh ikan yang sedang mengalami proses pembusukan dipenuhi lendir.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-8381642909139319873?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/8381642909139319873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/perbedaan-antara-ikan-segar-dan-ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8381642909139319873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/8381642909139319873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/perbedaan-antara-ikan-segar-dan-ikan.html' title='Perbedaan Antara Ikan Segar dan Ikan yang Mulai Membusuk'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-894231843227606129</id><published>2008-07-25T18:56:00.002-07:00</published><updated>2009-09-23T19:20:39.889-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Osenografi'/><title type='text'>Karbon di Perairan</title><content type='html'>Karbon adalah elemen penting karena dapat membentuk bahan organik yang diperlukan bagi kehidupan di bumi. Karbon melalui rute perjalanannya di bumi mengalami suatu siklus yang disebut “siklus karbon”. Melalui siklus karbon kita dapat mempelajari aliran energi di bumi karena hampir seluruh energi kimia yang dibutuhkan untuk hidup disimpan pada bahan organik. Siklus karbon memiliki dua bagian penting yaitu, siklus di daratan dan siklus di perairan. Siklus karbon di perairan meninjau pergerakan karbon melalui ekosistim laut dan siklus karbon di darat meninjau pergerakan karbon melalui ekosistim daratan. Kandungan CO2 bebas di udara adalah sekitar 0,033%, dan cenderung mengalami peningkatan dari hasil penggundulan hutan dan pembakaran bahan bakar fosil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut mempunyai peranan penting pada siklus karbon di bumi. Banyaknya jumlah karbon di laut adalah 50 kali lebih besar dari pada di atmosfer, dan perpindahan karbon dari atmosfer ke lautan melalui proses difusi. Laut mengandung sekitar 36.000 gigaton karbon, dimana sebagian besar dalam bentuk ion bikarbonat.&lt;span class="fullpost"&gt; Untuk sementara, 48% dari karbon yang dilepaskan ke atmosfer oleh pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan di serap oleh laut untuk digunakan dalam proses fotosintesis oleh diatom dan alga. Small (1972) dan Cole (1988) mengemukakan bahwa 88% hasil fotosintesis di bumi merupakan sumbangan dari alga dan fitoplankton di perairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbon yang terdapat di laut cenderung mengatur karbondiokida di atmosfer. Karbon yang terdapat di dalam suatu perairan merupakan hasil dari proses sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Difusi C02 dari udara&lt;br /&gt;- Air hujan&lt;br /&gt;- Respirasi organisme akuatik&lt;br /&gt;- Dekomposisi bahan organik&lt;br /&gt;- Gunung merapi bawah laut&lt;br /&gt;- Pelapukan batuan&lt;br /&gt;- Pelarutan batuan karbonat&lt;br /&gt;- Injeksi CO2 ke dalam air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbondiokida dari atmosfer mengalami reaksi yang cepat ketika larut dalam air. CO2 yang larut dalam air bereaksi membentuk suatu kesetimbangan jenis ionik dan non-ionik yaitu:&lt;br /&gt;1. karbondioksida yang terlarut bebas&lt;br /&gt;2. asam karbonat (H2CO3)&lt;br /&gt;3. bikarbonat (HCO3-)&lt;br /&gt;4. karbonat (CO32-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ekosistem air, pertukaran C02 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. CO2 bebas di perairan memiliki konsentrsi sedikit lebih tinggi bila dibandingkan dengan konsentrasi di udara. Hal ini disebabkan karena pH air laut umumnya agak alkalis yang berarti mengandung kation-kation seperti Mg dan Ca dalam jumlah berlebihan. Kondisi seperti ini sangat memungkinkan terjadi reaksi kesetimbangan antara CO2 dan H2O membentuk ion karbonat dan bikarbonat. Karbon anorganik umumnya dalam bentuk karbondioksida dan bikarbonat merupakan sumber utama karbon untuk fotosintesis dan produksi bahan organik. Bikarbonat sebenarnya dapat berperan sebagai sumber karbon. Namun, di dalam kloroplas bikarbonat harus dikonversi terlebih dahulu menjadi karbondioksida dengan bantuan enzim karbonik anhidrase.&lt;br /&gt;Karbon terlarut dapat ditransportasi oleh arus laut. Di daerah kutub karbon terlarut akan tenggelam karena air dingin dipermukaan memiliki densitas yang tinggi sehingga karbon tersebar didasar. Sedangkan di daerarh tropis karbon terlarut mengalami penguapan menjadi karbondioksida dan kembali ke atmosfer akibat suhu perairan yang hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbon di perairan dalam bentuk karbondioksida, selain diperlukan oleh produsen untuk fotosintesis (menghasilkan 02 dan karbohidrat), ia juga berperan dalam beberapa hal di laut yaitu:&lt;br /&gt;1. Pembentukan cangkang dari berbagai jenis hewan laut&lt;br /&gt;2. Pengatur pH di laut&lt;br /&gt;3. Membantu dalam pembentukan batu karang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasaman Laut adalah istilah yang diberikan untuk proses turunnya kadar pH air laut yang kini tengah terjadi akibat meningkatnya karbon dioksida di atmosfer yang dihasilkan dari kegiatan manusia (seperti penggunaan bahan bakar fosil). Terlarutnya CO2 juga akan menyebabkan naiknya konsentrasi ion hidrogen (H+) di lautan , sehingga akan mengurangi pH lautan (semakin rendah nilai pH, semakin asam sebuah larutan). Menurut Jacobson (2005), pH di permukaan laut diperkirakan turun dari 8,25 menjadi 8,14 dari tahun 1751 hingga 2004. Sejak dimulainya revolusi industri, pH lautan telah turun sebesar lebih kurang 0,1 satuan, dan diperkirakan akan terus turun hingga 0,3 - 0,4 satuan pada tahun 2100 akibat makin banyaknya gas CO2 karena aktivitas manusia. Di dalam perairan, CO2 jarang mengakibatkan pH perairan lebih rendah dari 5,5. Perairan yang lebih asam dari pH 5,5 diduga bukan karena kandungan CO2 yang tinggi tetapi karena mengandung mineral-mineral asam kuat. Injeksi karbondioksida dilakukan dengan cara menginjeksikan gas tersebut ke dalam sedimen di laut dengan ketebalan ratusan meter. Kombinasi dari temperatur yang rendah dan tekanan yang tinggi pada kedalaman laut 3000 meter akan membuat karbon dioksida berubah menjadi cairan yang lebih berat dari air laut di sekitarnya, yang memungkinkannya untuk tidak terlepas dari tempat penyimpanannya. Hal ini dkemukakan oleh pakar dari Universitas Harvard. Injeksi langsung karbon dioksida ke dalam laut telah disarankan sebagai salah satu metode untuk mengontrol bertambahnya jumlah karbon dioksida di atmosfer bumi dan meminimalkan dampak dari pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun penyerapan CO2 oleh lautan akan membantu memperbaiki efek iklim akibat emisi CO2, namun diyakini juga bahwa akan ada konsekuensi negatif terhadap organisme kerang-kerangan yang memanfaatkan kalsit dan aragonit dari kalsium karbonat untuk membentuk cangkang. Kalsit dan aragonit stabil di permukaan air karena ion karbonat berada pada kondisi sangat jenuh. Dengan turunnya pH air laut, konsentrasi ion karbonat ini juga akan turun, dan pada saat karbonat berada pada kondisi tak jenuh, struktur yang dibentuk dari kalsium karbonat menjadi rapuh dan akan mudah terpecah/terputus (dissolute). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karang-karangan (Gattuso et al., 1998), alga coccolithophore (Riebesell et al., 2000) dan pteropods (Orr et al., 2005) akan mengalami peningkatan pemutusan (maksudnya dissolution) ketika terpapar oleh naiknya kadar CO2. Fakta lain lebih jelas mengindikasikan bahwa penambahan karbondioksida dalam atmosfer dan pemanasan global mengurangi kondisi pertumbuhan fitoplankton. Hal ini berpotensi memusnahkan biota laut yang paling dasar dan memperburuk pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-894231843227606129?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/894231843227606129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/karbon-adalah-elemen-penting-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/894231843227606129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/894231843227606129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/karbon-adalah-elemen-penting-karena.html' title='Karbon di Perairan'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-744361992819391761</id><published>2008-07-25T18:56:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T19:21:11.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi Laut'/><title type='text'>Perkembangan Sasi Sebagai Konservasi Laut Secara Tradisional di Papua</title><content type='html'>Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kurang lebih 17,508 pulau dengan panjang garis pantai lebih dari 81,000 km (Pratikto, 2004). Luas perairan laut Indonesia sekitar 5,8 juta km2 atau 75% dari luas wilayah Indonesia (Kaslan, 1991 dan Pratikto, 2004). Direktorat Jenderal Perikanan dalam Hasan (2000) melaporkan bahwa potensi sumberdaya ikan di Indonesia sangat besar yaitu diperkirakan 6,7 juta ton per tahun. Jumlah tersebut berasal dari perairan Indonesia (laut nusantara) sekitar 4,4 juta ton per tahun dan sekitar 2,3 juta ton per tahun terdapat pada perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Ironisnya potensi perikanan yang demikian tingginya itu saat ini terancam kelestariannya akibat eksploitasi yang berlebihan (over exploitation) (Saban, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksploitasi sumberdaya perikanan yang mengabaikan kelayakan ekologis dan keberadaan kawasan lindung dijumpai di berbagai daerah di Indonesia (Suyasa, 2003). Sumberdaya perikanan umumnya bersifat akses terbuka (open access), sehingga sumberdaya ini seolah-olah dapat dikuasai dengan bebas oleh siapa saja, kapan saja dan dengan alat tangkap yang merusak lingkungan laut (Satria, 2002).&lt;span class="fullpost"&gt; Menurut Fenetiruma (2001) eksploitasi sumberdaya perikanan yang melampaui ambang batas regenerasi alam (reproduksi secara alamiah), dapat mengancam keberlanjutan sumberdaya tersebut. Oleh sebab itu perlu ada upaya pengelolaan sumberdaya laut dan pesisir secara berkelanjutan melalui konservasi sumberdaya perairan (Tapilatu, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat adat di Indonesia umumnya telah mengenal dan memiliki kearifan lokal dalam mengelola sumberdaya perikanan di wilayahnya. Kearifan lokal muncul, sebagai interaksi dari masyarakat terhadap keterbatasan dan kelangkaan sumberdaya perikanan akibat meningkatnya kebutuhan dan akses pemanfaatannya. Beberapa studi menunjukan bahwa masyarakat adat di Indonesia secara tradisional telah berhasil dalam menjaga dan memperkaya keanekaragaman hayati melalui praktek konservasi tradisional (Nababan, 2003). Oleh karena itu pengelolaan sumberdaya terutama bagi masyarakat pesisir yang belum maju harus dilakukan secara de facto yang diatur oleh masyarakat itu sendiri.  Cara ini sering disebut dengan kearifan lokal atau aturan adat. Aturan adat dalam mengelola sumberdaya oleh masyarakat tradisional sangat penting sehingga rasa keperdulian dalam melestarikan sumberdaya bersumber dari dalam diri masyarakat (Wahyono et al., 2000). Adanya rasa kepemilikan terhadap sumberdaya perikanan dalam wilayah adatnya mendorong masyarakat untuk bertanggung jawab dalam memanfaatkan sumberdaya secara bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Papua, konservasi laut secara tradisional sudah lama dikenal oleh masyarakat setempat, sebagai contoh pada masyarakat adat di Kepulauan Raja Ampat, Teluk Triton di Kabupaten Kaimana, Kepulauan Padaido Biak Timur, Pulau Liki di Kabupaten Sarmi serta Teluk Yos Sudarso dan Youtefa di Jayapura. Konservasi tradisional yang dikenal dengan “sasi” merupakan istilah yang diadopsi dari masyarakat kepulauan Maluku (Fenetiruma, 2001). Sasi merupakan sistem konservasi tradisional yang dipercaya efektif dalam pengelolaan sumberdaya secara rasional serta adil untuk mensejahterakan penduduk walaupun hanya dalam skala kecil (Tapilatu, 2003). Sasi juga merupakan kesinambungan budaya yang diwariskan secara turun temurun dalam bentuk peraturan, tingkah laku, kepercayaan, dan pengalaman sejarah. Cara tradisonal ini lama kelamaan membentuk tradisi serta aturan adat (hukum tidak tertulis) yang mengatur tata kehidupan masyarakat dalam hubungannya dengan pengelolaan sumberdaya laut di suatu wilayah (Zulhaeni, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasi merupakan suatu metode konservasi tradisional yang dikelola oleh masyarakat di suatu daerah dan hasilnya untuk masyarakat itu sendiri. Sasi merupakan suatu larangan untuk mengambil sumberdaya tertentu dari suatu lokasi dalam batas jangka waktu yang sudah ditetapkan dan merupakan kesinambungan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang dalam bentuk peraturan, tingkah laku, kepercayaan, dan pengalaman sejarah (Wahyono et al., 2000).&lt;br /&gt;Di Indonesia, sasi sudah diterapkan sejak abad ke 17 dan memiliki arti penting dalam pengembangan masyarakat dan kelestarian ekologi. Sistem ini pertama kali dibuat dan dikembangkan oleh masyarakat yang berasal dari kepulauan Maluku yang diturunkan secara turun temurun. Sistem ini kemudian diadopsi oleh masyarakat di daerah lain dalam pengelolaan sumberdaya sehingga tetap lestari (Panjaitan, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan habitatnya sasi dibagi menjadi dua, yaitu sasi darat dan sasi laut. Sasi darat dapat dikelompokkan menurut komoditas yang disasikan misalnya seperti kelapa, cengkeh, sirih, pinang, dan lain sebagainya, sedangkan sasi laut menurut komoditas yang disasikan dapat berupa teripang, udang, bia, lola, dan lain-lain (Panjaitan, 2007). Sasi darat pertama kali dibuat sebelum dikembangkannya sasi laut. Sistem tradisional dalam pengelolaan sumberdaya ini sangat efektif, rasional serta adil dalam mensejahterakan penduduk walaupun hanya dalam skala kecil (Tapilatu, 2003). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tradisi sasi telah berlangsung lama dan dilakukan oleh masyarakat adat dalam mengelola sumberdaya laut di wilayah adatnya, namun masih menemui banyak kendala. Salah satunya adalah adanya pengambilan biota laut di lokasi sasi oleh pihak luar dengan menggunakan teknologi yang lebih maju. Di sisi lain kondisi dan kerjasama antar masyarakat lokal serta  nilai-nilai adat yang mengatur pengelolaan sumberdaya alam semakin melemah (Anonimous, 2008). Penerapan sasi laut yang kurang efektif dalam upaya perlindungan biota laut menyebabkan sasi tidak efektif lagi. Pengaruh pembangunan, perdagangan, dan kolonisasi oleh arus modernisasi dan komersialisasi  menyebabkan existensi sasi laut semakin terancam dan mengalami perubahan (Harkes, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pandangan yang beranggapan bahwa sistem tradisional ini merupakan penghambat dalam pembangunan serta pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, masyarakat lokal pada umumnya merasa terabaikan dan tertekan oleh kebijakan pemerintah dalam pengembangan sentralisasi pengelolaan sumberdaya yang bersifat monopolis, sehingga menimbulkan terjadinya banyak pelanggaran terhadap hak masyarakat adat dan  menempatkan mereka pada posisi yang terpinggirkan dan tidak berdaya (Satria, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua dengan angka indeks pembangunan manusia terkecil,  menuntut pemerintah daerah untuk terus meningkatkan penghasilan daerah dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada, khususnya sumberdaya perikanan. Untuk itu pemerintah mencurahkan beban pemenuhan kebutuhan daerah dengan mengeksploitasi sumberdaya perikanan sebanyak-banyakya (Soepardjo, 2004). Pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi turut mempengaruhi tingkat pengambilan hasil laut sehingga telah terjadi pergeseran dalam pelaksanaan sasi itu sendiri (Fenetiruma, 2001). Kini disadari bahwa makna dan pengaruh dari sistem sasi ini mulai luntur dan tidak lagi dipatuhi masyarakat (Panjaitan, 2007).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-744361992819391761?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/744361992819391761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/perkembangan-sasi-sebagai-konservasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/744361992819391761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/744361992819391761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/perkembangan-sasi-sebagai-konservasi.html' title='Perkembangan Sasi Sebagai Konservasi Laut Secara Tradisional di Papua'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6728179056317974260</id><published>2008-07-25T18:56:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T19:21:40.679-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Osenografi'/><title type='text'>Perkembangan Ilmu Oceanografi</title><content type='html'>Perkembangan oceanografi pada kurun waktu terakhir berawal sejak manusia menggunakan laut untuk berenang, menyelam, berperahu dan dalam mengambil sumberdaya alam yang berada di laut, misalnya seperti ikan, udang, kepiting dan lain-lain. Keingintahuan yang dalam mengenai samudra menimbulkan minat untuk melakukan berbagai pelayaran. Pengalaman dan pengetahuan perlahan didapatkan mulai dari cara mengemudikan kapal, menggunakan angin untuk berlayar, mengetahui perubahan arus dan gelombang dan mengetahui pengaruh bintang dan matahari terhadap kondisi laut. Aktivitas pelayaran yang meningkat seiring dengan waktu mengakibatkan manusia tersebar dari pulau ke pulau. Untuk mendapatkan kebutuhan hidup yang tidak dapat terpenuhi di suatu daerah, barang biasanya dipesan atau didatangkan dari daerah lain. Akibatnya aktivitas perdagangan dan pengiriman barang semakin meningkat terutama di sekitar Eropa, Afrika dan Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama pelayaran para penjelajah maupun pedagang memulai suatu usaha dengan mengumpulkan dan menukarkan informasi dari hasil pengamatan mereka mulai dari morfologi pantai hingga pada jalur pelayaran mereka. Mereka menyajikannya dalam bentuk peta yang awalnya masih sederhana. Penggunaan peta pun mulai populer dikalangan pedagang dan penjelajah untuk menggambarkan letak suatu daerah. &lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimanapun para penjelajah pada saat itu masih mendapat kesulitan dalam menentukan arah yang tepat. Pada zaman itu juga ditemukan bahwa bumi memiliki medan magnet di bagian Utara dan Selatan. Penemuan ini kemudian dikembangkan dalam pembuatan kompas untuk menunjukan arah dalam melakukan pelayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke empat sebelum Masehi berbagai penelitian dan obsevasi mengenai biota laut telah dilakukan. Selain biologi laut, fisika laut juga dipelajari dalam membuat ramalan yang tepat untuk melakukan palayaran. Ilmu oceanografi menjadi populer karena dipicu oleh berbagai hal salah satunya yaitu laut merupakan sumber makanan bagi manusia, laut melingkupi sebagian besar daratan di bumi, laut mempengaruhi iklim di perairan dan laut masih merupakan sebuah misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama abad pertengahan banyak yang percaya bahwa bentuk bumi datar. Salah seorang penjelajah bernama Magelhens menentang ideologi tersebut. Ia membuktikan bahwa bumi itu bulat setelah melakukan berbagai pelayaran menggelilingi dunia. Pernyataan Magelhaens dapat diterima oleh segenap masyarakat setelah puluhan tahun kemudian. Dari sejumlah pelayaran yang dilakukan oleh para penjelajah ke belahan dunia, berbagai jenis peta dari sederhana mulai dikembangkan menjadi lebih jelas dan akurat. Untuk mengetahui letak-letak pulau di bumi secara keseluruhan, orang mulai membuat bola dunia atau globe dengan menyertakan susunan-susunannya seperti garis lintang dan garis bujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayaran-pelayaran besar di masa yang lalu telah memberi kontribusi terhadap ilmu pengetahuan mengenai laut baik secara fisik, kimia dan biologi. Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mampu menciptakan instrumen/alat yang bisa mengukur dengan ketepatan dan ketelitian. Inovasi teknologi telah menjadi kritis pada Perang Dunia II. Berbagai instrumen seperti sonar, radar, pendetektsi tekanan, dan perekam kedalaman dikembangkan. Baik sarana seperti kapal-kapal moderen di buat sebagai alat transportasi antar pulau dengan kecepatan dan kapasitas penumpang yang cukup besar. Kapal bawah laut juga diciptakan untuk meneliti keadaan di bawah laut, baik itu bentuk dari dasar laut maupun biota-biota laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia, maka oceanografi juga berkembang. Oceanografi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang lautan yang meliputi fenomena dan proses yang terjadi di laut. Ilmu oceanografi merupakan perpaduan dari berbagai ilmu-ilmu lain, seperti geologi, geografi, geo-kimia, meteorologi, botani akuatik, zoologi, penginderaan jauh dan lain-lain. Sekarang ocenografi banyak digunakan dalam melakukan penelitian atau pengamatan di laut. Ilmu oceanografi membantu dalam memajukan pembangunan, misalnya dalam hal pembangunan pelabuhan, pengeboran minyak lepas pantai, budidaya ikan lepas pantai, penbangkit listrik dengan menggunakan arus dan gelombang, dll. Oceanografi juga mempelajari pencemaran yang terjadi di laut akibat luapan minyak, logam berat, sampah dan pestisida. Dengan menggunakan instrumen biasanya pencemaran dari logam berat dan pestisida dapat diketahui presentase dan jenisnya. Ilmu oceanografi juga sekarang dapat digunakan untuk mempelajari pengaruh luapan minyak dan sampah terhadap ekosistim di laut dan bagaimana penyebaran dari bahan pencemar akibat pengaruh fisik laut.  Oceanografi kaitannya dengan biologi perairan mempelajari tumbuhan dan hewan laut, ekosistim terumbu karang, daerah esturin, hutan bakau dan daerah litoral. Dengan menggunakan berbagai instrumen yang ada saat ini kita dapat mendeteksi gerombolan ikan dengan menggunakan alat yang disebut echosounder. Selain itu populasi plankton dapat diketahui dengan menggunakan satelit atau instrumen lain. Berbagai jenis alat dikembangkan untuk memudahkan peneliti dalam melakukan pengambilan data di lapangan. Namun karena adanya keterbatasan waktu, biaya dan tempat, satelit yang multifunction mulai dikembangkan untuk memudahkan peneliti dengan menyajikan data dari lautan secara luas. Satelit yang ada sekarang ini dapat mendeteksi suhu laut, pergerakan arus laut, angin intensitas cahaya dan, mendeteksi gelombang dan pergerakan lempengan bumi, mengetahui penyebaran ikan di laut, mengetahui curah hujan, tekanan udara yang dapat mengakibatkan badai, dan berbagai jenis sedimen di laut, dll. Kemajuan teknologi yang dimiliki kita saat ini juga memberikan kemudahan dalam berbagai pelayaran Sistim navigasi yang semakin moderen memampukan kita untuk mengetahui arah pelayaran dengan cermat. Kita juga dapat mengetahui posisi dari kapal yang sedang berlayar dan dapat berhubungan langsung dengan orang lain sehingga tidak terjadi tabrakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi yang berkembang saat ini telah membantu kita dalam melakukan penelitian, pelayaran, dan berbagai jenis kegiatan di laut. Di masa yang akan datang inovasi teknologi akan semakin berkembang sehingga mampu menciptakan instrumen yang dapat mengukur dengan ketepatan dan ketelitian. Kita juga dapat meneliti laut dengan menggunakan model, dan pertukaran data dapat dilakukan dengan cepat. Ilmu oceanografi akan berkolaborasi dangan berbagai ilmu yang juga berkembang untuk memberi kemampuan teknologi dalam memperbaiki dan memberi pemahaman yang lebih luas. Oceanografi sedang mengikuti alur dalam mengembangkan, menerapkan sistim oprasional dan sistim peramalan. Sistim peramalan akan mengamati, mangumpulkan dan menukarkan informasi pada cuaca dan status dari laut. Kemajuan dalam pengembangan satelit akan meningkat sehingga kita di Indonesia dapat memiliki akses dari satelit dengan mudah dan cepat. Berbagai jenis model akan dikembangkan dari data yang dikumpulkan satelit. Sehingga kita tidak hanya saja mengetahui suatu fenomena alam yang telah terjadi tetapi kita dapat meramalkannya, misalnya akan terjadi badai, kenaikan permukaan tingkatan air laut, pergerakan lempengan bumi yang dapat mengakibatkan tsunami, dll. Kemampuan mengamati lautan menjadi kemampuan secara rutin berasimilasi informasi untuk manfaat sosial ekonomi dan ilmiah. Ilmu oceanografi mendorong ke arah perubahan atmospir untuk pemahaman permasalahan seperti pemanasan global. Mempelajari oceanografi merupakan perpaduan dalam menggunakan teori, pengamatan dan model kuantitatif untuk menguraikan dinamika lautan. Dengan adanya model kuantitatif dari satelit yang meliputi gagasan teoritis dapat membantu untuk meramalkan perubahan masa depan dalam lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6728179056317974260?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/6728179056317974260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/perkembangan-ilmu-oceanografi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6728179056317974260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6728179056317974260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/perkembangan-ilmu-oceanografi.html' title='Perkembangan Ilmu Oceanografi'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6768067617330826810</id><published>2008-07-22T21:17:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T19:23:43.313-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terumbu Karang'/><title type='text'>Ditemukannya Terumbu Karang di Laut Dalam</title><content type='html'>Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di daerah tropis dan dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaan karang yang tinggi. Ekosistem karang dengan produktivitas tinggi ini tidak saja bernilai artistik yang layak jual sehingga merupakan daerah kunjungan wisata yang diminati, tetapi juga mempunyai fungsi-fungsi lain yang sangat penting. Misalnya, sebagai tempat hidup, tempat berpijah, tempat mencari makan, maupun tempat perlindungan berbagai macam organisme laut, serta sebagai pelindung pantai dari gempuran gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coral atau hewan karang selama ini dipercaya hanya hidup dan ditemukan di perairan laut dangkal, khususnya di wilayah bersuhu panas. Hal ini dapat dimengerti karena di dalam jaringan lunak karang hermatipik hidup berjuta-juta makhluk bersel tunggal yang disebut alga dinoflagelata atau lebih dikenal dengan nama zooxanthellae. Seperti umumnya alga, zooxanthellae melakukan proses fotosintesis, meskipun hidup (bersimbiosis) dalam tubuh karang. Oleh karena itu, karang hermatipik selalu hidup di wilayah perairan laut yang masih terjangkau sinar matahari sebagai salah satu syarat agar proses fotosintesa dapat berlangsung. &lt;span class="fullpost"&gt;Bagi karang, alga ini berperan sangat penting karena alga menyumbangkan sebagian hasil fotosintesisnya kepada karang. Bagi karang sendiri sumbangan hasil fotosintesis berfungsi sebagai salah satu sumber nutrisi penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melawanan dengan apa yang diyakini selama ini bahwa karang hanya hidup di perairan dangkal terutama di kawasan tropis-ternyata ditemukan karang yang hidup di laut dalam dan bersuhu rendah. Seperti dilaporkan dalam majalah Science (Volume 299), bahwa pada awalnya sekitar tahun 1980-an pernah dilaporkan adanya karang yang hidup di laut bersuhu rendah di beberapa wilayah di pantai Amerika dan Eropa. Namun, laporan tersebut kurang mendapatkan respons dari masyarakat ilmiah. Baru pada satu dekade berikutnya, ketika ilmuwan dari Norwegia melaporkan temuan berupa ekosistem karang sepanjang 14 kilometer yang hidup di kedalaman 250 meter di sekitar Sula Ridge, karang laut dalam mendapat perhatian. Ekosistem karang yang sebagian besar karang keras ini termasuk dalam kelompok Lophelia yang mereka yakini berumur ratusan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir pada saat yang bersamaan, tim dari Eropa juga menemukan kebun karang (coral garden) pada kedalaman 600 meter di pantai Irlandia, yang sebagian besar juga dari jenis Lophelia. Selanjutnya peneliti dari Norwegia akhir tahun lalu menemukan karang yang jauh lebih besar yakni sepanjang 35 kilometer, sedangkan rekan mereka di Kanada menemukan sekitar 100 kilometer persegi di dasar laut, lepas pantai Nova Scotia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa temuan ini telah memberikan semangat kepada para peneliti karang lain. Seperti yang terjadi pada saat ini, para ilmuwan dari Amerika sedang mencoba untuk mencari ekosistem karang yang dipercaya ada di daerah Kepulauan Aleutian, Alaska.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilaporkan bahwa coral garden yang ditemukan tersebut juga mempunyai keragaman sama dengan ekosistem koral di daerah tropis, baik bentuk, warna maupun tekstur yang sangat bervariasi. Perbedaan yang mencolok adalah karang laut dalam mampu hidup hingga kedalaman 2.000 meter dengan suhu yang sangat dingin yakni hingga 4°C. Di samping itu, karena tidak tersedia sinar matahari maka tidak ditemukan zooxanthellae yang bersimbiosis dalam tubuh koral tersebut. Sumber energinya diduga diperoleh dari bahan-bahan yang terbawa arus atau plankton-plankton mati yang tenggelam. Namun, disadari bahwa banyak hal yang belum diketahui termasuk bagaimana koral ini bereproduksi ataupun bagaimana mereka berinteraksi dengan hewan dasar laut dalam yang lain.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6768067617330826810?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/6768067617330826810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/ditemukannya-terumbu-karang-di-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6768067617330826810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6768067617330826810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/ditemukannya-terumbu-karang-di-laut.html' title='Ditemukannya Terumbu Karang di Laut Dalam'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-5564293247487677280</id><published>2008-07-21T23:27:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T19:21:23.258-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Klasifikasi, Morfologi dan Pemijahan Ikan Ekor Kuning (Thunnus albacore)</title><content type='html'>Menurut Saanin (1984), klasifikasi ikan ekor kuning atau yellowfin tuna (Bonnaterre, 1788), adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Kingdom : Animalia&lt;br /&gt;Phylum : Chordata&lt;br /&gt;Sub phylum : Vertebrata Thunnus&lt;br /&gt;Class : Teleostei&lt;br /&gt;Sub Class : Actinopterygii&lt;br /&gt;Ordo : Perciformes&lt;br /&gt;Genus : Thunnus&lt;br /&gt;Species : Thunnus albacore (Albacore)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri-Ciri Fisik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tubuh yang berukuran besar, berbentuk fusiform (torpedo), sedikit kompres dari sisi ke sisi. Jari-jari insang 26-34 pada lengkuangan pertama. Memiliki dua sirip dorsal/punggung, sirip depan biasanya pendek dan terpisah oleh celah yang kecil dari sirip belakang. Mempunyai jari-jari sirip tambahan (finlet) 8-10 finlet dibelakang sirip punggung dan sirip anal 7-10 finlets. Memiliki sisip pelvik yang kecil. &lt;span class="fullpost"&gt;Pada spesimen yang berukuran besar memiliki sirip dorsal kedua dan sirip anal yang sangat panjang, mencapai lebih dari 20% panjang cagak; sirip pektoralnya cukup panjang, biasanya lebih dari panjang sirip dorsal kedua biasanya 22-31% dari panjang fork. Sirip ekor bercagak agak ke dalam dengan jari-jari penyokong menutup seluruh ujung hipural. Sirip ekornya berbentuk sangat ramping dan terdiri dari 3 keel. Tubuhnya tertutup oleh sisik yang sangat kecil, berwarna biru tua dan agak gelap pada bagian atas tubuhnya. Sisik berukuran besar kadang berkembang namun jarang nampak. Tanda sisik yang berukuran besar membentuk semacam lingkaran disekeliling tubuh pada bagian belakang kepala, dan kemudian berkurang di bagian belakang sirip dorsal kedua. Ikan ekor kuning berwarna biru tua gelap pada sisi belakang dan diatas tubuhnya dengan perut kuning atau silver. Sirip dorsal, sirip anal dan jari-jari sirip tambahan berwarna kuning menyala. Memiliki permukaan ventral hati yang cukup halus. Ikan ekor kuning matanya kecil dan memiliki gigi berbentuk kerucut. Kantung renang terdapat pada jenis tuna ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Deskripsi Spesies&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ikan ekor kuning adalah anggota dari albacore, bonito, makarel, dan tuna. Jenis-jenis ikan tuna agak susah untuk dibedakan spesiesnya. Blackeye, blackfin, albacore, dan ekor kuning memiliki bentuk yang mirip dan sering ditangkap bersama-sama. Karakteristik yang membedakan ikan ekor kuning dari spesies yang lain adalah sirip anal dan dorsal yang memanjang pada ukuran ikan yang besar. Ikan ekor kuning merupakan ikan kedua terbesar dari spesies tuna yang ada. Ikan ekor kuning dapat mencapai total panjang 2,80 meter dan berat maksimum 400 kg sehingga sangat populer. Umumnya memiliki panjang cagak 150 cm. Rata-rata umur ikan adalah 8 tahun. Tuna termasuk perenang cepat dengan kecepatan mencapai 80 km/jam dan terkuat di antara ikan-ikan yang berangka tulang. Mereka mampu membengkokan siripnya lalu meluruskan tubuhnya untuk berenang cepat. Ikan ini memakan ikan kecil, krustacea, pelagik dan epipelagik moluska. Ikan ekor kuning adalah makanan laut di seluruh dunia dan ancaman overfishing. Ikan ini enak untuk dimakan. Ikan ekor kuning merupakan ikan komersial terpenting kedua dari beberapa jenis tuna. Kapasitas maksimum isi perut pada ikan ekor kuning dapat mencapai 7% dari berat tubuhnya. Ikan tuna setiap harinya dapat mencerna makanannya 15% dari berat tubuhnya. Ikan tuna yang mendiami daerah pantai biasanya memakan gerombolan ikan hidup (anchovies, sardines). Ikan ekor kuning yang dewasa dapat bersifat kanibal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Musim Pemijahan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Area satu-satunya di Pasifik yang mengindikasikan puncak pemijahan yang tinggi dan berulang-ulang disepanjang dareah ekuator adalah disekitar Filipina Selatan dari sampel yang diambil di Teluk Gulf dan Laut Celebes. Berkurangnya aktifitas pemijahan diantara ikan dewasa diduga karena menurunnya suhu permukaan air di dareah ini antara bulan Februari hingga Mei. Selain itu perubahan musim pemijahan ikan ekor kuning berkaitan dengan perubahan tanda-tanda iklim dan produktifitas lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak musim dan area pemijahan dari ikan ekor kuning berada di sekitar dareah ekuator Pasifik Barat dan Tengah. Puncak pemijahan di bagian barat (135E –165E) diduga terjadi pada kuarter keempat dan pertama dan puncak pemijahan di dareah Pasifik Tengah (180-140W) terjadi pada kuarter kedua dan ketiga. Musim pemijahan di sepanjang pulau Hawaii terjadi antara bulan April hingga Oktober dan puncaknya pada Juni, Juli dan Agustus, dimana ikan ekor kuning dewasa menjadi rentan tertangkap oleh pancing dan alat tangkap lain.Selama puncak pemijahan dimusim panas yang pendek, lebih dari 85% dari ikan ekor kuning berhasil memijah. Sedangkan pada musim dingin ikan ekor kuning menghentikan aktifitas pemijahannya. Periode puncak memijah dari ikan ekor kuning umumnya di musim panas dan musim semi, namun umumnya masa memijah dapat terjadi sepanjang tahun.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-5564293247487677280?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/5564293247487677280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/ciri-ciri-ikan-tuna-thunnus-albacore.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5564293247487677280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5564293247487677280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/ciri-ciri-ikan-tuna-thunnus-albacore.html' title='Klasifikasi, Morfologi dan Pemijahan Ikan Ekor Kuning (Thunnus albacore)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-7109387682859232676</id><published>2008-07-21T23:10:00.002-07:00</published><updated>2009-09-23T19:27:48.009-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Pelagis'/><title type='text'>Klasifikasi, Morfologi dan Penyebaran Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis)</title><content type='html'>Cakalang termasuk ikan perenang cepat dan mempunyai sifat makan yang rakus. Ikan jenis ini sering bergerombol yang hampir bersamaan melakukan ruaya disekitar pulau maupun jarak jauh dan senang melawan arus, ikan ini biasa bergerombol di perairan pelagis hingga kedalaman 200 m. Ikan ini mencari makan berdasarkan penglihatan dan rakus terhadap mangsanya. Cakalang sering disebut skipjack tuna dengan nama lokal cakalang. Adapun klasifikasi cakalang menurut Matsumoto, et al (1984) adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Phylum  : Vertebrata&lt;br /&gt;Class   : Telestoi&lt;br /&gt;Ordo    : Perciformes&lt;br /&gt;Famili  : Scombridae&lt;br /&gt;Genus   : Katsuwonus&lt;br /&gt;Species : Katsuwonus pelamis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Morfologi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cakalang termasuk jenis ikan tuna dalam famili Scombridae, species Katsuwonus pelamis. Collete (1983) menjelaskan ciri-ciri morfologi cakalang yaitu tubuh berbentuk fusiform, memanjang dan agak bulat, tapis insang (gill rakes) berjumlah 53- 63 pada helai pertama. Mempunyai dua sirip punggung yang terpisah.&lt;span class="fullpost"&gt; Pada sirip punggung yang pertama terdapat 14-16 jari-jari keras, jari-jari lemah pada sirip punggung kedua diikuti oleh 7-9 finlet. Sirip dada pendek, terdapat dua flops diantara sirip perut. Sirip anal diikuti dengan 7-8 finlet. Badan tidak bersisik kecuali pada barut badan (corselets) dan lateral line terdapat titik-titik kecil. Bagian punggung berwarna biru kehitaman (gelap), disisi bawah dan perut keperakan, dengan 4-6 buah garis-garis berwarna hitam yang memanjang pada bagian samping badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daerah Penyebaran dan Musim Penangkapan Ikan Cakalang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gunarso (1996), suhu yang ideal untuk ikan cakalang antara 260C – 320C, dan suhu yang ideal untuk melakukan pemijahan 280C – 290C dengan salinitas 33 0/00 . Sedangkan menurut Jones dan Silas (1962) cakalang hidup pada temperature antara 160C – 300C dengan temperature optimum 280C. Ikan cakalang menyebar luas diseluruh perairan tropis dan sub tropis pada lautan Atlantik, Hindia dan Pasifik, kecuali laut Mediterania. Penyebaran ini dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu penyebaran horizontal atau penyebaran menurut letak geografis perairan dan penyebaran vertikal atau penyebaran menurut kedalaman perairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran Tuna dan Cakalang sering mengikuti penyebaran atau sirkulasi arus garis konvergensi diantara arus dingin dan arus panas merupakan daerah yang kaya akan organisme dan diduga daerah tersebut merupakan fishing ground yang sangat baik untuk perikanan Tuna dan Cakalang. Dalam perikanan Tuna dan Cakalang pengetahuan tentang sirkulasi arus sangat diperlukan, karena kepadatan populasi pada suatu perairan sangat berhubungan dengan arus-arus tersebut (Nakamura, 1969). Cakalang merupakan ikan tuna yang paling populer untuk konsumsi. Cakalang lebih menyukai untuk berenang pada mix layer dari air laut, dan kebanyakan ditemukan antara 450 N dan 400 S. Mereka sering  berpindah-pindah dan dapat ditemukan di seluruh penjuru dunia di perairan tropis. Gerombolan yang besar kadang-kadang bergaul dengan yellowfin/ikan ekor kuning kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran cakalang di perairan Samudra Hindia meliputi daerah tropis dan sub tropis, penyebaran cakalang ini terus berlangsung secara teratur di Samudra Hindia di mulai dari Pantai Barat Australia, sebelah selatan Kepulauan Nusa Tenggara, sebelah selatan Pulau Jawa, Sebelah Barat Sumatra, Laut Andaman, diluar pantai Bombay, diluar pantai Ceylon, sebelah Barat Hindia, Teluk Aden, Samudra Hindia yang berbatasan dengan Pantai Sobali, Pantai Timur dan selatan Afrika (Jones dan Silas, 1963).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-7109387682859232676?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/7109387682859232676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/produksi-dan-karakteristik-ikan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7109387682859232676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/7109387682859232676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/produksi-dan-karakteristik-ikan.html' title='Klasifikasi, Morfologi dan Penyebaran Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6276980339698615095</id><published>2008-07-21T22:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T19:27:54.807-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekologi Ikan'/><title type='text'>Seputar Ikan Baramundi (Lates calcarifer)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Indonesia memiliki potensi sumber daya perairan yang cukup besar, termasuk jenis ikan Baramundi (Lates calcarifer). Ikan baramundi merupakan salah satu sumber daya perairan yang patut diperhitungkan karena jenis ikan ini mempunyai nilai ekonomi tinggi, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Ikan baramundi dapat dibudidaya pada tambak maupun kolam-kolam buatan di pantai. Kawasan pantai yang sesuai untuk budidaya atau habitat ikan baramundi adalah teluk, payau mangrove, danau dan muara sungai. Kelebihan budidaya ikan baramundi di tambak-tambak pantai adalah kapasitas budidaya lebih besar, kemampuan hidup lebih tinggi, mudah dilakukan dan makanan ikan terkontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan baramundi mempunyai toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam dan termasuk jenis ikan katadromous yang terdapat di air tawar, sungai dan estuari serta berpijah di air laut (Anonimous1, 2007). Sifat-sifat inilah yang menyebabkan ikan baramundi dapat dibudidayakan di laut, tambak maupun air tawar. Bobot ikan baramundi dapat mencapai 60 kg dengan panjang hingga 180 cm, namun rata-rata bobot ikan yang umumnya ditangkap berkisar 5-6 kg/ekor dengan panjang kurang dari dari 100 cm.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar ikan baramundi pada awal pertumbuhannya berkelamin jantan, namun saat dewasa berubah menjadi betina, sehingga disebut hermaphrodit. Pada awal bulan purnama, ikan jantan bermigrasi ke muara sungai untuk menjumpai ikan betina yang menghasilkan kurang lebih 30-40 juta telur ikan (Anonimous3, 2007). Ikan baramundi beranjak dewasa saat berumur 3 - 4 tahun. Pada umur 5 - 8 tahun dengan panjang badan 85 - 100 cm, ikan baramundi Australia berubah menjadi betina hingga akhir hidupnya, sedangkan informasi perubahan jenis kelamin pada populasi ikan baramundi Asia sangat kurang namun ikan baramundi betina banyak dijumpai di Asia (Anonimous3, 2007). Saat ikan baramundi masih kecil berkelamin jantan, namun jumlah ikan betina meningkat seiring dengan meningkatnya panjang badan. Ikan dewasa tidak melindungi telur dan habitat air payau dibutuhkan untuk perkembangan ikan baramundi (Anonymous2, 2007). Aktifitas bertelur biasanya berkaitan dengan gelombang dimana gelombang dapat membantu memindahkan telur-telur dan larva ikan ke daerah payau (estuari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan baramundi hidup pada habitat perairan dengan suhu hangat, sehingga banyak dijumpai pada perairan wilayah tropis, termasuk Australia Utara dan Lautan Pasific (McGrouther, 2007). Distribusi ikan baramundi terutama pada Lautan Pasific Barat-Indonesia, sepanjang teluk Persia-China, Taiwan, wilayah selatan Jepang, selatan Papua dan Papua New Guinea serta Australia Utara (Larson, 2007). Ikan baramundi berpindah antara habitat air tawar dan air laut pada berbagai tahap dalam siklus hidupnya. Ikan baramundi terdapat pada habitat estuari dan perairan pantai selama musim reproduksi. Ikan baramundi besar terdapat pada perairan yang lebih bergelomobang dengan makanan utamanya udang besar (jenis-jenis crustacean), moluska dan ikan-ikan kecil dari habitat perairan dangkal, sehingga ikan ini dapat pula dijumpai pada perairan dengan kedalaman 40 m (McGrouther, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim bertelur (spawning) ikan baramundi bervariasi antar spesies. Di wilayah Utara Australia, ikan baramundi bertelur pada bulan Maret dan September, dimana spawning bervariasi sesuai dengan ketinggian tempat. Hal ini diduga karena responnya terhadap berbagai variasi suhu air. Di Thailand, spawning ikan baramundi berkaitan dengan musim bulan purnama (Agustus-Oktober).&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6276980339698615095?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/6276980339698615095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/ikan-baramundi-lates-calcarifer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6276980339698615095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6276980339698615095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/ikan-baramundi-lates-calcarifer.html' title='Seputar Ikan Baramundi (Lates calcarifer)'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-5203819188885356232</id><published>2008-07-21T22:38:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T19:28:20.441-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laut Dalam'/><title type='text'>Adaptasi Organisme Laut Dalam</title><content type='html'>Organisme laut dalam umumnya berwarna monokrom atau bahkan albino, karena pigmen mereka tidak tersentuh sinar matahari. Sinar matahari tidak mampu menembus lapisan laut sampai kedalaman 650 m. Dengan absennya sinar matahari, maka daur ekologi tidak lagi berlaku dengan absennya produsen. Hewan laut dalam hanya mengandalkan "remah-remah" dari lapisan di atasnya yang jatuh ke dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena minimnya cahaya dan stok makanan, maka organisme laut dalam mengembangkan evolusi mereka sebagai predator pasif. Mereka hanya menunggu dengan diam dan lama untuk menangkap mangsa. Jumlah populasi juga tidak banyak karena akan makin memperketat kompetisi memperoleh makanan. Kondisi itu juga menyebabkan mereka mengembangkan kemampuan hermafrodit untuk berkembang biak. Hermafrodit yaitu organisme yang memiliki dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk adaptasi fisiologis lain adalah organisme laut dalam mempunyai kapasitas untuk mengolah energi yang jauh lebih efektif dari makhluk hidup di darat dan zona laut atas. Mereka bisa mendaur energinya sendiri dan menentukan seberapa banyak energi yang akan terpakai dengan stok makanan yang didapat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara morfologis, senjata pembunuh seperti rahang, tengkorak dan dimensi mulut mengalami perubahan pada organisme laut dalam. Ciri umum mereka adalah mulut yang melebar, rahang yang kuat dan gigi-gigi tajam. Mereka harus seoptimal mungkin mencari mangsa yang jarang di laut dalam. Praktek kanibalisme juga sering terjadi di beberapa spesies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk spesies non ikan seperti moluska dan sebangsanya akan adaptif untuk memakan mikroorganisme yang ada. Mereka sulit bersaing dengan ikan yang ganas. Untuk senjata mempertahankan diri, mereka biasanya mampu berkamuflase dengan kondisi sekitar.Satu persamaan dari mereka adalah, evolusi morfologis mengubah bentuk mereka menjadi kecil. Jarang ada organisme yang berdimensi panjang lebih dari 25 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa organisme yang mengalami siklus reproduksi, akan mempunyai perilaku yang unik untuk menarik pasangannya di tengah kegelapan. Mereka akan memendarkan cahaya yang tampak kontras dengan kondisi sekitar yang serba gelap.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-5203819188885356232?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/5203819188885356232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/adaptasi-organisme-laut-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5203819188885356232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/5203819188885356232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/adaptasi-organisme-laut-dalam.html' title='Adaptasi Organisme Laut Dalam'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8890211814065883125.post-6950139929425051897</id><published>2008-07-21T22:04:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T19:28:27.798-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi Ikan'/><title type='text'>Mengapa Daging Ikan Berwarna Merah?</title><content type='html'>Okada (1990) menyatakan bahwa daging merah mengandung mioglobin dan hemoglobin yang bersifat prooksidan serta kaya akan lemak. Warna merah pada daging ikan disebabkan kandungan hemoproteinnya tinggi yang tersusun atas protein mioety, globin dan struktur heme. Di antara hemoprotein yang ada, mioglobin adalah hemoprotein yang terbanyak. Lebih 80 % hemoprotein pada daging merah adalah mioglobin dan hemoglobin. Kandungan mioglobin pada daging merah ikan tuna dapat lebih dari 3500 mg/100 gram (Watanabe, 1990). Hal ini yang menyebabkan mudahnya terjadi ketengikan pada daging merah ikan tuna (Okada, 1990).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama antara daging putih dan daging merah adalah kandungan pigmennya, dimana mioglobin menjadi pigmen utama yang terdapat pada daging merah (Winarno, 1984). Menurutnya myoglobin mirip dengan hemoglobin berbentuk lebih kecil, yaitu kira-kira satu per empat bagian dari besar hemoglobin. Satu molekul myoglobin terdiri dari satu rantai polipeptida yang terdiri dari 150 buah asam amino.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sifat fisiknya, myoglobin merupakan bagian dari protein sarkoplasma daging, bersifat larut dalam air dan laruta garam encer (Clydesdale dan Francis, 1976 dan Kramlich et al (1973) menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah hemoglobin dan myoglobin pada daging antara lain 1) tingkat aktivitas jaringan, 2) suplai darah, 3) tingkat kebutuhan oksigen serta 4) umur dan spesies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karotenoid merupakan kelompok pigmen yang berwarna kuning, oranye, dan merah serta larut dalam minyak (Winarno, 1984). Karotenoid merupakan grup pigmen yang terdapat pada kulit, alat-alat dalam tubuh ikan dan bagian-bagian lainnya dari ikan (Simpson, 1962). Selanjutnya dinyatakan bahwa ikan tuna termasuk jenis ikan yang banyak mengandung karotenoid. Kandungan pigmen ini disebabkan karena beberapa jenis ikan dapat mengkonsumsi ikan-ikan lain atau kerang-kerangan yang lebih kecil yang mengandung karotenoid. Pigmen yang telah diisolasi dari grup ikan tuna adalah ”tunaxanthin” dan pigmen tersebut merupakan karakteristik utama ikan-ikan laut pada umumnya (Simpson, 1962).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xiong (2000 yang diacu Nakai, 2000) menyatakan bahwa protein kolagen merupakan seabut sarkoplasma yang penting adalah miogobin yang sangat berperan dalam warna merah ada daging. Molekul mioglobin terdiri dari dua bagian yaitu: bagian protein (globin) dan bagian nonprotein (heme). Selanjutnya dinyatakan bahwa kandungan mioglobin dalam tiap daging berbeda tergantung jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jenis daging ikan tuna yang memiliki 2 jenis daging yaitu putih dan gelap, justru daging-daging putihlah yang tinggi histaminnya sedangkan daging yang merah jauh lebih sedikit. Untuk konsumsi manusia daging merah lebih aman daripada daging putihnya bila dipandang dari segi histamin. Mengapa daging merah kecil kandungan histaminnya, hal itu disebabkan daging merah tinggi kandungan trimetil amina oksida (TMAO) yang berfungsi menghambat proses terbentuknya histamin (Winarno, 1993).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8890211814065883125-6950139929425051897?l=seputarberita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seputarberita.blogspot.com/feeds/6950139929425051897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/mengapa-daging-ikan-berwarna-merah-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6950139929425051897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8890211814065883125/posts/default/6950139929425051897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seputarberita.blogspot.com/2008/07/mengapa-daging-ikan-berwarna-merah-atau.html' title='Mengapa Daging Ikan Berwarna Merah?'/><author><name>Indra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kmq5S6nnKMQ/Sod_9KCcnxI/AAAAAAAAAdo/ESoGmOYB8u8/S220/MUFO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
